Angkutan Umum Bakal Diwajibkan Pasang GPS Tracker

28/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Angkutan Umum Bakal Diwajibkan Pasang GPS Tracker
Dirjen Perhubungan Darat berencana ‘‘mewajibkan’ armada angkutan umum di seluruh Indonesia memasang GPS tracker terintegrasi guna mempermudah pengawasan.

Seiring berkembangnya teknologi, digitalisasi merambah ke segala bidang. Tak terkecuali sektor transportasi, digitalisasi telah menciptakan pembayaran angkutan umum non tunai, pemesanan tiket secara online, hingga petunjuk lokasi tak lagi menggunakan peta kertas.

Wajib GPS untuk angkutan umum

Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan RI berencana mewajibkan angkutan umum untuk memasang GPS tracker yang terintegrasi dengan sistem di pemerintah. Informasi itu diungkap saat acara pembukaan kegiatan seminar dan lokakarya (Semiloka) Pengusaha Angkutan Umum dan Barang di Purwokerto, Jawa Tengah, Jum’at (23/10/2020) lalu.

Dalam semiloka bertema “Peningkatan Keselamatan Pada Moda Angkutan Orang dan Angkutan Barang”, Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani menuturkan wajibnya perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan. Tujuannya untuk meningkatkan keselamatan dan mengelola risiko kecelakaan.

"Perusahaan Angkutan Umum yang tidak membuat, menyusun, dan melaksanakan Sistem Manajemen Keselamatan dikenai sanksi administratif yang berupa peringatan tertulis, pembekuan izin, dan atau pencabutan izin," kata kata Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani di acara pembukaan semiloka, sebagaimana dirilis Hubdat Dephub.

>>> Yuk, Kenali Jenis-jenis Transportasi Umum Darat Selain Bus AKAP!

Foto menunjukkan Kecelakaan bus di jalan tol

Kecelakaan lalu lintas lebih banyak disebabkan faktor manusia

Beberapa hal ditegaskan terkait dengan keselamatan berkendara.

"Tata cara mengemudi yang buruk dan ugal-ugalan, dokumen kendaraan yang tidak lengkap, jumlah muatan yang melebihi batas, pelanggaran marka jalan, maupun perlengkapan dan kondisi kendaraan yang sudah tidak layak pakai dapat memicu potensi kecelakaan di jalan." kata Yani.

Untuk mendorong penerapan aspek keselamatan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi, edukasi, serta pengawasan. Digitalisasi menjadi salah satu program yang akan diterapkan pada seluruh transportasi umum yang ada di Indonesia, baik itu angkutan penumpang, angkutan barang, angkutan antar kota antar provinsi, angkutan pariwisata, travel, angkutan sewa, dan lain-lain.

"Kami juga punya program integrasi GPS baik angkutan penumpang maupun barang, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan," imbuhnya. "Untuk itu, bapak ibu sekalian, silahkan menyampaikan IP Address dari GPS kendaraan yang dioperasikan," lanjut Yani.

>>> Ketahuilah, Ini Pentingnya Fungsi GPS Pelacak Mobil

Perlu dukungan banyak pihak

Foto menunjukkan GPS Tracker Genie

Mendatang, transportasi umum penumpang dan barang wajib memasang GPS tracker

Diakui rencana tersebut bukan hal mudah, murah, maupun instan. Termasuk juga penerapan aspek keselamatan. Pihaknya membutuhkan dukungan banyak pihak agar bisa diwujudkan secara maksimal, efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Diakui jika kecelakaan angkutan umum lebih banyak disebabkan pengendara kurang menerapkan aspek keselamatan. Persentasenya lebih besar dibanding faktor lain seperti infrastruktur, cuaca, hingga pengetahuan medan.

"Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan angkutan orang dan angkutan barang menunjukkan bahwa masih kurangnya aspek keselamatan yang diterapkan oleh perusahaan." kata Kasubdit Angkutan Orang, Handa Lesmana.

>>> Berita otomotif yang menarik lainnya bisa dibaca disini

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top