APBD DKI Jakarta Kalah Laba Usaha Nissan

20/05/2017

Pasar mobil
Share this post:
APBD DKI Jakarta Kalah Laba Usaha Nissan
Nissan Motor baru mengumumkan hasil kinerja keuangan mereka di tahun 2016 di Yokohama, Jepang pada hari Kamis (11/5/2017).

Laba usaha Nissan sebanyak Rp 87,1 triliun

Berikutnya, pabrikan Nissan ini mendapat laba usaha sebanyak 742,2 miliar yen (setara Rp 87,1 triliun), dari pendapatan bersih 11,72 triliun yen.

Yang menarik, angka tersebut ternyata lebih besar ketika ketimbang kepada total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2016, yang ditetapkan pada bulan Desember lalu yang sebanyak Rp 70,19 triliun. Jarak antara dua angka ini rata-rata 17 triliun yang masih tinggi.

Kebedaan antara situasi eknomi

Di sisi lain, bisa dikatakan bahwa angka ini diperoleh dari keseimbangan antara kelemahan pasar di negara berkembang dan dampak valuta asing di satu sisi, dengan penjualan yang tinggi di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Eropa Barat di sisi lainnya.

 

pegawai sedang bekerja di Pabrik Nissan merakitkan mobil - mobil
Pabrik Nissan 

 

Kelebihan tersebut dapat dari penjualan mobil sebanyak 5,63 juta unit. Di Amerika Serikat, penjualannya menaikkan sampai 4,2 persen yang menjadi 1,58 juta unit. Kenaikan juga terjadi di Tiongkok, serta Eropa (yang tidak termasuk Rusia).

>>> Baca juga
Nissan Navara Diproduksi Tiongkok


Di samping itu, pasar Nissan di Jepang mengghadapi kesusahan karena pada paruh pertama mereka tidak diperbolehkan menjual  model kei. Hal tersebut terjadi juga di Asia, Oceania, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika yang penjualannya turun sampai 3,3 persen.

Pada tahun 2017, Nissan memprediksi penjualan mobilnya naik sampai 5,83 juta unit. Model-model baru seperti Micra, Armada, Kicks, Serena, dan Note diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap kenaikan penjualan tahun ini.


>>> Klik disini untuk mengupdate berita terbaru.
Share this post:
 
back to top