3 Rencana Besar Nissan Untuk Wilayah Asia Oseania

18/03/2019

Pasar mobil
Share this post:
3 Rencana Besar Nissan Untuk Wilayah Asia Oseania
Diskusi Nissan pada acara Nissan Futures di Hongkong, 8-10 Maret 2019 lalu menghasilkan 3 rencana besar Nissan untuk wilayah Asia Oseania. Ketiganya didasarkan pada perkembangan kendaraan listrik yang semakin masif di berbagai negara.

Edisi ke-7 Nissan Futures yang diselenggarakan Nissan Global di Hongkong pada pada 8-10 Maret 2019 sudah selesai. Mengusung tema 'Transform the way we live and drive' even yang dihadiri perwakilan dari 10 negara meliputi pejabat pemerintah, pelaku industri, panelis dan eksekutif Nissan tersebut sukses membahas seputar mobilitas masa depan yang perkembangannya kian masif dan tak terelakkan, terutama yang berkaitan dengan teknologi kendaraan listrik. Result utama dari even Nissan Futures 2019 ini adalah tentang bagaimana Nissan menghadapi tren tersebut serta apa yang perlu disiapkan khususnya untuk wilayah Asia Oseania.

Secara garis besar, ada 3 rencana besar Nissan untuk wilayah Asia Oseania yang tengah dipersiapkan.

1. Kendaraan sebagai sumber energi

Foto Direktur Global kendaraan listrik Nissan

Mobil listrik masa depan diproyeksi jadi sumber listrik untuk berbagai keperluan

Jika awalnya konsep kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) adalah menggunakan daya listrik untuk mengoperasikan kendaraan dengan segala sistemnya. Konsep ini secara perlahan meningkat, kendaraan listrik bakal menjadi aset energi yang bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan seperti penerangan rumah, kantor dan berbagai keperluan lain yang membutuhkan listrik.

"Apakah mobil akan diperlakukan secara berbeda jika mereka dilihat sebagai aset energi terlebih dahulu, dan metode transportasi yang kedua?" tutur Tim Washington, Pendiri JET Charge Australia.

Nicholas Thomas selaku Global Director untuk kendaraan listrik Nissan mengungkapkan bahwa baterai kendaraan listrik Nissan dapat digunakan dalam skala yang lebih besar untuk memberi daya pada rumah, kantor, dan jaringan listrik.

>>> Tak Selamanya Bagus, Ini Dia 5 Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik

2. Memaksimalkan peran manusia pada mobil otonom

Foto dashboard Nissan LEAF

Otonom memberi kemudahan, namun tetap dalam kontrol manusia

Nissan memahami sampai saat ini teknologi otonom sedang dikembangkan para produsen otomotif dunia. Kebanyakan mereka berharap teknologi yang bakal diaplikasikan ke dalam mobil otonom bisa menggantikan peran manusia. Nissan sependapat jika teknologi otonom memberi banyak kemudahan kepada manusia. Namun tidak setuju jika teknologi otonom sepenuhnya lepas dari peran manusia sebab manusia lah yang memiliki kemampuan berpikir, merasakan, dan bertindak.

"Kita dapat berpikir, kita dapat merasakan, kita dapat bertindak. Dan inilah yang perlu dilakukan oleh mobil juga. Mengemudi secara otonom adalah tentang bagaimana sistem manusia dan mobil berinteraksi. Tunjukkan pada saya sistem tanpa manusia, dan saya tunjukkan sistem yang tidak berguna," kata Dr. Maarten Sierhuis, Kepala Bagian Teknologi Nissan Research Center di Silicon Valley.

"Kami membutuhkan efisiensi tetapi kami membutuhkan kota kami untuk mempertahankan karakter mereka dan rasa," tambah Leonido Pullido, III, asisten sekretaris departemen energi untuk Filipina.

So, meski mobil otonom terwujud dengan berbagai kecanggihan teknologi yang dimiliki, semuanya tetap dalam kontrol manusia.

>>> Nissan Kembangkan Sistem Invisible-to-Visible, ‘Melihat yang tak Terlihat’

3. Zero Accident dan Zero Fatalities

Foto NIssan LEAF tampak dari samping belakang

Nissan Intelligent Mobility meningkatkan keselamatan berkendara

Rencana besar Nissan untuk wilayah Asia Oseania berikutnya adalah target Zero Accident dan Zero Fatalities alias mengurangi angka kecelakaan dan angka kematian hingga titik terendah. Di balik pengembangan teknologi kendaraan listrik dan kendaraan otonom, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Nissan memandang tiada hasil yang mengesankan dari perkembangan teknologi jika keselamatan terabaikan, angka kecelakaan dan kematian masih tetap tinggi.

"Mobilitas yang cerdas dapat meningkatkan masyarakat dalam banyak hal tetapi tujuan utamanya adalah mengurangi kematian dan cedera. Kecelakaan di jalan adalah masalah global yang besar, setiap 25 detik satu orang meninggal," tutur Iim Fahima Jachya, CEO/Founder/Owner Queen Rides di Indonesia. "Kami membutuhkan solusi terintegrasi dengan tujuan utama untuk mengurangi kematian di jalan." lanjutnya.

>>> Berita pasar mobil teranyar bisa Anda dapatkan di sini

Menanggapi paparan tersebut, Nissan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan produk-produk kendaraan listrik yang aman. "Sebagai pemimpin dalam elektrifikasi, kami berkomitmen untuk terus untuk mempercepat adopsi mobilitas listrik di Asia dan Oseania untuk membantu mengubah cara kita mengemudi, tetapi juga cara kita hidup," kata Yutaka Sanada, wakil presiden senior regional untuk Nissan Asia & Oceania.

Sebagai langkah nyata dan paling dekat dari rencana besar Nissan untuk wilayah Asia Oseania adalah menghadirkan Nissan LEAF di pasar Indonesia dan Filipina sebagai upaya mendorong elektrifikasi di kedua negara tersebut, dan juga Nissan Serena e-POWER akan menjadi model e-POWER pertama di wilayah Asia Oseania, dimulai dengan Singapura tahun ini.

Foto pengumuman peluncuran Nissan LEAF di Indonesia dan FIlipina

Nissan siap hadirkan mobil listrik Nissan LEAF di Indonesia dan FiIlipina

Untuk Nissan Serena yang dipasarkan di Indonesia, Nissan Motors membekalinya dengan mesin bensin 2000 cc bertipe MR20 dan transmisi otomatis CVT ECO. Intelligent Mobility yang disematkan berupa Intelligent around view monitor (I-AVM), yaitu kamera 360 derajat dengan resolusi tinggi dan fitur Moving Object Detection (MOD) yang memberi tahu saat ada sesuatu yang bergerak di belakang mobil.

>>> Berita terlengkap dari dunia otomotif hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top