Ambyar, Penjualan Mobil Bulan April Terjun Bebas

20/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Ambyar, Penjualan Mobil Bulan April Terjun Bebas
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik membuat penjualan mobil terjun bebas. Bahkan pengiriman dari pabrik ke diler tidak sampai 8 ribu unit.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) merilis data penjualan mobil di Indonesia untuk bulan April 2020. Tercatat, baik penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) maupun retail (dari diler ke konsumen) seluruhnya terjun bebas.

Wholesales vs Retail

Akibat ditutupnya sejumlah pabrik, terbatasnya kegiatan di diler, dan turunnya permintaan pasar, pengiriman mobil dari pabrik ke diler (wholesales) sepanjang April nyaris habis. GAIKINDO mencatat hanya ada 7.871 unit kendaraan yang terkirim, merosot 89,8 persen dibanding bulan Maret yang terkirim sebanyak 76.811 unit, dan merosot 90,7 persen dibanding bulan April 2019 yang terkirim sebanyak 84.259 unit.

Serupa dengan penjualan mobil (wholesales) yang terjun bebas, pengiriman mobil dari diler ke konsumen (retail) juga menukik tajam dengan jumlah terkirim hanya 24.276 unit. Angka tersebut turun sebesar 59,8 persen dibanding bulan sebelumnya yang terkirim sebanyak 60.448 unit dan turun sebesar 70 persen dibanding bulan April 2019 yang terkirim sebanyak 80.821 unit. Cukup bisa dimaklumi jika di bulan April diler masih bisa menjual puluhan ribu unit karena masih ada stok, kiriman dari bulan sebelumnya.

>>> Tergerus COVID-19, Penjualan Mobil Bulan April Tak Sampai 25 Ribu Unit

Foto salah satu suasana lalu lintas di Jakarta di awal PSBB

Pembatasan di tengah pandemi, orang lebih mementingkan urusan perut dibanding membeli mobil baru

Ekspor vs Impor

Berbeda dengan penjualan dalam negeri yang tak sampai 8 ribu unit (wholesales), penjualan ke mancanegara (ekspor) masih berada di atas 10 ribu unit. Meski demikian angkanya jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Sepanjang April 2020 jumlah mobil yang diekspor dalam wujud utuh (Completely Built Up / CBU) mencapai 11.242 unit, turun 59,9 persen dibanding ekspor CBU bulan April 2019 yang mencapai 28.019 unit. Sedangkan yang diekspor dalam wujud urai (Completely Knock Down / CKD) mencapai 16.784 unit, turun 48,8 persen dibanding April tahun lalu yang mencapai 32.779 unit.

Impor mobil pada bulan April juga turun, dari bulan Maret sebanyak 5.375 unit menjadi 2.788 unit atau turun sebesar 48,1 persen. Sedangkan dibanding April 2019 yang mencapai 5.082 turun sebesar 45,1 persen.

>>> Beli Mobil Bekas dengan Anggaran Terbatas? Kini Ada Solusi Cerdas!

Foto menunjukkan tampilan lawas situs Cintamobil.com

Penjualan mobil secara online tak berpengaruh besar

Next, menarik untuk dinanti kabar penjualan mobil di bulan Mei 2020 mengingat PSBB juga masih berjalan dan sejumlah pabrik juga masih tutup. Sementara pasokan bulan April juga sangat minim.

>>> Temukan berbagai pilihan mobil baru dan bekas berkualitas di sini

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Hanya 8.443 Unit, Penjualan Toyota Bulan April 2020 Tetap Nomor 1

17/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Toyota hanya menjual sebanyak 8.443 unit sepanjang April 2020. Meski turun tajam dibanding bulan sebelumnya, penjualan Toyota masih yang terbaik dibanding merek lain.

Lihat juga

Rapor Merah Penjualan Mobil di Indonesia, Terburuk dalam 15 Tahun Terakhir

16/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Penjualan mobil di Indonesia mencatatkan rapor merah pada April 2020 dan menjadi yang terburuk dalam 15 tahun belakangan sebagai imbas dari virus corona.

Lihat juga

Tergerus COVID-19, Penjualan Mobil Bulan April Tak Sampai 25 Ribu Unit

16/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) melaporkan penjualan mobil turun jauh dari perkiraan. Bahkan penjualan di bulan April 2020 tidak mencapai 25 ribu unit.

Lihat juga
 
back to top