Akhirnya OJOL Boleh Lewat Penyekatan Tanpa STRP, Syaratnya?

19/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Sempat jadi polemik karena wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), driver OJOL kini diperbolehkan lewat penyekatan tanpa surat ‘sakti’ tersebut.

Keresahan driver ojek online (OJOL) karena diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) kini mencair. Polisi secara tegas memperbolehkan OJOL melintas di titik penyekatan PPKM Darurat meski tanpa STRP.

"Polri Menegaskan Angkutan Ojek Online di perbolehkan melewati Titik Penyekatan tanpa perlu menunjukan STRP" unggah TMC Polda Metro Jaya di akun Twitternya @TMCPoldaMetro, (19/7/2021).

Alasan diperbolehkan

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo menjelaskan, alasan dibebaskannya OJOL dari STRP karena layanan transportasi daring tersebut sangat dibutuhkan untuk hal-hal esensial. Sedangkan para driver pada dasarnya hanya mitra dan bukan pekerja formal.

Pembebasan ini disampaikan kepada seluruh anggota yang berjaga di titik penyekatan agar tidak terjadi miskomunikasi.

Karena di masa pandemi ini semua orang stay at home, jadi untuk mengurus paket, makanan, dan sebagai macam, mereka menggunakan ojol," kata Kombes Sambodo usai konferensi pers secara virtual, akhir pekan lalu. "Saya sudah sampaikan kepada anggota saya, OJOL kami prioritaskan melewati titik penyekatan.” lanjutnya.

>>> Catat! Ada 100 Titik Penyekatan Jalan di Jakarta dari Pukul 06.00 WIB

Foto Kombes Sambodo Purnomo Yogo

Polisi izinkan ojek online beroperasi tanpa STRP

Syarat dan Ketentuan

Meski tidak wajib membawa STRP, bukan berarti tak ada syarat atau ketentuan sama sekali. OJOL yang diperbolehkan melintas hanyalah yang benar-benar mitra.

“Walaupun mungkin dia belum mengurus (STRP). Tapi kalau dia betul-betul ojol dan menunjukan dia mitra, ada aplikasi, dan sebagainya, kami persilakan," ucap Sambodo.

Sebelumnya terjadi banyak protes dari driver OJOL. Mereka resah atas diwajibkannya membawa STRP untuk bisa keluar masuk wilayah, sebagaimana Surat Edaran (SE) Menteri perhubungan Nomor 43 Tahun 2021, menjadi SE Nomor 49 Tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi darat pada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

Salah satu isinya SRTP menjadi syarat bepergian atau melakukan perjalanan menggunakan transportasi darat di wilayah aglomerasi perkotaan. Termasuk untuk driver OJOL dan driver taksi online beserta penumpangnya. Pemeriksaan dilakukan di pos-pos penyekatan yang tersebar di antero kota, juga di pintu masuk stasiun KRL, stasiun MRT dan halte Transjakarta.

Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) sendiri diberlakukan dalam rangka membatasi mobilitas warga keluar masuk DKI Jakarta selama PPKM Darurat. Ada 2 kategori STRP, yaitu perorangan dan kolektif.

STRP perorangan untuk masyarakat yang memiliki keperluan mendesak. Misalnya keluarga sakit, meninggal dunia, ibu hamil dan mendampingi persalinan. Untuk persyaratan selain KTP Pemohon dan foto warna ukuran 4x6, juga surat pengantar RT/RW dan kartu vaksin atau surat keterangan negatif Covid-19.

STRP kolektif diajukan oleh perusahaan atau yang mewakili dengan melampirkan daftar pekerja. Syarat pembuatannya berupa data penanggung jawab, data perusahaan (KTP/KITAS/KITAP), serta daftar karyawan disertai kartu vaksin atau surat keterangan negatif Covid-19.

>>> Contoh Surat Jalan STRP untuk Keluar Masuk Jakarta Selama PPKM Darurat

Foto OJOL di titik penyekatan PPKM Darurat

Ojek online bukan pekerja formal, tapi mitra perusahaan

>>> Jokowi Minta PPKM Darurat Dievaluasi, Ini Tanggapan Korlantas Polri

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top