5 Alasan Mengapa E-Prix Jakarta Patut Dinantikan

16/07/2019

Pasar mobil

10 menit

Share this post:
5 Alasan Mengapa E-Prix Jakarta Patut Dinantikan
Gaung E-Prix Jakarta sedang bergema setelah gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan rencana menggelar balap Formula E. Apakah balapan tersebut patut dinantikan? Berikut kami berikan 5 alasannya.

Akhir pekan ini, Anies Baswedan bertolak menuju New York, Amerika Serikat untuk bertemu dengan dua figur penting Formula E, sang CEO Alejandro Agag dan Co-Founder sekaligus Chief Championship Officer, Alberto Longo, untuk membicarakan prospek E-Prix Jakarta, yang mungkin masuk kalender musim 2019/2020.

>>> Efek perang dagang, pabrikan Cina siap produksi mobil listrik di Indonesia

Dalam postingan Instagramnya, Anies mengumumkan bahwa Jakarta dipilih untuk menjadi salah satu tuan rumah balapan Formula E musim depan, dan akan menggelar E-Prix Jakarta pertama musim depan.

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, berfoto dengan Alejandro Agag dan Alberto Longo, petinggi Formula E

Sepertinya pengumuman E-Prix Jakarta tinggal menunggu waktu saja (foto: Instagram Anies Baswedan)

Memang, sebelum ada konfirmasi dari Formula E kita tidak bisa berharap terlalu banyak. Namun, E-Prix Jakarta memang patut dinantikan karena beberapa alasan tertentu.

Bukan hanya olahraga dan tontonan ajang balap kelas dunia, beberapa sektor lain juga akan terkena dampak positif E-Prix Jakarta, seperti pemasukan devisa, perkembangan otomotif tanah air, serta kepedulian lingkungan. Untuk lebih jelasnya, simak 5 alasan mengapa balapan ini patut dinantikan:

1. Ajang Balap Kelas Dunia Paling Realistis namun tetap Menguntungkan

Suasana balapan Formula E

Menggunakan jalanan biasa, penyelenggara tak perlu membangun sirkuit khusus untuk balap Formula E (foto: Formula E)

Formula E memiliki konsep balapan di jalan raya dan telah diselenggarakan di berbagai kota metropolitan di berbagai belahan dunia, seperti Paris, Berlin, Roma, bahkan kota super sibuk seperti New York City.

Mulai dari tengah kota hingga airport seperti Tempelhof Berlin disulap jadi sirkuit Formula E, di mana mobil-mobil listrik ramah lingkungan beradu cepat dan menghadirkan tontonan yang menarik.

>>> Temukan mobil impian Anda di sini

Berbeda dari Formula 1, dan MotoGP yang membutuhkan area tertutup yang khusus dibangun untuk sirkuit balap beserta fasilitas pendukung seperti hotel, rumah sakit, bandara, dan lain-lainnya, kami merasa hal ini tidak realistis dalam waktu dekat karena keterbatasan infrastruktur.

Bukan berarti Indonesia tidak bisa menggelar kedua balap tersebut, terlebih dengan perencanaan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, yang diproyeksikan menggelar balap MotoGP dan World Superbike 2021 mendatang.

Namun dalam jangka waktu dekat, E-Prix Jakarta adalah opsi paling realistis karena tidak membutuhkan sirkuit khusus, serta akses dan fasilitas yang terhitung sangat lengkap di Jakarta.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

 

Selain realistis, potensi keuntungan E-Prix Jakarta juga cukup menggiurkan. Terlebih dengan kehadiran turis mancanegara, hak siar, serta berbagai aspek lainnya.

“Dari kajian awal atas rencana ini, E-Prix Jakarta berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi di ibu kota senilai 78 juta Euro (setara Rp 1,2 triliun)," tulis Anies Baswedan di Instagramnya.

>>> Selalu update kabar pasar mobil di sini

"Diperkirakan 35 ribu penonton baik internasional dan domestik akan menghasilkan transaksi ekonomi sekitar 1,6 juta Euro (setara Rp 25 miliar) selama E-Prix berlangsung, baik di industri konsumsi, transportasi maupun akomodasi. Secara tidak langsung akan berdampak di sektor pariwisata kita juga ikut terangkat. Total nilai liputan media tentang Jakarta setara dengan 15 juta Euro (setara Rp 235 miliar)."

2. Atmosfir balap kelas dunia

Felipe Massa, pembalap Venturi Formula E

Mantan pembalap F1 yang kini jadi bingang Formula E, Felipe Massa (foto: Formula E)

Memulai perjalanannya musim 2014/2015, perlahan namun pasti Formula E dikenal sebagai ajang balap kelas dunia. Banyak sekali pembalap top bertarung di kejuaraan ini, mulai dari runner-up F1 2008 Felipe Massa, sampai mantan rekan satu tim Rio Haryanto di Manor 2016 lalu, Pascal Wehrlein.

Dengan line-up berjejal mantan pembalap F1 dan beberapa bintang dari disiplin balap lain, atmosfir persaingan yang dihadirkan di Formula E sangatlah menarik.

3. Lebih dari sekadar balap

Gaming Zone di Formula E

Anda dapat menjajal sensasi berkendara mobil Formula E dengan simulator di gaming zone (foto: Formula E)

Bukan hanya balapan yang jadi fokus di Formula E, penggemar juga bisa mendapatkan pengalaman menarik di sisi lintasan di Allianz E-Village.

