Ada Diskon PPnBM, Toyota hingga Wuling Genjot Produksi Mobil

26/04/2021

Pasar mobil

4 menit

Ada Diskon PPnBM, Toyota hingga Wuling Genjot Produksi Mobil
Diskon PPnBM membuat para pabrikan kebanjiran pesanan. Hal itu membuat Toyota hingga Wuling harus menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan konsumen.

Kebijakan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terbukti sukses membuat masyarakat Indonesia di kelas menengah tergerak untuk membeli mobil baru.

Dalam catatan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), sejak diberlakukan diskon PPnBM sejak 1 Maret 2021 pada 29 model mobil terjadi lonjakan penjualan atau wholesale kendaraan bermotor yang memenuhi ketentuan insentif Pemerintah mencapai 172% pada bulan Maret 2021, dibanding Februari 2021.

Pabrik PT ADM

Produksi mobil digenjot supaya bisa penuhi permintaan konsumen

>>> Gegara Diskon PPnBM, Inden Daihatsu Terios Sampai 3 Bulan!

Produksi Dikebut Supaya Inden Tak Lama

Angka pencapaian total pada bulan Maret 2021 mencapai lebih dari 85.000 unit, mendekati angka pencapaian normal yang berada pada angka sekitar 90.000 unit.

Peningkatan yang signifikan ini merupakan awal yang luar biasa atas pulihnya ekosistem industri otomotif nasional yang sempat terpukul sangat dalam karena pandemi Covid-19 sepanjang 2020. Adanya peningkatan penjualan, membuat para produsen dari Toyota hingga Wuling harus ngebut produksi mobil guna memenuhi permintaan konsumen agar tak antre lama.

“Kondisi ini sudah diantisipasi dari awal diberlakukannya kebijakan PPnBM, dan saat ini seluruh lini industri otomotif Indonesia tengah fokus untuk mempercepat produksi dan memenuhi permintaan konsumen,” ungkap Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi dalam keterangannya.

Di sisi lain, upaya percepatan produksi harus tetap mematuhi persyaratan dan ketentuan protokol kesehatan yang berlaku. Upaya percepatan tidak dapat berlangsung secara maksimal, sehingga efek kejar-kejaran permintaan dan produksi tidak dapat dielakkan.

Selain itu, keterbatasan pasokan semi-conductor juga menjadi salah satu alasan terhambatnya kecepatan produksi industri otomotif di Indonesia. Namun, perlu dicatat bahwa kurangnya ketersediaan semi-conductor yang menyebabkan production shortage bukan hanya menjadi persoalan di Indonesia, namun telah menjadi penyebab terjadinya kekurangan produksi kendaraan secara global.

>>> IIMS 2021: Jokowi Sebut Diskon PPnBM Bikin Industri Otomotif Indonesia Bangkit

Diskon PPnBM Tepat Sasaran

diskon ppnbm

Deretan mobil yang dapat diskon PPnBM

Persoalan ini pun dialami oleh Daihatsu. Daihatsu beberapa waktu lalu mengungkap bahwa tengah menerapkan sejumlah strategi yang untuk menggenjot produksi mobil.

Adapun upaya yang dilakukan Daihatsu untuk menggenjot produksi yakni menambah sumber daya manusia sampai penambahan robot supaya kualitas tetap terjaga. Dengan begitu, tact time (waktu produksi 1 mobil) kini bisa sudah lebih singkat dibanding saat pandemi.

"Tact time tahun lalu sebelum covid 1,55 menit, dimana setiap 1,55 menit jadi 1 mobil. Karena covid harus kita patuhi prokes sehingga 3,1 menit sehingga kapasitas produksi yang tadinya 530 ribu jadi 330 ribu. Dengan penambahan demand, target kami di 1,9 menit sehingga kapasitas bisa naik 460 ribu per tahun," jelas Kepala Departemen Planning and Control PT Astra Daihatsu Motor Stephanus Surya belum lama ini.

Terlepas dari adanya kendala kelambatan untuk memenuhi pemesanan kendaraan pada jenis kendaraan tertentu dan dalam jumlah yang tidak terlalu besar, kebijakan relaksasi PPnBM kendaraan bermotor tetap menjadi pendorong luar biasa, yang secara efektif memicu pasar, dan meningkatkan permintaan secara signifikan.  Hal tesebut dinilai telah menandai bangkitnya industri otomotif Indonesia.

“Kami ingin kembali menegaskan, bahwa bagi Gaikindo dan anggotanya, kebijakan relaksasi PPnBM dari Pemerintah telah terbukti tepat sasaran dan efektif menghidupkan kembali industri otomotif Indonesia,” jelas Nangoi.

>>> Tenang! Meski Belum Meluncur, Toyota Pastikan Raize Dapat Diskon PPnBM

Dina Rayanti
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top