70% Mobil Peugeot Sudah Bertenaga Listrik, Berikut Daftarnya

19/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Sejalan dengan strategi brand Peugeot Power of Choice dikatakan saat ini sebanyak 70 persen mobil Peugeot sudah bertenaga listrik, berikut daftarnya.

Sepak terjang Peugeot Global dalam bertransformasi ke masa depan semakin tajam. Di bawah grup Stellantis, Peugeot semakin agresif dalam melakukan penetrasi kepada pasar. Tidak hanya menjual mobil konvensional, inovasi yang dilakukan sangatlah cepat dan tidak tanggung-tanggung untuk produski mobil Peugeot.

>>> Debut Peugeot 9X8, Seekor Kucing Besar yang Kencang

Gambar menunjukan Mobil Peugeot

Strategi elektrifikasi Peugoet

70% Model Peugeot Sudah Dialiri Listrik

Terakhir, pabrikan asal Perancis ini telah meluncurkan mobil Peugeot 308 generasi terbaru. Menjadi pembeda, karena varian elektrifikasinya. Peugeot 308 PHEV menjadi andalan Peugeot untuk global. 

Langkah terakhir ini, membantu pencapaian 70 persen dari seluruh model yang ditawarkan mobil Peugeot telah terelektrifikasi. Raihan 70% tersebut merupakan kombinasi antara lineup mobil penumpang dan juga mobil komersial yang ditawarkan oleh Peugeot. 

Pada tahun 2023, 85% dari seluruh lineup Peugeot akan terelektrifikasi dan akan meraih angka 100% pada tahun 2025 untuk wilayah Eropa. Era elektrifikasi Peugeot telah dimulai semenjak tiga tahun lalu dengan peluncuran Peugeot e-208.

>>> Kisah Peugeot 106, Mantan Mobil Listrik Terlaris di Tahun 2010

Gambar menunjukan Mobil Peugeot

Tampilan Peugeot 308 generasi terbaru

Strategi Brand Peugeot Power of Choice

Semenjak itu, secara cepat Peugeot mengadaptasi teknologi masa depan ini di berbagai lineup yang ditawarkan. Namun demikian mobil Peugeot masih menawarkan opsi teknologi mesin bensin pada lineup. Hal ini menegaskan pada strategi brand Peugeot yaitu ‘Power of Choice’.

Rangkaian elektrifikasi yang telah ditawarkan berupa mobil penumpang full elektrik dengan Peugeot e-208 dan e-2008, varian hybrid yang ditawarkan Peugeot 3008 PHEV, 508 PHEV, 508 SW PHEV, hingga yang terbaru Peugeot 308 PHEV dan 308 SW PHEV. Sementara mobil komersial memiliki lineup Peugeot e-Partner, e-Expert, e-Boxer, dan terakhir Peugeot h-Expert akan menggunakan teknologi hidrogen.

“Elektrifikasi memiliki tempat di hati dari strategi Power of Choice Peugeot yang akan memberikan konsumen kami memilih jenis mesin yang mereka inginkan dan paling sesuai dengan kebutuhan mereka,” ucap Linda Jackson, Peugeot Chief Executive Officer.

Bagi Peugeot, tawaran model elektrik dan mesin yang menggunakan bahan bakar baik segmen mobil penumpang dan komersial akan memberikan pilihan. Sehingga memudahkan setiap orang baik pribadi maupun profesional untuk memiliki mobilitas yang fleksibel dan dapat menunjang segala aktivitas yang dilakukan. Brand Peugeot sangat optimis akan membawa Bumi agar kembali lebih hijau.          

>>> Pahami Etika Berkendara dan Menjaga Emosi Berkendara di Jalan Raya

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top