Adu 'Otot' Toyota Raize vs Renault Kiger, Siapa Unggul?

08/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Kali ini tim Cintamobil.com akan melakukan komparasi teknik antara mesin 1.000 cc Turbo milik Toyota Raize vs Renault Kiger. Mesin mana yang lebih unggul?

Mesin yang irit bahan bakar, memiliki performa baik dan punya emisi yang rendah menjadi tolok ukur mobil modern. Akhirnya, pabrikan mobil di seluruh dunia berlomba-lomba untuk membuat mesin yang mencakup ketiganya.

Gambar Toyota Raize

Toyota Raize 1.0T GR Sport

Kubikasi atau cc yang lebih kecil dengan aplikasi turbocharger menjadi solusi dalam mencapai hal tersebut. Contohnya adalah Toyota Raize dan Renault Kiger yang menggunakan mesin 3-silinder 1,0 liter turbocharged.. Kali ini kami akan melakukan komparasi teknik mengenai mesin mungil dari Raize dan Kiger. Mana mesin yang lebih unggul?

>>> Ini Yang Unik Dari BMW 740Li Opulence Milik Nia Ramadhani

Mesin Toyota Raize

Small SUV ini dibekali dengan dapur pacu dengan kode mesin 1KR-VET yang ringkas namun bertenaga. Mesin tersebut memiliki konfigurasi 3-silinder segaris dengan kapasitas 998 cc.

Sebenarnya secara konstruksi mesin ini mirip-mirip dengan mesin 1KR series yang digunakan oleh Daihatsu Ayla maupun Daihatsu Sigra 1.0 di Indonesia. Hanya saja penggunaan materialnya jelas berbeda karena mesin mobil ini telah dilengkapi dengan turbocharger.

Gambar Mesin Raize

Mesin 1KR-VET milik Raize

Tenaga yang dihasilkan mesin Toyota Raize adalah 98 Ps atau sekitar 96,5 HP pada putaran mesin 6.000 rpm. Sementara torsi puncak 140 Nm yang dihasilkan sudah mulai terasa dari putaran mesin 2.400 rpm. Mesin dengan bore 71 mm dan stroke 83,9 mm (overstroke) di mesin ini memiliki karakteristik yang cenderung mudah untuk mengail torsi besar di putaran rendah.

>>> 5 Alasan Toyota Avanza TNGA Juga Layak Dapat Mesin Hybrid

Mesin Renault Kiger

Renault Kiger dibangun di atas basis yang sama dengan Nissan Magnite, yaitu platform Renault-Nissan CMF-A+. Di India, mobil ini ditawarkan dengan dua varian mesin, unit berkode B4D 3-silinder 999cc dan HRA0 3-silinder turbocharged 999cc.

Untuk komparasi ini, kami mengambil varian tertinggi yang dibekali dengan turbocharger seperti Toyota Raize. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 100 PS atau 99 Hp pada putaran mesin 5.000 rpm dengan torsi puncak 160 Nm dari putaran mesin 1.750 rpm.

Mesin ini memiliki bore 72,2 mm dan stroke 69,7 mm, uniknya meski mesin tersebut overbore, torsi puncak dari Renault Kiger bisa dicapai pada putaran mesin yang lebih rendah dari Raize.

Gambar Mesin Renault Kiger

Mesin Renault Kiger sama dengan yang digunakan Nissan Magnite

Secara tenaga, Renault Kiger lebih unggul 2,5 HP dibandingkan Raize. Begitu pula dengan torsi yang unggul 20 Nm. Tak hanya itu, keduanya dapat dicapai pada putaran mesin yang lebih rendah. Dapat disimpulkan di atas kertas mesin Kiger akan terasa lebih bertenaga dari putaran bawah hingga ke atas.

Selain soal angka, perbedaan antara mesin Raize dan Kiger adalah sistem fuel injection yang digunakan. Raize menggunakan MPFi (Multi Point Fuel injection) sedangkan Kiger masih menggunakan EFi (Electronic Fuel injection) biasa.

>>> Tips Membersihkan Karpet Mobil Selama PPKM, Tak Butuh Peralatan Khusus

MPFi menggunakan injektor terpisah untuk setiap silinder dalam memasok jumlah bahan bakar yang sesuai melalui fuel rail sesuai berdasarkan firing order mesin.

Sistem ini memberikan suplai bahan bakar yang lebih presisi dengan memvariasikan jumlah bahan bakar dan waktu injeksi.. Dengan demikian, Raize yang menggunakan MPFi seharusnya lebih efisien dengan emisi yang lebih rendah.

Untuk mengetahui spesifikasi lengkap mesin keduanya, silahkan lihat tabel di bawah ini:

Mesin Toyota Raize

Seri Mesin 1KR-VET, 3-Silinder, DOHC, DVVT, Turbocharger
Jumlah Katup 12 Katup (2 Inlet & 2 Outlet Per Silinder)
Tenaga Maksimum 96,5 Hp (98 Ps) @ 6.000 rpm
Torsi Maksimum 140 Nm @ 2.400 - 4.000 rpm
Kapasitas Silinder 996 cc
Bore x Stroke 71 mm x 83,9 mm
Transmisi CVT

Mesin Renault Kiger

Seri Mesin HRA0, 3-Silinder, DOHC, CVTCS, Turbocharger
Jumlah Katup 12 Katup (2 Inlet & 2 Outlet Per Silinder)
Tenaga Maksimum 99 HP (100 Ps) @ 5.000 rpm
Torsi Maksimum 160 Nm @ 1.750 rpm
Kapasitas Silinder 999 cc
Bore x Stroke 72,2 mm x 69,7 mm
Transmisi CVT

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top