5 Hal yang Bisa Anda Pelajari dari Formula 1 2021 Portuguese GP

11/05/2021

Pasar mobil

4 menit

Anda penggemar Formula 1? Simak 5 hal yang bisa Anda pelajari dari Formula 1 tahun 2021 Portuguese GP kali ini.

Formula 1 2021 telah dilaksanakan di Portugal. Formula 1 tahun ini akan berlangsung dalam satu season mulai dari tanggal 28 Maret 2021 hingga 12 Desember 2021. Season yang kali ini akan membawa nama-nama pembalap yang handal seperti Lewis Hamilton dari Inggris, M. Verstappen dari Belanda, dan masih banyak yang lainnya.

Formula 1 full race yang telah dilaksanakan di Portugal pada tanggal 2 Mei 2021 kemarin cukup menyita perhatian para penggemar F1. Karena Lewis Hamilton menempati urutan pertama di Portuguese GP setelah sebelumnya menempati urutan kedua di Emilia Romagna GP.

Untuk Anda penggemar F1, berikut ini adalah 5 hal yang bisa Anda pelajari dari Formula 1 2021 Portuguese GP:

1. Lewis Hamilton Dalam Posisi Terbaik di Portuguese GP

Jika tahun lalu Hamilton memecahkan rekor kemenangan sebanyak 92 kali pada Portimao, tahun ini Hamilton mengincar posisi untuk memecahkan rekor sebagai pembalap pertama yang melewati pole position sebanyak 100 kali.

Meskipun sempat dikalahkan oleh Valtteri Bottas dengan tujuh per seribu detik, hal ini tidak membuat Hamilton gentar. Hamilton justru tampil di F1 dengan strategi dan kemampuan terbaiknya untuk menang dan meraih rekor yang dicita-citakannya.

lewis hamilton sedang berada di atas podium

Lewis Hamilton ketika memenangkan GP Portugal

Satu-satunya kesalahan yang terjadi selama balapan adalah setelah restart safety car. Ketika Bottas sempat mengetahui Hamilton melihat lewat kaca spion dan langsung melaju, meninggalkan rekan satu timnya bersama Max Verstappen di belakang. Hamilton sempat kehilangan posisinya. Tetapi dengan cepat langsung mengejar posisinya dan melewati 2 pembalap tersebut hanya dengan 14 lap.

>>> Lewis Hamilton Minta Haters Stop 'Ganggu' Bottas di Formula 1 2021

2. Bottas Masih Menunggu Gebrakan Tahun 2021

Setelah tragedi yang terjadi di Imola, balapan F1 kali ini seolah menjadi pertanda bahwa Bottas sudah siap untuk balapan lagi. Akhirnya ia bisa keluar dari permasalahan tentang pemanasan roda yang selama ini membayanginya.

Tetapi pertandingan kali ini justru seolah mengalami pola yang sama dengan yang sebelumnya, di mana Bottas gagal untuk mengambil alih kontrol balapan sehingga ia kalah dari Hamilton dan duduk di peringkat ketiga.

Sebenarnya, hal ini bukan sepenuhnya salah Bottas. Mercedes ketahuan oleh Red Bull yang mendahulukan Verstappen di pit. Sehingga Verstappen memiliki waktu lebih awal untuk memanaskan roda. Kesalahan sensor exhaust yang terlambat membuat mesin mobil Bottas menjadi safety mode. Sehingga Bottas ketinggalan 5 detik ketika ia sedang serius balapan dengan RedBull

>>> Formula 1: Drive to Survive Musim Ketiga Rilis di Netflix 19 Maret

botta masih menunggu gebrakan di tahun 2021

Bottas menunggu gebrakan yang akan terjadi di tahun 2021

Hal ini memang terjadi karena kejadian tertentu. Tetapi Bottas kehilangan langkah yang tepat pada saat di kecepatan medium saat melawan Hamilton dan Verstappen. Dikarenakan persaingan dengan RedBull sangat sengit, Bottas sebaiknya memahami permasalahannya dengan cepat jika Ia ingin menjadi real player dalam balapan ini.

>>> Porsche Siap Kembali ke Balapan Formula 1

3. Perez Menunjukkan ‘Red Bull Kelaparan’ yang Selama Ini Hilang

Berada di posisi keempat dengan jarak waktu 10 detik dari Verstappen, mungkin bukanlah langkah yang hebat untuk pembalap terbaru di Red Bull kedua. Tetapi Sergio Perez menunjukkan ambisi yang sesungguhnya, yang selama ini menghilang dari team, di Portimao.

Sejak Daniel Ricciardo yang sudah keluar di tahun 2018, Perez menunjukkan ambisi baru dan tentunya harapan baru bagi Red Bull. setelah mengalahkan Verstappen di Imola, Perez hanya ketinggalan 0,1444 detik dari rekannya di Portimao. Itu adalah hasil yang cukup bagus untuk pembalap terbaru Red Bull.

Perez berada di dalam tim Red Bull

Perez yang berada di tim Red Bull menunjukkan 'kelaparan' 

Sayangnya, Perez merasa kecewa setelah kualifikasi tersebut. Menurut Perez, berada di posisi keempat adalah ‘absolut minimum’ untuk pembalap RedBull, dan jika hal tersebut terjadi di Abu Dhabi, ia akan merasa sangat kecewa dengan hasilnya.

