Versi Toyota GR Yaris yang Lebih Ramah Pakai Transmisi CVT

02/06/2020

Mobil baru

3 menit

Share this post:
Versi Toyota GR Yaris yang Lebih Ramah Pakai Transmisi CVT
Jika Anda berpikir Toyota GR Yaris lahir hanya untuk konsumen hardcore, maka Anda salah. Karena di Jepang hadir Toyota GR Yaris tipe RS yang pakai transmisi CVT

Jika Anda berpikir bahwa Toyota GR Yaris yang lahir awal tahun ini hanya ditujukkan untuk konsumen hardcore, maka Anda salah. Karena di Jepang telah hadir GR Yaris dengan tipe RS yang pakai transmisi CVT. GR Yaris varian bermesin 1.500 cc 3 silinder ini menyasar konsumen yang suka tampilan dinamis dari GR Yaris, namun lebih menginginkan mobil yang mampu dikemudikan secara 'normal' dan nyaman untuk sehari-hari.

Gambar menunjukkan tampilan depan Toyota GR Yaris tipe RS 2020

Toyota GR Yaris tipe RS lebih 'ramah' dikemudikan sehari-hari

>>> Review Toyota GR Yaris 2020: The Road Legal WRC Cars!

Pakai Mesin Dynamic Force Toyota

Foto Mesin Dynamic Force Engine M15A Toyota Yaris 2020

Mesin dynamic force engine jadi teknologi kebanggaan Toyota

GR Yaris tipe RS ini mengusung mesin 3 silinder 1.500 cc dengan kode M15A seperti pada Yaris non GR dan dikawinkan dengan transmisi CVT berteknologi Direct Shift. Teknologi dynamic force engine ini intinya adalah mempercepat aliran udara (flow) dengan mengatur ulang kerebahan katup. Katup alias klep ini dibuat lebih rebah dari mesin konvensional.

Gambar menunjukkan kerebahan katup dynamic force engine M15A Toyota

Kerebahan katup lebih rebah dari mesin konvensional

Kerebahan katupnya cukup ekstrim, hingga 41°. Bandingkan dengan mesin Toyota konvensional atau mesin lainnya yang berkisar antara 35-37º. Dengan pengaturan ulang kemiringan katup, lubang katup, sitting klep (dudukan katup) maka diharapkan aliran udara masuk menjadi lebih lancar, padat, dan berputar dengan cepat. Tapi tak hanya bagian itu saja yang diatur. dalam rangkaian teknologi dynamic force engine ini, buka tutup katup juga disesuaikan, berkat penggunaan teknologi VVT-iE.

Gambar ilustrasi variable control system dynamic force engine Yaris

Pergerakan katup juga dibantu dengan variable control system

VVT-iE lho ya, bukan sistem VVT-i biasa yang mengandalkan tekanan oli. Kelebihan VVT-iE ini karena digerakkan menggunakan energi listrik, responnya jauh lebih cepat dan presisi. VVT-iE yang digerakkan listrik hanya butuh sepersekian detik sudah bisa aktif. Bandiingkan dengan VVT-i hidrolik yang membutuhkan waktu lebih lama, apalagi jika olinya kental. 

Gambar menunjukkan piston dynamic force engine Toyota

Piston pakai mirror finishing jadi lebih minim friksi

Bukaan katup tadi juga dibantu sistem D-4S (Direct Injection 4-Stroke) anyar. Jadi mesin yang dipakai GR Yaris tipe RS ini punya dua injektor terpisah. Pertama untuk injeksi langsung dan satu lagi ke port intake, sistem D-4S dapat mengatur injektor tersebut untuk menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan tinggi ke kepala piston dan injektor port menyemprot ke intake secara bersamaan. Atau salah satu saja, tergantung dari putaran mesin serta suhu dan parameter lainnya.

Gambar menunjukkan interior Toyota GR Yaris RS 2020

Dengan transmisi otomatis GR Yaris lebih asyik dipakai untuk harian

>>> Ingin beli Toyota Yaris second dengan harga menarik? Coba cek pilihannya di sini

Tipe RS Jadi Tipe Terendah

Gambar menunjukkan sistem penggerak Toyota GR Yaris 2020

GR Yaris tipe RZ dan RC pakai sistem GR-FOUR Torsen ® LSD

Sebagai informasi, di Jepang sana terdapat tiga tipe GR Yaris yang dijual, dua diantaranya yakni tipe RZ (tipe termahal) dan RC menggunakan mesin berkode G16E-GTS dengan isi silinder bersih 1.618 cc turbo. Untuk yang pakai mesin turbo dipasangkan dengan transmisi manual 6-percepatan yang meneruskan dayanya ke empat roda melalui sistem GR-FOUR Torsen ® LSD. Sementara untuk tipe RS sebagai tipe terendah pakai mesin M15A Dynamic Force Engine dan dipasangkan dengan transmisi Direct CVT. Sayangnya hingga artikel ini dibuat Cintamobil.com belum mendapat keterangan soal harga GR Yaris tipe RS ini.

>>> Berita otomotif menarik lainnya ada disini

Share this post:
Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi andalan Cintamobil dalam menguji mobil baru di Indonesia
 
back to top