Test Drive Mahindra Scorpio Pikup 2019: Menari Di Alam Terbuka Bak Pemain Film India

21/10/2019

Mobil baru

5 menit

Test Drive Mahindra Scorpio Pikup 2019: Menari Di Alam Terbuka Bak Pemain Film India
Tim tester kami langsung turun ke lapangan untuk membuktikan sendiri klaim kehebatan dari Mahindra Scorpio Pikup 2019 ini. Dan mobil bermodel dual cabin dan single cabin ini pun kami bawa menari di alam terbuka bak pemain film India.

Kami memenuhi undangan test drive dari RMA Indonesia selaku agen pemegang merek Mahindra untuk pasar Indonesia. Seperti yang sudah kami beritakan sebelumnya, bahwa RMA Indonesia telah digandeng oleh Mahindra untuk melakukan ekspansi ke pasar Indonesia. Mahindra merupakan salah satu perusahaan otomotif terbesar di India untuk ekspansi ke pasar mobil komersial Indonesia.

>>> Ini alasan Mahindra gandeng RMA Indonesia untuk pemasaran di tanah air

Gambar menunjukkan Mahindra Scorpio Pikup 2019 dengan banyak orang disampingnya

Mahindra Scorpio merupakan produk pembuka dari Mahindra untuk pasar komersial Indonesia

Oke tak pakai lama, kunci sudah kami pegang. Jangan harap akan ada fitur kunci keyless atau start stop engine button, karena bentuk kuncinya sendiri masih sangat konvensional. Bahkan remote-nya sendiri masih terpisah dengan anak kuncinya. Memang terlihat kuno, tetapi dipercaya lebih durabel dari smart key, apalagi penggunaan mobil ini nantinya dominan di area pertambangan yang mana tak mementingkan fitur yang aneh-aneh.

>>> Inilah sosok city car premium yang kehadirannya ditunggu-tunggu konsumen di India

Gambar menunjukkan Kunci dan alarm Mahindra Scorpio S6 Dual Cab Pikup 2019

Kunci Scorpio masih sangat sederhana, bahkan remote alarm-nya pun terpisah dengan anak kuncinya

Hal itu pula yang mendasari Mahindra Indonesia untuk lebih memilih memasukkan Mahindra Scorpio varian S6 terlebih dahulu dibandingkan S10 yang lebih lengkap. "Fokus awal kami adalah ke pasar luar Jawa," tukas Joydeep Moitra, selaku Vice President, Head of International Operation, Automotive, Mahindra Ltd. Mobil yang digunakan di area pertambangan membutuhkan durabilitas yang tinggi dan harga yang terjangkau.

>>> Pick up aseli India ini mampu menahan gempuran kendaraan komersial lainnya bersenjatakan mesin diesel

Gambar menunjukkan Mahindra Scorpio S6 Dual Cab 2019 berwarna putih

Mahindra Indonesia sengaja memasukkan Scorpio tipe S6 terlebih dahulu agar harganya bisa terjangkau

Kunci kontak pun diputar, dan mesin Mahindra Scorpio berkode mHawk dengan kapasitas 2.2L ini menderu halus. Memang sih, tidak sehalus mesin diesel 2GD-FTV kepunyaan Toyota Hilux ataupun 4N15-nya Mitsubishi All New Triton. Namun, kami cukup kagum dengan getaran yang tergolong minim masuk ke kabin. Apalagi ketika pintu dan seluruh kaca ditutup. Keheningan kabin saat idle mobil ini terasa cukup baik.

Gambar menunjukkan mesin mHawk Mahindra Scorpio

Mesin mHawk berkapasitas 2,200 cc 4 silinder ini menderu halus ketika idle

Melakukan test drive Mahindra Scorpio di medan off-road buatan milik Jeep Station Indonesia ini kami ditemani langsung oleh Bintarto Agung, selaku Direktur Indonesia Devensife Driving Canter, sebagai instruktur. "Banyak peserta lain kepater (nyangkut) di lumpur, itu karena panik, jadi rasakan traksi ban dan manfaatkan momentum," ungkapnya kepada kami. Permukaan jalan yang dilewati pun beragam, dari lumpur, kerikil, tanjakan curam, hingga jalan lurus.

