Toyota Land Cruiser Tahan Peluru, Kendaraan Favorit di Afrika Selatan

23/05/2021

Mobil baru

3 menit

Share this post:
Toyota Land Cruiser tahan peluru menjadi salah satu kendaraan favorit di Afrika Selatan karena mampu menahan tembakan senjata api para pelaku kejahatan.

Sudah lihat video percobaan perampokan bersenjata dengan senapan serbu terhadap kendaraan pengangkut uang yang terjadi di Afrika Selatan dan sempat viral beberapa waktu lalu? Ya, Afrika Selatan terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi, melibatkan perampokan bersenjata memakai senapan serbu, pembajakan, penculikan, pembunuhan terencana untuk target spesifik hingga pembunuhan acak.

Berangkat dari latar belakang tersebut, SVI yang memiliki kemampuan khusus modifikasi kendaraan lapis baja di Afrika Selatan, menawarkan produk terbaru yang memakai basis platform Toyota Land Cruiser Seri 79. Mengapa harus Toyota Land Cruiser Seri 79? Karena basis platform-nya sudah berkualitas super badak, ditambah lagi kemudahan modifikasi menjadi segala macam kendaraan lapis baja.

gambar svi

SVI Max 3, kendaraan lapis baja dengan basis platform Toyota Land Cruiser Seri 79

>>> Dirilis Akhir Bulan, Spesifikasi Toyota Land Cruiser LC300 Terungkap 

Varian produk

gambar svi

SVI Double Cab, kreasi awal yang lalu dikembangkan menjadi SVI Max 3 

Kreasi perdana SVI untuk Toyota Land Cruiser Seri 79 versi tahan peluru adalah Double Cab dan kali ini menyusul SVI Max 3 versi Troop Carrier untuk mengangkut 8 orang penumpang. Serupa model Double Cab, SVI juga melakukan peningkatan pada sasis Max 3 yang mencakup suspensi, velg dan ban karena tambahan bobot bodi lapis baja yang cukup berat.

Mengingat kondisi operasional dan pemakaian yang tergolong ekstrem, SVI merekomendasikan interval servis setiap kelipatan 5.000 km. Pada sisi lain, pemilihan sasis TLC Seri 79 memudahkan perawatan dan servis karena bisa dilakukan di semua bengkel resmi Toyota.

Tahan Peluru

Toyota Land Cruiser Max 3 berbasis platform sasis Seri 79 ini dilengkapi lapisan baja khusus dengan tingkat proteksi balistik B6 sehingga mampu menahan hantaman peluru kaliber 7,62 mm yang berasal dari tembakan assault rifle AK-47 atau battle rifle R1 (FN FAL spek Afrika Selatan).

Jika konsumen membutuhkan proteksi yang lebih tinggi lagi, tersedia opsi kenaikan ke tingkat B7 dengan perlindungan terhadap ledakan bom atau granat. Namun SVI mengklaim Toyota Land Cruiser kreasinya dalam kondisi standar sudah mampu menahan kerusakan akibat serangan huru-hara atau kerusuhan masal.

gambar svi

Toyota Land Cruiser tahan peluru berkaliber 7,62 mm versi AK-47 atau standar NATO

Untuk menghemat bobot, SVI melepas bodi standar Toyota Land Cruiser Seri 79 dan memasang bodi 100% custom yang terbuat dari baja dengan lapisan tahan peluru. Mengingat para pelaku tindak kriminal di Afrika Selatan rata-rata memakai senjata laras panjang dengan peluru jenis AP, maka digunakan kaca tahan peluru setebal 38 mm.

Menurut SVI, Toyota Land Cruiser Max 3 siap dipasarkan untuk konsumen pertambangan, sekuriti sipil/militer, pengendalian huru-hara, operasi anti pemburu liar dan pengawalan konvoi. Berminat? Siapkan dana mulai dari US$ 129.000 (harga dasar).

SVI 

gambar svi

Melayani permintaan modifikasi kendaraan lapis baja untuk kebutuhan konsumen militer dan sipil 

SVI yang bermarkas di Pretoria, Afrika Selatan, didirikan pada tahun 2004 sebagai rumah modifikasi dengan spesialisasi kendaraan lapis baja. Secara umum, fokus utama SVI lebih banyak kepada kendaraan lapis baja untuk kebutuhan konsumen sipil semisal mobil jenis sedan atau SUV dengan lapisan baja tahan peluru atau tahan ledakan semisal Toyota Land Cruiser tahan peluru seri Max 3. Namun ada juga jajaran produk khusus mereka untuk konsumen militer seperti SVI Max. 

>>> SVI MAX 3, Modifikasi Toyota Land Cruiser Jadi Mobil Militer Tahan Peluru

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top