Akhirnya, Mobil Buatan Indonesia Bebas Safeguard di Filipina

14/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Mobil buatan Indonesia akhirnya bebas dari penyelidikan safeguard impor produk otomotif di Filipina yang berlangsung lebih dari satu tahun sejak Januari 2020.

Pemerintah Filipina melalui Komisi Tarif Filipina (Tariff Commission/TC) resmi menghentikan penyelidikan safeguard impor produk otomotif (passenger cars dan light commercial vehicles/LCV) asal Indonesia sekaligus membebaskan dari Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP).

“Pembebasan produk otomotif Indonesia dari safeguard Filipina adalah kabar yang sangat menggembirakan dan patut disyukuri,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam keterangan resminya, (13/8/2021).

Dampak Positif

Mendag menjelaskan, keputusan ini menjadi kabar baik karena akses mobil buatan Indonesia ke Filipina kembali terbuka lebar karena hambatan berkurang signifikan.

“Kami berharap, akses ekspor mobil Indonesia ke Filipina dapat kembali terbuka. Sebab, Indonesia memiliki produk otomotif yang kompetitif di pasar internasional. Hal ini tentunya berdampak baik bagi upaya pemulihan ekonomi nasional,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam keterangan resminya, (13/8/2021)

Foto menunjukkan deretan mobil di terminal ekspor menunggu untuk dikirim

Filipina salah satu importir terbesar mobil produksi Indonesia

>>> Kata Menperin Soal Mobil Buatan Indonesia Kena Safeguard di Filipina

Dampak positif lainnya mobil buatan Indonesia bisa makin kompetitif. Harga mobil bakal semakin murah karena bebas administrasi Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS).

Asal tahu saja BMPTS diberlakukan pemerintah Filipina melalui Department of Trade and Industry (DTI) sejak 1 Februari 2021. Nominalnya sebesar PHP 70.000 atau ± Rp 21 juta per kendaraan dalam bentuk cash bond untuk impor passenger cars dan LCV.

Inilah yang membuat mobil impor dari Indonesia terhambat untuk berkompetisi di pasar Filipina karena harganya jauh lebih mahal.

Foto menunjukkan kepadatan Lalu lintas Kota Manila Filiipina

Lalu lintas Kota Manila Filipina yang selalu padat setiap hari

Produk otomotif Indonesia harus menjalani penyelidikan safeguard menyusul protes dari serikat pekerja perusahaan mobil di Filipina, Philippine  Metal  Workers  Alliance (PMA). Impor dari Indonesia yang semakin meningkat dianggap merugikan produk lokal.

Indonesia sendiri tidak tinggal diam dan melakukan pembelaan secara simultan karena menilai protes tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

“Pemerintah  sejak  awal  penyelidikan  telah  mengambil  langkah-langkah pembelaan terhadap kebijakan pemerintah Filipina. Hal itu guna membuktikan tidak ada lonjakan impor baik secara absolut, maupun relatif,”jelas Pradnyawati.” kata Pradnyawati, Plt.  Direktur  Pengamanan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

>>> Filipina Paling Langganan Mobil Buatan Indonesia, Berikut Modelnya!

Ekspor Mobil ke Filipina

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Filipina salah satu importir aktif mobil produksi Indonesia. Model yang dikirim diantaranya Toyota Fortuner, Toyota Rush, Toyota Avanza, Suzuki Ertiga, Suzuki APV, Suzuki Carry, Mitsubishi Xpander, Honda Brio, dan yang lain.

Foto Mitsubishi Xpander model ekspor

Pembebasan bea masuk diharapkan mendongkrak ekspor mobil ke Filipina

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kendaraan bermotor Indonesia ke Filipina periode Januari–Juni 2021 tercatat sebesar USD 414,2 juta. Naik sebesar 34,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 308,1 juta.

Dengan dibebaskannya Indonesia dari penyelidikan safeguard ini diharapkan nilai ekspor ke Filipina bisa jauh lebih meningkat.

>>> Cari mobil baru atau bekas, temukan di Cintamobil.com

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top