Gambar menunjukkan tim Cintamobil test drive Mahindra Scorpio S6

Tim Cintamobil menjajal langsung kehandalan dari Scorpio baik tipe dual cab maupun single cab

"Penyiksaan" terhadap Scorpio dimulai dengan melewati jalan berlumpur dengan posisi selector 4x4 ada di 4L (Low). Mobil pun kami arahkan untuk menuruni handicap (rintangan) pertama ini. Rasio di transfer case sudah low plus difrensial buatan EATON bekerja dengan baik, sehingga sebenarnya tak perlu khawatir akan kehilangan traksi ataupun meluncur tak terkendali bila mobil dijalankan dengan benar.

>>> Mau beli mobil asal India? Cek pilihannya disini

Gambar menunjukkan tuas selector transfer case elektrik Mahindra Scorpio

Tuas selector 4x4 di Scorpio sudah elektrik

Apalagi saat pengetesan, Mahindra Scorpio ini menggunakan ban GT Radial Savero Komodo M/T yang dari awalnya sudah punya grip mumpuni. Ban ini membuat mobil dapat merayap dengan lebih mulus. Saat melewati jalan rusak dan speed bump berukuran besar, bantingan mobil ini juga cukup terasa acceptable, mengingat habitatnya adalah mobil pekerja.

Gambar menunjukkan mobil Mahindra Scorpio dual cab pikup off-road

Kubangan cetek seperti ini bukan masalah berarti bagi Scorpio

Tak sampai disitu saja, om Tato sapaan akrab Bintarto Agung juga memberi isyarat agar kami lebih ke tengah. "Yuk rasakan kemampuannya saat berenang di lumpur," papar pria asal Surabaya ini. Sontak, kami mengarahkan si Scorpio lebih dalam ke kubangan, dan benar saja mobil merayap tanpa kesulitan berarti. Semua itu berkat kombinasi gear ratio Mahindra Scorpio yang sudah cukup low, sehingga traksi bisa dijaga terus menerus.

Gambar menunjukkan Mahindra Scorpio melewati handicap

Trek berlumpur bukan halangan bagi Scorpio

Radius putar mobil asal India ini juga cukup baik. Saat kami mencoba memutar balik, ia dapat melakukannya dengan cukup mudah. Hanya perlu 2 kali maju dan mundur saat berusaha keluar dari tikungan patah di trek berlumpur. Power steering Mahindra Scorpio yang masih menganut sistem hidrolik menjamin durabilitas mobil ini saat digunakan kerja keras di lapangan.

>>> Dapatkan berita mobil terbaru dan terlengkap hanya di Cintamobil.com

Gambar menunjukkan ban GT Radial Savero Komodo di Mahindra Scorpio

Grip ban GT Radial Savero Komodo terasa cukup baik

Handicap terakhir adalah mobil harus melewati tanjakan lebih dari 35º. "Coba kita dari berhenti, lalu masukkan gear 1, dan biarkan mobil merayap di tanjakan dengan torsinya," ujar Om Tato lagi. Dan benar saja, kami mengikuti instruksi instruktur IDDC itu, Mahindra Scorpio tipe S6 varian dual cab yang kami kendarai merayap perlahan di tanjakan dengan sempurna. 

Gambar menunjukkan Mahindra Scorpio melibas tanjakan terjal

Semburan torsi besar membuat tanjakan seperti ini tidak perlu injak pedal gas

Begitu juga dengan varian single cab-nya. Malah, dengan bobot yang lebih ringan, mobil pikup yang dijual lebih murah Rp 40 juta ini lebih mudah menari keluar dari handicap yang disajikan oleh Jeep Station Indonesia. Melihat harga jual yang ditawarkan, secara umum kami cukup optimis dengan kedua mobil ini dapat diterima di pasar mobil niaga Indonesia.

>>> Berita otomotif terlengkap ada di Cintamobil.com

Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top