755 Angkutan Umum Di Kota Bekasi Belum Lakukan Uji KIR

21/08/2017

Pasar mobil
755 Angkutan Umum Di Kota Bekasi Belum Lakukan Uji KIR
Ratusan angkutan perkotaan (angkot) yang melebihi masa trayek (operasional) menyebabkan pemilik kendaraan enggan melakukan pengujian keaikan.

Waduh gawat sudah tercatat ada sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi, Jawa Barat belum melakukan pengujian berkala kendaraan (KIR). Pengaruhnya, potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari bidang tersebut menjadi berkurang, serta ratusan kendaraan tersebut rawan terjadi kecelakaan.

Kepala Seksi Pengujian Sarana pada Dinas Perhubungan, Kota Bekasi, Sudarsono memberitahukan, jumlah kendaraan angkutan umum di daerah setempat mencapai hingga 5000-an. Namun, yang aktif melakukan KIR hanya 4245, sedangkan 755 tidak aktif.

Angkutan umum sedang di uji KIR.

Pengujian KIR perlu dilakukan secara berkala

Dari jumlah itu, angkutan barang mencapai sehingga 648, sedangkan angkutan penumpang ada 107. 755 kendaraan ini yaitu angkot, mobil kecil seperti pikap, serta truk besar dengan jumlah sumbu empat sampai lima.

>>> Baca juga: SURAT KELENGKAPAN MOBIL

"Ada bermacam alasan di kalangan pemilik kendaraan yang belum memperpanjang masa KIR," ujar Sudarsono pada Jumat (18/8).

Misalnya, kata dia, kendaraan terkait usianya sudah tua, pemiliknya lalai karena malas atau sempat, enggan mengurus dokumen kendaraan di waktu jam kerja. Padahal, sesuai dengan peraturan, setiap kendaraan yang usianya sudah terlampau tua wajib melakukan uji kelaiakan setiap enam bulan sekali, Pengujian KIR ini sangat penting terhadap keamanan penumpang dan barang.

pemilik membawa mobil ke tempat pengujian KIR

Sebuah truk box sedang diuji remnya di Pengujian kendaraan bermotor

Bagi orang tersebut, biasanya akan memperpanjang masa KIR dengan cara dirapel atau digabung dengan masa KIR sebelumnya. Sebenarnya kalau tidak ada waktu luang, pemiliknya bisa minta tolong dengan kerabatnya dengan catatan melampirkan surat kuasa dan fotokopi KTP.

Biaya uji kalaikan cukup murah, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2012, hanya Rp 47.500. Pihaknya juga siap jemput bola, asalkan jumlah kendaraan yang diuji minimal 10 unit. Namun, berdasarkan catatannya, perolehan retribusi KIR saat ini belum sesuai harapan. Hingga pertengahan Agustus 2017, retribusi KIR baru menembus 54,63 persen dari target Rp 4,063 miliar di tahun 2017.

>>> Klik di sini untuk mengupdate berita pasar mobil terbaru!

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana menambahkan, kendaraan angkutan barang dan orang yang melanggar uji KIR dikenakan sanksi tilang. "Buki KIR akan kami tahan. Jika tertangkap lagi, surat kendaraan sampai kendaraannya akan ditahan," tegasnya.

Yayan mengatakan, pemilik angkutan umum bisa mengambil kendaraannya jika sudah menunaikan kewajibannya melakukan uji kelaikan. "Pengujian ini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas mobil angkutan," tutupnya.

>>> Klik disini untuk mengupdate berita terbaru

 
back to top