Ada Aturan PPnBM Baru, Benarkah Sedan Mercedes-Benz Bisa Lebih Murah?

13/03/2020

Pasar mobil

3 menit

Ada Aturan PPnBM Baru, Benarkah Sedan Mercedes-Benz Bisa Lebih Murah?
Adanya aturan PPnBM baru pada industri otomotif bisa jadi mengubah skema harga sedan premium di Indonesia. Tapi apa benar sedan Mercedes-Benz jadi lebih murah?

Pemerintah telah merumuskan aturan perpajakan baru terkait dengan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.73 tahun 2019. Aturan perpajakan baru ini tak lagi mengacu pada kubikasi mesin, melainkan konsumsi bahan bakar dan emisinya. Seperti diketahui, sebelumnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2013, besaran PPnBM mobil diklasifikasikan berdasakan kapasitas mesinnya. 

Aturan PPnBM ini juga sekaligus dibuat sebagai stimulan agar pasar sedan yang sempat lesu bisa kembali bergairah lantaran besaran PPnBM turun bahkan bisa lebih rendah dari Low MPV seperti Avanza, Xenia, Mobilio, dan sederet model lainnya. Namun perlu dicatat, semua itu bisa terwujud asalkan sedan bisa mencapai konsumsi bahan bakar dan emisi sesuai dengan ketentuan. 

Di satu sisi, ini juga menguntungkan bagi produsen mobil premium seperti Mercedes-Benz yang memiliki banyak model sedan. Bisa jadi harga mobil sedannya turun lantaran aturan PPnBM tersebut. 

>>> Pajak Barang Mewah Tidak Lagi Lihat Desain, Tapi Emisi Buang

Benarkah PPnBM baru bisa bikin harga sedan turun? 

"Belum bisa kami konfirmasi juga, karena komponen harga itu kan tidak hanya dari nilai faktor pajak saja tapi ada juga nilai tukar COGS (Cost of Goods Sold) misalnya harga pokoknya seperti apa, cost-cost yang lain masuk di situ," terang Deputy Director Sales Operations & Product Management PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto kepada wartawan di bilangan Senayan, Jakarta. 

Dengan demikian, belum bisa dipastikan bahwa harga sedan Mercedes-Benz langsung turun ketika aturan PPnBM tersebut mulai berlaku pda 16 Oktober 2021. Mercedes-Benz sendiri akan mengacu pada banyak hal sebelum nantinya menentukan harga jual sedan-sedannya ditambah dengan perhitungan aturan PPnBM baru. Meski begitu, Mercedes-Benz menilai hal ini positif bahwa aturan PPnBM ini bisa kembali menggairahkan segmen sedan yang beberapa tahun belakangan mulai ditinggalkan. 

Sedan terbaru Mercedes-Benz

Mercedes-Benz masih mengkaji harga mobilnya ketika nanti aturan PPnBM baru telah diterapkan

>>> Honda All New City 2020 Dijual Di Indonesia, Harganya Bisa Lebih Mahal Rp 30 Jutaan, Masih Mau Beli?

"Jadi tentu kalau nanti ada penyesuaian bea masuk untuk sedan, kami akan hitung ulang efeknya terhadap harga seperti apa tapi tentu tidak one on one, misalnya turun berapa persen jadi berapa? Nggak juga, karena ada faktor juga by the time aturan tersebut dilaksanakan bisa jadi nilai tukar berubah, itu yang kita perhitungkan juga dalam hal penentuan harganya," jelas Kariyanto.  

Berikut aturan besaran PPnBM kendaraan yang berkapasitas hingga 3.000cc sesuai dengan PP no.73 tahun 2019.

Kendaraan Bermotor Angkutan Orang untuk Pengangkutan kurang dari 10 (Sepuluh) Orang Termasuk Pengemudi. Kapasitas Isi Silinder sampai dengan 3.000cc.

PPn BM 15%

Kelompok Barang Kena Pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan tarif sebesar 15% (lima belas persen), merupakan kendaraan bermotor angkutan orang untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi untuk semua kapasitas isi
silinder sampai dengan 3.000 (tiga ribu) cc dengan:
a. motor bakar cetus api dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 15,5 (lima belas koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 kurang dari 150 (seratus lima puluh) gram per kilometer; atau
b. motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 17,5 (tujuh belas koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 kurang dari 150 (seratus lima puluh) gram per kilometer.

Mercedes-Benz S Class S600 Guard dipilih jadi kendaraan dinas presiden Jokowi

Harga sedan Mercedes-Benz belum tentu turun akibat aturan PPnBM baru

>>> Mulai 2020, Jakarta Terapkan Insentif Mobil Listrik

PPnBM 20%

Kelompok Barang Kena Pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan tarif sebesar 20% (dua puluh persen), merupakan kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi untuk semua kapasitas isi silinder sampai dengan 3.000 (tiga ribu) cc dengan:

a. motor bakar cetus api dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 11,5 (sebelas koma lima) kilometer per liter sampai dengan 15,5 (lima belas koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 mulai dari 150 (seratus lima puluh) gram per kilometer sampai dengan 200 (dua ratus) gram per kilometer; atau

b. motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 13 (tiga belas) kilometer per liter sampai dengan 17,5 (tujuh belas koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 mulai dari 150 (seratus lima puluh) gram per kilometer sampai dengan 200 (dua
ratus) gram per kilometer.

>>> Aturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Diterbitkan, Ini Rinciannya

PPnBM 25%

Kelompok Barang Kena Pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan tarif sebesar 25% (dua puluh lima persen), merupakan kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi untuk semua kapasitas isi silinder sampai dengan 3.000 (tiga ribu) cc dengan:
a. motor bakar cetus api dengan konsumsi bahan bakar minyak mulai dari 9,3 (sembilan koma tiga) kilometer per liter sampai dengan 11,5 (sebelas koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 lebih dari 200 (dua ratus) gram per kilometer sampai dengan 250 (dua ratus lima puluh) gram per kilometer; atau
b. motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar minyak mulai dari 10,5 (sepuluh koma lima) kilometer per liter sampai dengan 13 (tiga belas) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 lebih dari 200 (dua ratus) gram per kilometer sampai dengan 250 (dua ratus lima puluh) gram per kilometer.

PPnBM 40%

Kelompok Barang Kena Pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan tarif sebesar 40% (empat puluh persen), merupakan kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi untuk semua kapasitas isi silinder sampai dengan 3.000 (tiga ribu) cc dengan:
a. motor bakar cetus api dengan konsumsi bahan bakar minyak kurang dari 9,3 (sembilan koma tiga) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 lebih dari 250 (dua ratus lima puluh) gram per kilometer; atau
b. motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar minyak kurang dari 10,5 (sepuluh koma lima) kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 lebih dari 250 (dua ratus lima puluh) gram per kilometer.

>>> Simak juga berbagai berita terkini dunia otomotif lainnya di sini

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top