RI Targetkan Bangun 1.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik pada 2025

09/10/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
RI Targetkan Bangun 1.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik pada 2025
Indonesia menargetkan bisa membangun 1.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik pada tahun 2025. Hingga saat ini baru 62 stasiun pengisian yang terbangun.

Pemerintah kian serius dalam mempercepat pengadaan kendaraan listrik di Indonesia. Percepatan itu dilakukan dengan sejumlah upaya, mulai dari merilis aturan perpajakan, hingga insentif bagi para produsen. Bahkan pemerintah juga berencana untuk mengganti kendaraan dinas kementerian dan lembaga menjadi mobil listrik. 

Tapi itu saja tak cukup. Adanya mobil listrik tentu wajib ditunjang dengan infrastruktur pengisian baterainya. Di Indonesia, stasiun pengisian kendaraan listrik terbilang masih minim.

Pengisian kendaraan listrik

Adanya infrastuktur pengisian kendaraan listrik juga dapat mempercepat kehadiran mobil listrik

>>> Ngecas Kendaraan Listrik di SPLU, Pemerintah Belum Putuskan Tarif Resminya

Pembangunan Stasiun Pengisian Kian Gencar

Kementerian ESDM telah menyusun kebijakan khususnya terkait infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini, sehingga diharapkan para pelaku usaha dapat berpartisipasi melalui insentif yang diberikan.

"Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) awalnya dilakukan secara bertahap, namun akhirnya pemerintah ingin mempercepat program tersebut untuk mendukung sarana transpotasi di Indonesia," ungkap Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar," dikutip Cintamobil.com dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (9/10/2020). 

ESDM sendiri kata Wanhar, telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik Untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. 

Dalam peraturan tersebut dibahas mengenai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan juga Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk kendaraan bermotor listrik yang melingkupi charging station atau alat charge private seperti pada showroom, perusahaan swasta dan juga di rumah tangga.

Pengisian kendaraan listrik

Jumlah SPLU masih terbatas

>>> Mulai 2021, Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas Menteri

Pemenuhan Target Terhambat karena Covid

Wanhar menyampaikan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), di tahun 2025 pemerintah menargetkan 2.200 unit mobil listrik, dan 2,13 juta unit motor listrik diproduksi. 

Jumlah ini meningkat menjadi 4,2 juta unit mobil listrik dan 13,3 juta unit motor listrik di tahun 2050. Dalam RUEN tersebut, stasiun pengisian kendaraan bermotor listrik (charging station) juga ditargetkan mencapai 1.000 unit di tahun 2025 dan 10.000 unit di tahun 2050.

"Pemerintah memiliki roadmap bersama PT PLN (Persero) yaitu memenuhi target 180 charging station pada tahun 2020 yang tersebar di Indonesia, baik berupa SPKLU maupun SPBKLU. Dan pada tahun 2025, pemerintah merencanakan adanya 2.465 charging station," jelas Wanhar. 

Sayangnya, wabah Covid turut mempengaruhi pengembangan stasiun pengisian kendaraan bermotor listrik di Indonesia. Maka dari itu, ada sedikit penyesuaian target karena adanya pandemi Covid-19. Dari target 180, hingga saat ini baru ada 62 unit charging station baik milik PLN, BPPT, Pertamina maupun swasta.

>>> 13 Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Indonesia yang Sudah Bisa Dibeli

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top