Ada Aturan PPnBM Baru, Harga Toyota Vios dan Avanza Bakal Setara?

14/09/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Harga Toyota Vios tampaknya bakal mengalami penyesuaian bila aturan PPnBM baru berlaku mulai 16 Oktober 2021. Akankah harga Vios setara dengan Avanza?

Mobil-mobil yang dijual di Indonesia akan dikenakan aturan perpajakan terbaru. Aturan perpajakan yang berlaku mulai 16 Oktober 2021 bisa dibilang akan lebih 'adil'.

Tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.73 tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah No.74 tahun 2021, menetapkan besaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tak lagi berdasarkan kubikasi mesin maupun jenis kendaraan, melainkan emisi gas buang. 

>>> Rumor Sebut Toyota Vios Terbaru Usung Platform DNGA dan Mesin Hybrid

Harga Toyota Vios Bakal Setara Avanza?

Foto Toyota Vios E CVT

Harga Toyota Vios yang sempat turun Rp 60 jutaan membuat inden membludak

Bagi segmen tertentu ini aturan ini menjadi angin segar, mobil jenis sedan misalnya. Selama ini besaran PPnBM pada sedan berkapasitas sampai 1.500 cc sesuai PP no.41 tahun 2013 adalah 30%. Dengan aturan baru yakni Pasal 4 PP 73 tahun 2019 mobil penumpang di bawah 10 orang dengan kapasitas sampai dengan 3.000 cc termasuk sedan dan MPV bisa mendapatkan PPnBM sebesar 15%. 

Tapi tentunya harus memenuhi persyaratan berupa konsumsi BBM lebih dari 15,5 km/liter atau kadar emisi kurang dari 150 gr/km. Bila mobil berbahan bakar diesel, untuk bisa mendapatkan PPnBM 15% maka harus memiliki konsumsi bahan bakar lebih dari 17,5 km/liter atau tingkat emisi kurang dari 150 gr/km. Makin besar emisinya, tarif PPnBM yang dikenakan juga semakin tinggi dengan rincian berikut. 

PPnBM 20%

PPnBM 20% dikenakan pada kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi untuk semua kapasitas isi silinder sampai dengan 3.000 (tiga ribu) cc dengan:

a. motor bakar cetus api dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 11,5 (sebelas koma lima) kilometer per liter sampai dengan 15,5 (lima belas koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 mulai dari 150 (seratus lima puluh) gram per kilometer sampai dengan 200 (dua ratus) gram per kilometer; atau

b. motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 13 (tiga belas) kilometer per liter sampai dengan 17,5 (tujuh belas koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 mulai dari 150 (seratus lima puluh) gram per kilometer sampai dengan 200 (dua
ratus) gram per kilometer.

PPnBM 25%

PPnBM 25% dikenakan pada kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi untuk semua kapasitas isi silinder sampai dengan 3.000 (tiga ribu) cc dengan:

a. motor bakar cetus api dengan konsumsi bahan bakar minyak mulai dari 9,3 (sembilan koma tiga) kilometer per liter sampai dengan 11,5 (sebelas koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 lebih dari 200 (dua ratus) gram per kilometer sampai dengan 250 (dua ratus lima puluh) gram per kilometer; atau

b. motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar minyak mulai dari 10,5 (sepuluh koma lima) kilometer per liter sampai dengan 13 (tiga belas) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 lebih dari 200 (dua ratus) gram per kilometer sampai dengan 250 (dua ratus lima puluh) gram per kilometer.

Foto Toyota Vios E CVT di jalan

Kalau Harga Toyota Vios sama dengan Avanza bukan tak mungkin jadi buruan

PPnBM 40%

PPnBM 40% (empat puluh persen) akan berlaku pada kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi untuk semua kapasitas isi silinder sampai dengan 3.000 (tiga ribu) cc dengan:

a. motor bakar cetus api dengan konsumsi bahan bakar minyak kurang dari 9,3 (sembilan koma tiga) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 lebih dari 250 (dua ratus lima puluh) gram per kilometer; atau

b. motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar minyak kurang dari 10,5 (sepuluh koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 lebih dari 250 (dua ratus lima puluh) gram per kilometer.

Foto menunjukkan Toyota Avanza 2019 tampak samping depan

Harga Toyota Avanza bakal mengalami dampak dari aturan PPnBM baru

>>> Diskon PPnBM Bikin Pemesanan Toyota Vios Harus Inden

Diharapkan Mobil Sedan Makin Dilirik

Perubahan tarif PPnBM tersebut pastinya akan berpengaruh pada harga. Tapi mungkinkah harga sedan seperti Toyota Vios akan setara dengan Avanza atau bahkan MPV lainnya karena aturan pajak baru itu? 

Sekadar gambaran kasar, kita bisa melihat harga yang tertera ketika sedan Vios ataupun Avanza sama-sama mendapat diskon PPnBM 100%. Jika diperhatikan, harga Toyota Avanza masih lebih murah ketimbang Vios. Ini lantaran Dasar Pengenaan Pajak pada Vios juga lebih besar ketimbang Avanza. 

Kala itu harga Toyota Avanza paling murah dibanderol Rp 187,6 juta. Kemudian versi termahalnya dijual seharga Rp 239,35 juta. Sementara harga Toyota Vios dengan PPnBM 0%, paling murahnya dijual Rp 252,4 juta dan termahal Rp 281,6 juta. Itu baru sekadar gambaran, tentunya untuk kepastian harga menunggu aturan itu resmi berlaku. 

Kalaupun nanti dikenakan dengan besaran pajak yang sama, mungkin selisih harga Toyota Avanza dan Vios tak terlampau jauh. Setidaknya harga Toyota Vios dan sedan lainnya bisa turun. Dengan begitu diharapkan penjualan sedan bisa kembali bergairah seperti sedia kala. 

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Soegiarto pun mengamini hal itu. Dijelaskan Jongkie kemungkinan adanya penurunan harga pada sedan, akan membuat pasar otomotif Indonesia lebih beragam. Tak melulu mengandalkan MPV sekaligus bisa mengekspor ke mancanegara. 

"Jadi nanti sedan-sedan bisa lebih murah harganya nanti mungkin lebih laku dan lain-lain, MPV laku juga sehingga nanti prinsipal dapat memproduksi kendaraan tersebut," beber Jongkie belum lama ini. 

>>> Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan Hingga September 2021

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top