50 Kamera e-TLE Baru di Jakarta Bakal Intai Pelanggar Lalu Lintas

22/01/2021

Pasar mobil

5 menit

Polisi tengah meminta 50 kamera e-TLE baru di Jakarta guna mengawasi para pelanggar lalu lintas. Kamera e-TLE dinilai efektif tekan pelanggar lalu lintas.

Kamera e-TLE tampaknya cukup efektif untuk memantau pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara di Ibu Kota. Rencananya, jumlah kamera tersebut akan ditambah guna mengawasi pengendara yang tak disiplin dalam berlalu lintas. 

>>> Daftar Kota Yang Telah Dilengkapi Tilang Elektronik

Dalam Tahap Pengajuan

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro saat ini tengah mengajukan penambahan 50 kamera e-TLE baru di Jakarta ke Pemprov DKI untuk meng-cover pelanggaran lalu lintas.

“Saat ini kamera e-TLE di Jakarta ada 53 kamera dan itu adalah tahap kedua. Tahun 2021 ini kita akan kembangkan tahap ketiga dengan penambahan sekitar 50 kamera baru yang proposalnya dalam waktu dekat akan kita ajukan ke pemda DKI,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dilihat Cintamobil dalam laman NTMC Polri, Jumat (22/1/2021). 

kamera CCTV untuk tilang elektronik

Cukup membantu kepolisian memantau para pelanggar lalu lintas

Sambodo juga menambahkan kamera e-TLE baru di Jakarta tersebut bakal dipasang di sejumlah jalur Transjakarta dan beberapa ruas tol Ibu Kota. Nantinya, kamera e-TLE yang terpasang di jalan tol Untuk diketahui, saat ini kamera e-TLE baru terpasang di busway Mampang Prapatan.

“Termasuk juga kepada pengelola jalan tol dan pengelola TransJakarta agar di jalan tol maupun jalur busway itu juga dipasangi kamera e-TLE, sehingga para pengendara yang nyelonong masuk jalur busway bisa tertangkap kamera. Demikian juga dengan kendaraan-kendaraan yang melanggar batas kecepatan di jalan tol bisa tertangkap di kamera,” terang Sambodo.

Sambodo juga menyebut e-TLE efektif mengurangi pelanggaran lalu lintas di Ibu Kota, khususnya di titik-titik yang sudah terpasang kamera tilang elektronik. Kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas juga dinilai mengalami peningkatan.

“Dari data yang menunjukkan bahwa di titik-titik yang terdapat kamera e-TLE terjadi penurunan pelanggaran yang ter-capture oleh kamera. Artinya, di titik tersebut terjadi peningkatan disiplin berlalu lintas. Hal ini menunjukkan efektivitas kamera e-TLE dalam meningkatkan disiplin lalu lintas pengendara di Jakarta,” pungkasnya.

>>> Wacana Polisi Tak Lakukan Tilang di Jalan Raya

Bisa Deteksi Banyak Pelanggaran Lalu Lintas

Kamera e-TLE sejatinya perdana digunakan pada Juli 2019. Dimulai dari 12 kamera CCTV, kini jumlahnya terus bertambah. Kamera e-TLE ini terbilang canggih karena bisa mendeteksi pelanggaran yang dilakukan pengendara. Adapun jenis pelanggaran yang tertangkap kamera e-TLE antara lain: 

  • Pelanggaran ganjil-genap
  • Pelanggaran marka dan rambu jalan
  • Parkir tidak pada tempatnya
  • Pelanggaran batas kecepatan
  • Kesalahan jalur
  • Pelanggaran di jalur TransJakarta
  • Kelebihan daya angkut dan dimensi
  • Menerobos lampu merah
  • Melawan arah
  • Mengemudi dengan kecepatan melebihi batas
  • Tidak menggunakan sabuk pengaman
  • Menaikkan atau menurunkan penumpang dan berhenti di sembarang tempa
  • Menggunakan ponsel saat berkendara
  • Tidak menggunakan helm
  • Membonceng lebih dari satu

kawasan dengan kamera ETLE

Bisa menangkap banyak pelanggaran lalu lintas

Nantinya hasil tangkapan gambar pelanggaran dari CCTV itu akan langsung diterima petugas di back office traffic NTMC dan akan dianalisis apakah benar telah terjadi pelanggaran atau tidak.

Kemudian setelah data yang dicocokan valid, petugas akan mengirim surat konfirmasi berikut foto bukti pelanggaran. Pengiriman bukti pelanggaran bisa dilakukan lewat pos, surel, atau nomor ponsel pemilik kendaraan.

Pengiriman ini biasanya dilakukan 3 hari setelah terjadi pelanggaran. Setelah itu pelanggar diberi waktu tujuh hari untuk menjawab surat konfirmasi tersebut. Selain peringatan, pengendara yang melanggar lalu lintas akan langsung menerima denda ke alamat pemilik kendaraan yang tercantum di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

>>> Kenali Perbedaan Surat Tilang Biru dan Merah

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Roles

Sebagai Editor di Cintamobil.com, Dina berperan menulis sekaligus mengedit tulisan agar lebih enak untuk dibaca dan juga mengontrol pemberitaan yang lebih layak. Di samping itu, tetap memantau pergerakan berita di industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri.

Specialities

  • Memantau pergerakan berita di industri otomotif sekaligus menulisnya dengan cepat
  • Mengedit berita

Experience

  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
  • Geneva International Motor Show 2017
  • Tokyo Auto Salon 2019

 
back to top