Di tempat ini, ada berbagai hal menarik seperti gaming zone, di mana Anda berkesempatan menjajal sensasi mobil Formula E melalui simulator. Selain itu, Anda juga bisa bertemu pembalap favorit Anda, bahkan beradu cepat di simulator.

Bukan hanya soal balapan dan senang-senang, E-Village juga memberikan sarana untuk belajar untuk anak-anak di Kids Zone, serta panggung untuk perusahaan mempertontonkan inovasi terbaru mereka di Inspire Zone.

Ingin mencoba mobil listrik keluaran terbaru? Anda bisa mencoba berbagai mobil listrik anyar keluaran BMW, Porsche, Audi, dan Jaguar di drive Zone.

4. Tonggak Elektrifikasi Indonesia

Skuat BMW Formula E musim 2018-2019

Salah satu pabrikan Formula E yang memiliki ATPM di Indonesia, BMW

Dari 12 tim yang berlaga pada Formula E musim 2019-2020, 11 di antaranya merupakan tim pabrikan, dengan beberapa memiliki ATPM di Indonesia, mulai dari Audi, Porsche, BMW, Jaguar Land Rover, Mercedes, sampai Nissan.

>>> Fokus elektrifikasi, BMW enggan campakkan mesin konvensional

E-Prix Jakarta bisa jadi momentum bagi perkembangan elektrifikasi di Indonesia, terlebih dengan kebijakan pemerintah yang mulai mengarah ke sana dengan menargetkan produksi mobil listrik dalam lima tahun ke depan.

Bukan tidak mungkin kehadiran balapan Formula E di Indonesia, pemerintah semakin mendukung elektrifikasi dengan membuat beberapa kebijakan yang mendukung mobil ramah lingkungan tersebut, dan juga disambut positif oleh ATPM.

5. Meningkatkan pentingnya kesadaran lingkungan

Mobil Formula E Generasi kedua

Sebagai ajang balap, Formula E ingin jadi pelopor dalam hal kesadaran lingkungan

Bukan hanya menghadirkan hiburan di dalam dan luar trek, Formula E juga jadi pelopor akan pentingnya kesadaran lingkungan. Salah satu langkah kongkrit mereka adalah meminimalisir penggunaan plastik, khususnya dalam hal esensial seperti wadah makan dan minum.

Biasanya para pengunjung diberikan tempat minum khusus yang dapat diisi ulang, dan untuk piring serta perlengkapan makan lainnya menggunakan material kayu daur ulang yang mudah terurai. Hal ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta. Jika sebuah ajang balap yang identik dengan polusi saja bisa memiliki visi secemerlang itu, kenapa Jakarta tidak bisa?

Sebelum adanya pengumuman resmi dari Formula E, kami menganggap E-Prix Jakarta masih menjadi sebuah wacana. Namun dengan ketertarikan FE menyelenggarakan balapan di Jakarta, rasanya ini hanya soal waktu. Bagi Anda yang penasaran seperti apa balapan Formula E, simak cuplikan dari E-Prix New York, yang menutup gelaran FE musim 2018-2019:

>>> Simak berita terbaru seputar otomotif di Cintamobil.com

Share this post:
Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.

Berita lain

Imbas Perang Dagang, Produsen Mobil Listrik China Siap Relokasi ke Indonesia

15/07/2019

Pasar mobil

3 menit

Perang dagang antara China dan Amerika Serikat berimbas pada banyak hal. Salah satunya, dua produsen mobil listrik China, BYD dan JAC bakal melakukan relokasi bisnis dan Indonesia jadi salah satu negara yang dilirik dan dipertimbangkan.

Lihat juga

[INFOGRAFIK] Mobil Listrik yang Cocok di Indonesia Adalah…

10/07/2019

Pengemudian

2 menit

Mobil listrik menjadi mainan baru bagi produsen otomotif di seluruh dunia. Dengan beberapa negara sudah menikmati mobil listrik, ada banyak perdebatan tentang mobil listrik yang cocok di Indonesia.

Lihat juga

Ragam Teknologi Mobil Listrik, Mana Yang Paling Relevan Untuk Indonesia?

02/07/2019

Perawatan dan service

5 menit

Dunia otomotif secara keseluruhan sedang beralih menuju elektrifikasi, termasuk Indonesia. Apa saja teknologi mobil listrik yang ada sampai saat ini, dan mana yang paling relevan untuk diterapkan di tanah air?

Lihat juga

Satu Lagi Persembahan Indonesia, Mobil Listrik Garuda Karya UNY

27/06/2019

Pasar mobil

4 menit

Tepat di momen Dies Natalis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ke-55, mobil listrik bernama Garuda UNY telah lahir. Ini menjadi salah satu bukti dari karya anak bangsa yang siap menyambut era kendaraan ramah lingkungan di tahun 2025.

Lihat juga

Indonesia Bisa Produksi Massal Kendaraan Listrik Di Tahun 2025, Asal...

25/06/2019

Pasar mobil

3 menit

Belum terbitnya regulasi kendaraan listrik tak membuat keyakinan memudar. Menristekdikti, Mohamad Nasir optimis tahun 2025 mendatang Indonesia bisa memproduksi kendaraan listrik secara massal, asal syarat terpenuhi.

Lihat juga
 
back to top