4 BUJT Tak Ikut Lelang Tol Gilimanuk-Mengwi, Kurang Menarik?

07/03/2021

Pasar mobil

3 menit

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sedang tahap prakualifikasi. Namun empat Badan Usaha Jalan Tol (BUT) menyatakan tidak mengikuti lelang karena alasan masing-masing.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka pendaftaran Prakualifikasi Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,21 Km mulai 1 Maret hingga 15 Maret 2021. Namun sejauh ini sebanyak 4 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di tanah air menyatakan absen. Mereka tidak mengikuti proses tersebut karena sejumlah alasan.

  • PT Jasa Marga

Digadang menjadi peserta pertama yang mengikuti lelang, PT Jasa Marga (Persero) menyatakan absen dari tender pembangunan tol tersebut. Alasan utamanya lebih karena pertimbangan strategi bisnis perseroan, seperti pembiayaan dan ketiadaan interkoneksi. Jasa Marga saat ini tengah menyelesaikan sejumlah ruas tol dan dalam proses pengusahaan tol yang lain. Sedangkan dari sisi interkoneksi, tol ini tidak akan tersambung langsung dengan tol lain yang dikelola persero, baik itu Tol Bali Mandara maupun yang lain.

"Ruas yang dimaksud tidak termasuk ruas yang kami upayakan peroleh konsesinya karena pertimbangan strategi bisnis," kata Corporate Secretary Jasa Marga (JSMR) Agus Setiawan, dalam keterangannya (3/3/2021).

>>> Tahap Prakualifikasi Tol Gilimanuk-Mengwi Dimulai

Foto Tol Bali Mandara tampak dari udara

Tol Bali Mandara, tol atas air terpanjang di Indonesia yang dikelola PT Jasa Marga

  • PT Hutama Karya

PT Hutama Karya (Persero) tidak mengikuti lelang Tol Gilimanuk-Mengwi karena ingin fokus pada pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Menurut SEVP of Corporate Secretary Hutama Karya Muhammad Fauzan, hingga akhir 2020 pihaknya baru menyelesaikan 44,37% dari total proyek atau sekitar 513 Km dari yang ditargetkan sepanjang 1.156 Km. Artinya masih ada 643 Km lagi ruas JTTS yang harus diselesaikan dengan segera.

"Hutama Karya tidak terkait ruas tol tersebut. Hutama Karya [akan fokus] di Sumatra," tutur Muhammad Fauzan (5/3/2021).

  • PT Brantas Abipraya

Secara PT Brantas Abipraya hanya memiliki 2 proyek tol yang dikelola, yaitu Tol Pekanbaru-Dumai Seksi 5 dan Tol Solo-Kertosono. Namun demikian BUJT ini menyatakan belum berminat ikut menggarap Tol Gilimanuk tanpa menjelaskan detail alasannya.

"Secara umum, Brantas Abipraya siap merintis proyek-proyek KPBU [Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha]. Untuk proyek tol Gilimanuk-Mengwi, kami masih dalam tahap evaluasi terlebih dahulu," kata Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas Danuarta, (3/3/2021).

>>> Mengenal Golongan Kendaraan di Jalan Tol

Foto Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, tol pertama di Provinsi Riau yang diresmikan secara virtual

  • PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP)

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) juga menyatakan tidak ikut lelang karena ingin fokus pada jalan tol yang sudah dimiliki.

"CMNP tidak ikut tender tol Gilimanuk-Mengwi. Kami fokus penuh pada proyek existing," tutur Corporate Secretary CMNP Indah Dahlia Lavie, kepada media, Jum’at (5/3/2021).

Sejauh ini CMNP mengelola tiga jalan tol di Jawa, yaitu Tol Waru-Juanda (12 Km), Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja 10,55 Km), dan Tol Depok-Antasari (Desari 21,5 Km).

Tol Gilimanuk-Mengwi

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi menjadi jalan tol kedua yang dibangun di Bali setelah Tol Bali Mandara. Panjangnya 96,21 Km membentang dari Gilimanuk di ujung barat dan berakhir di daerah Mengwi Kabupaten Badung.

Rencana pembangunannya dibagi menjadi 3 Seksi, yaitu Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan (54 Km), Seksi 2 Pekutatan-Soka (23,6 Km), dan Seksi 3 Soka-Mengwi (21,8 Km). Khusus untuk Seksi 2 dan Seksi 3 terdapat jalur sepeda motor, seperti Tol Bali Mandara.

>>> Tol Bali Mandara, Penghubung Segitiga Emas Pulau Bali

Foto menunjukkan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk

Tol Gilimanuk-Mengwi mudahkan akses dari dan ke Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk

>>> Temukan informasi mobil menarik lainnya hanya di Cintamobil.com

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top