Anjlok 52 Persen, Penjualan Mobil di Eropa Terparah di Seluruh Dunia

02/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Anjlok 52 Persen, Penjualan Mobil di Eropa Terparah di Seluruh Dunia
Pandemi virus Corona (COVID-19) membuat penjualan mobil di Eropa bulan Maret 2020 turun drastis hingga 52 persen. Itu adalah penurunan terburuk dalam 40 tahun terakhir.

Pandemi virus Corona (COVID-19) yang menyebar dari China mulai awal tahun 2020 menjadi petaka bagi banyak negara di dunia. Efeknya yang mematikan memaksa pemerintah masing-masing negara mencari cara paling jitu untuk menangkal virus Corona mulai dari pembatasan akses antara negara (Lockdown) secara ketat hingga meniadakan beragam aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Salah satunya, aktivitas bisnis kendaraan bermotor. Tidak ada lagi pameran otomotif seperti tahun-tahun sebelumnya, bahkan aktivitas di pabrik dan diler juga diliburkan. Langkah ini berdampak besar pada penjualan mobil.

Foto salah satu diler mobil di Amerika Serikat

Ada Covid-19, diler mobil jadi sepi

Penjualan mobil anjlok

Dilaporkan pemantau pasar otomotif global, JATO Dynamic melalui rilis resminya, (29/4/2020) penjualan mobil global pada bulan Maret 2020 turun hingga 39 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019, dengan jumlah unit terjual hanya sebanyak 5,55 juta unit dari sebelumnya 9,03 juta unit. Penurunan tersebut menurut JATO adalah yang terburuk di dunia dalam 40 tahun terakhir (sejak 1980), jauh melebihi penurunan penjualan saat krisis keuangan global November 2008 yang hanya sebesar 25 persen.

Gambar menunjukkan Penjualan mobil bulan Maret 2020

Penjualan mobil terpengaruh pandemi COVID-19

Meski demikian, COVID-19 bukanlah satu-satunya penyebab menurunnya pasar mobil. Adanya perang dagang di akhir 2019 antara China dan Amerika, pertumbuhan ekonomi yang rendah serta makin ketatnya regulasi emisi di berbagai negara juga turut berpengaruh.

>>> Bukan Hanya Terkait Pencemaran Udara, Rutin Uji Emisi Kendaraan Itu Penting!

"Tren penurunan ini bukan hanya karena pembatasan pergerakan bebas. Industri ini sebagian besar dipengaruhi oleh ketidakpastian untuk masa depan, dan masalah ini mulai muncul bahkan sebelum pandemi terjadi," kata Felipe Munoz, analis global JATO dalam pernyataannya, (29/4/2020).

"Kita harus ingat bahwa industri ini sudah beroperasi di lingkungan yang menantang, terutama menjelang akhir tahun lalu. Perang perdagangan, pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, dan regulasi emisi yang lebih ketat muncul jauh sebelum krisis COVID-19." lanjutnya.

Penurunan penjualan di Eropa paling parah

Penurunan penjualan bulan Maret 2020 terjadi di hampir seluruh wilayah di dunia, termasuk China, Eropa, dan Amerika Serikat. Namun penurunan penjualan mobil di Eropa adalah yang paling tinggi, yaitu sebesar 52 persen dengan jumlah unit terjual sebanyak 848.800 unit.

Gambar grafik Penjualan mobil bulan Maret 2020

Perbandingan penjualan mobil di Eropa bulan Maret 2020 dengan Maret tahun-tahun sebelumnya

Dari 27 pasar mobil Eropa, Finlandia dan Lithuania yang paling sedikit penurunannya yaitu masing-masing 1 persen. Disusul Swedia di urutan ke 3 yang hanya turun 9%. Pemerintah tiga negara tersebut memang menganjurkan warganya untuk isolasi dan sosial distancing untuk mencegah COVID-19. Meski demikian tidak ada paksaan warga untuk tinggal di rumah dan beraktivitas sehingga kegiatan jual beli kendaraan pun tetap berlangsung seperti biasa.

Penurunan terbesar ditempati negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown akibat COVID-19 yang merajalela luar biasa, yaitu Italia, Prancis, dan Spanyol. Di Italia turun 86 persen, Prancis turun 72 persen dan di Spanyol penjualan mobil turun 69 persen.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia penurunan penjualan mobil juga terjadi. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat hanya 219.361 unit mobil dikirim diler ke konsumen sepanjang 3 bulan tersebut, turun sebesar 15,9 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 dimana pengiriman mencapai 260.804 unit.

>>> Mobil Terlaris Maret 2020, Toyota Avanza Moncer Ertiga Terjun Bebas

Foto menunjukkan salah satu diler Daihatsu di Indonesia

Penjualan mobil di Indonesia juga terdampak COVID-19

>>> Berita otomotif yang menarik lainnya ada di sini

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Mengintip Penjualan Mobil Mewah di Indonesia di Tengah Pandemi Corona

30/04/2020

Pasar mobil

3 menit

Penjualan mobil di Indonesia disebut-sebut telah mengalami penurunan imbas penyebaran corona. Namun apakah penjualan mobil mewah juga ikut terkena dampaknya?

Lihat juga

Penjualan Mobil Jepang di Seluruh Dunia Terjun Bebas karena Corona

29/04/2020

Pasar mobil

3 menit

Produsen mobil Jepang sangat merasakan imbas dari penyebaran virus corona. Tercatat penjualan mobil-mobil Jepang secara global turun drastis akibat corona.

Lihat juga

Kena Dampak COVID-19, Penjualan Hyundai Merosot 11,6 Persen

29/04/2020

Pasar mobil

3 menit

Penjualan Hyundai Motor Company merosot sebesar 11,6 persen akibat dampak pandemi virus Corona (COVID-19) yang menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Lihat juga
 
back to top