Selama balapan, Perez kehilangan kontak dengan pemimpinnya setelah dilewati oleh Lando Norris setelah opening lap. Perez mengira hal tersebut terjadi diluar jalur, dan dia jalur akan dikembalikan kepadanya, tetapi ternyata tidak. Tetapi akhirnya, Ia berada bersama 3 juara lainnya di depan.

Fakta bahwa Perez tidak bisa menerima hasil dari balapan ini menunjukkan betapa besar perbedaan dinamis pada RedBull saat ini. Ini adalah hal yang baik untuk mempertahankan tantangan dalam kejuaraan.

>>> [INFOGRAFIK] Sejarah Safety Car Formula 1 dari Masa ke Masa

4. Langkah Besar Alpine Selanjutnya yang Masih Menjadi Misteri

Meskipun Alpine berada di tengah-tengah selama pertandingan, langkah mereka selanjutnya masih saja belum diketahui ataupun dibaca oleh penggemar F1.

Formula 1 live di Portugal, Alpine menambahkan beberapa anggota baru yaitu Esteban Ocon dan Fernando Alonso. Ocon telah memiliki kualifikasi di posisi ke-6 dan finish di posisi ke-7. Sedangkan Alonso berusaha keras setelah mundur di posisi ke-13 saat kualifikasi dan Finish di posisi ke-8 dengan poin ganda berturut-turut untuk tim Renault.

salah satu pembalap alpine tim sedang melajukan mobilnya

Pembalap Alpine dengan dua anggota baru

>>> Teknologi Formula 1 Shell V-Power Nitro+ Bikin Mobil Lebih Bertenaga

Ini adalah pertanda yang baik bagi Alpine karena mereka ingin menyingkirkan Aston Martin dan mulai bergabung di balapan kelas menengah atas. Tetapi masih ada pertanyaan yang menjadi misteri yaitu kenapa mobil A521 mampu bekerja dengan sangat baik di Portimao. Bahkan Alonso masih mengatakan hal tersebut adalah misteri. Sedangkan mengapa ia sangat lambat saat kualifikasi juga masih belum diketahui.

5. Ferrari Masih Belum Yakin untuk Menurunkan Kecepatan Balapan

Bagi Ferrari untuk menyelesaikan pertandingan sebagai tim keempat yang tercepat dan kemudian dikecewakan adalah suatu hal yang sangat membanggakan sejak tahun 2020. 

Carlos Seinz memimpin pada kualifikasi saat Charles Leclerc berjuang di posisi ke-8. Tetapi peran tersebut berbalik selama balapan. Hasil sebelum balapan Ferrari menunjukkan bahwa medium adalah fase yang cocok untuk balapan mereka. Sedangkan perjuangan yang sesungguhnya adalah SF21 yang berjuang.

Strategi Seinz yang soft atau medium berarti dia tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan deretan mobil yg melewatinya, sehingga ia berada di posisi 11. Leclerc melaju dengan baik dan mengikuti Lando Norris di posisi ke-5. Sayangnya ia merusak kesempatan pada saat kualifikasi dan akhirnya tujuan finish di 5 besar tidak dapat diraih.

>>> HM9-SV, Jam Tangan Seharga Ferrari Berdesain Mesin Mobil Retro

mobil tim ferrari

Ferrari masih belum mau menurunkan kecepatan saat balapan 

Ini adalah suatu perkembangan untuk Ferrari tetapi tim mereka tidak yakin seberapa bagus perkembangan tersebut. Jika Ferrari benar-benar bisa mengerti perkembangan mereka, tentunya akan sangat mudah melawan McLaren di posisi ketiga untuk klasemen konstruktor.

Formula 1 full race baru saja berlangsung beberapa minggu. Tentunya ini masih terlalu awal untuk berspekulasi tentang mana tim yang terkuat dan mana yang berpotensi membuat gebrakan tahun ini. Masih ada beberapa balapan Formula 1 yang perlu disaksikan untuk mengambil kesimpulan tersebut. Tetapi hal ini tidak membuat balapan F1 tahun ini menjadi kurang asik. Tahun ini akan dipenuhi dengan kejutan-kejutan baru seperti yang terjadi pada Alpine dan Ferrari.

>>> Penuh Tombol dan Pengaturan, Bagaimana Agar Pembalap Tak Salah Tekan Setir Formula 1?

Pertanyaan Sering Diajukan

Kapan Formula 1 tahun 2021 diselenggarakan?
Mulai tanggal 28 Maret 2021 hingga 12 Desember 2021
Di mana saja Formula 1 sudah dilaksanakan tahun ini?
Bahrain GP, Emilia Romagna GP, dan Portuguese GP
Siapa yang menduduki 3 juara di Portuguese GP?
L Hamilton di posisi pertama, M Verstappen di posisi kedua, dan V Bottas di posisi ketiga

Menyukai dunia menulis di bangku SMP hingga serius menggeluti dunia SEO sejak tahun 2011. Penggemar berat FC Barcelona, konser musik, dan eksplorasi alam, kini menulis SEO di Cintamobil.com sejak Maret 2021.

 
back to top