Ada Masalah Pada Sistem Hibrida, Lebih dari 800.000 Unit Toyota Prius Direcall

08/10/2018

Pasar mobil
Mobil ramah lingkungan Toyota Prius harus ditarik untuk dilakukan perbaikan setelah ditemukan masalah pada sistem hibrida. Kegagalan masuk ke mode safe driving membuat mobil berpotensi kecelakaan akibat berhenti mendadak tanpa diketahui pengemudi.

Foto bagian belakang Toyota Prius, tampak keren

Toyota Prius Hybrid, di Indonesia baru sekedar dikenalkan

Dalam keterangan yang dirilis di situs resmi Toyota Amerika (5/10/2018), kampanye penarikan atau recall ini melibatkan sebanyak 807.000 unit terdiri dari Toyota Prius model tertentu produksi 2010 - 2014 dan Toyota Prius V produksi tahun 2012-2014. Dalam kondisi tertentu, mobil bisa kehilangan daya dan mogok tanpa diketahui pengemudi. Sistem pengereman dan power steering memang berfungsi saat kondisi ini terjadi, tapi risiko kecelakaan tetap besar dan mengancam. Toyota menjelaskan, potensi kehilangan daya atau mobil mati seketika ini disebabkan adanya kegagalan di sistem hibrida sehingga mobil tidak bisa masuk ke mode safe driving.

Sebagai komitmen Toyota dalam mengutamakan keselamatan pelanggan, Toyota bakal melakukan perbaikan secara gratis. Semua pemilik Toyota Prius dengan nomor identitas atau VIN 2010-2014 yang masuk dalam list recall diharapkan segera membawa mobilnya ke dealer-dealer Toyota terdekat. Atau bisa menghubungi Toyota Customer Experience Center via phone di nomor 1.800.331.4331 atau Lexus Guest Experience Center via phone di nomor 1.800.255.3987 untuk menanyakan apakah perangkat lunak yang dimaksud sudah tersedia sehingga pelanggan tidak perlu meninggalkan kendaraannya terlalu lama di dealer.

>>> Baca Review Lengkap dan Spesifikasi Toyota Prius 2018

Foto Toyota Prius warna biru tampak dari samping depan

Terdeteksi ada kesalahan sistem hibrida, ratusan ribu unit Toyota Prius harus ditarik untuk perbaikan

Dalam informasi terpisah, Toyota juga mengumumkan recall terhadap ratusan ribu model baru karena masalah airbag. Terdapat kesalahan pemograman pada Electronic Control Unit (ECU) membuat airbag di bagian samping atau tirai, bagian lutut dan bagian depan tidak mengembang sesuai yang direncanakan. Hal ini meningkatkan risiko cidera saat terjadi kecelakaan dan memungkinkan kendaraan ditarik total dari peredaran karena tidak memenuhi standar keamanan.

Kendaraan yang terlbat recall masalah airbag ini adalah Tundra dan SUV Sequoia model 2018-2019, serta Avalon model 2019 dengan jumlah total 188.000 unit tersebar di seluruh dunia, termasuk 168.000 unit yang beredar di Amerika.

Apakah recall Toyota Amerika di atas bakal mempengaruhi penjualan Toyota di Indonesia? Sepertinya tidak karena tidak ada satupun model di atas yang dijual oleh PT Toyota Astra Motor (TAM).

>>> Kurangi Tabrakan di Persimpangan, Honda Kembangkan Fitur 'Melihat di Balik Dinding'

foto Toyota Tundra tampak dari depan

Toyota Tundra juga direcall karena masalah airbag

>>> Informasi dunia otomotif terlengkap hanya ada di Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top