Suzuki S-Presso Lebih Cocok Di Indonesia Dari Karimun Baru?

08/08/2021

Mobil baru

3 menit

Setelah tak menemukan kejelasan mengenai next generation Suzuki Karimun, kabar yang berhembus kencang justru datang dari Suzuki S-Presso 'versi' Indonesia

Tahun 2020 lalu, tim kami menemukan info bahwa PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sedang giat mengembangkan the next gen dari Suzuki Karimun. Alih-alih mengambil basis dari Suzuki S-Presso, kabarnya Karimun generasi keempat ini akan punya 'rasa' yang Indonesia banget.

Gambar Suzuki S-Presso 2021

S-Presso lebih pas gantikan Karimun?

Sayangnya, sudah lewat 365 hari alias 1 tahun sejak kabar tersebut tercium oleh kami, salah satu 'orang dalam' perusahaan Jepang tersebut malah memberikan kabar ke kami bahwa belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai generasi penerus Suzuki Karimun tersebut dari PT SIS.

Lebih Masuk Akal

Disinyalir, PT SIS memiliki alasan tersendiri mengapa Suzuki S-Presso lebih terlihat masuk akal dibandingkan mengembangkan mobil baru dari nol. Donny Saputra, selaku direktur marketing 4W Suzuki Indonesia pernah 'ngobrol' dengan kami di suatu kesempatan, bahwa membuat mobil model baru itu butuh proses yang tidak pendek.

Foto Suzuki Carry Pick Up 2021

Kesuksesan New Carry tak didapat dalam waktu semalam...

Donny sapaan akrab Donny Saputra pun mengatakan bahwa pengembangan suatu produk dari nol itu bisa memakan waktu 4 hingga 5 tahun contohnya Suzuki New Carry Pick Up. Dibutuhkan riset mendalam dengan dana yang tidak sedikit, belum lagi jika terjadi pergeseran tren oleh konsumen.

Foto Daihatsu Rocky 1.0 R ADS CVT 2021

SUV kompak kini sedang ngetren, tapi S-Presso tak akan melawan mobil ini

Contohnya saat ini, di mana produk SUV kecil dengan dimensi panjang di bawah 4,3 meter sedang populer. Mulai dari merek Korea seperti KIA dengan Sonet, Nissan Magnite, Renault Kiger, Toyota Raize, Hyundai Creta, hingga Daihatsu Rocky. Tentunya, Suzuki tak ingin ketinggalan.

Foto tampilan belakang Suzuki S-Presso

S-Presso jadi strategi pintar Suzuki?

Memang, Suzuki S-Presso yang digadang-gadang akan didaulat sebagai produk anyar Suzuki tak akan head to head dengan produk-produk yang kami sebutkan tadi. Namun, di sanalah pintarnya Suzuki. Buat apa 'bertarung' di kelas yang berdarah-darah dengan potensi kemenangan minim?

Strategi Jitu?

Lebih baik PT SIS fokus ke ceruk pasar baru yang memang pemainnya sedikit. Suzuki S-Presso punya garis-garis desain Sport Utility Vehicle (SUV) kental dengan lekuk body yang kokoh dan macho. Bisa dibilang Suzuki hanya perlu 'melawan' Renault Kwid saja di kelas ini. Otomatis, peluang untuk menang lebih besar.

Gambar Renault Kwid 2021

Kwid cocok jadi rival S-Presso

Terlebih fakta menunjukkan bahwa Suzuki S-Presso secara dimensi bisa dibilang 'beti' alias beda tipis dengan Suzuki Karimun Wagon R. S-Presso panjangnya lebih pendek 70 mm dari Karimun, namun lebih lebar 45 mm dari city car andalan Suzuki tersebut, meski tingginya terpangkas 121 mm dari Karimun Wagon R.

Gambar Suzuki S-Presso 2021

Suzuki S-Presso harganya akan murah (sekali)?

Beredar juga rumor bahwa S-Presso akan dijual dengan harga yang menarik, bahkan beberapa media ada yang menyebutkan harga jualnya akan di bawah mobil kelas Low Cost Green Car (LCGC). Tentunya ini akan jadi senjata utama PT SIS menarik minat konsumen.

>>> Suzuki Jimny LCV, Cara Suzuki Mengakali Regulasi

Kompromi Soal Harga

Tapi harga jual yang terjangkau tersebut bukan tanpa kompromi, jika menilik S-Presso spek India dan Filipina, ada beberapa fitur esensial yang 'disunat' seperti ketiadaan electric mirror, serta power window hanya untuk pengemudi dan penumpang depan saja. Penumpang belakang? Silahkan pakai engkol.

Gambar interior Suzuki S-Presso 2021

Tak ada gading yang tak retak, harga pasti akan kompromi ke fitur

Meski demikian, dimensi mungil berpadu dengan desain yang SUV look, berpotensi membuatnya laris manis. Prediksi kami, agar tak saling 'makan' di pasar Karimun vs S-Cross, ada kemungkinan Karimun Wagon R akan discontinue atau masih dijual spot order atau bisa jadi hanya khusus untuk ekspor saja.

Foto Suzuki Karimun Wagon R Limited Edition 2020

Karimun akan discontinue? We'll see... Kami harap tidak

Memang sedih rasanya, apalagi bagi pecinta Suzuki Karimun yang sudah mengaspal di jalanan Tanah Air sejak tahun 1999, tapi di kondisi sulit seperti ini tentunya pabrikan harus berpikir rasional. Toh, PT SIS sudah mendaulat Suzuki Carry, Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7 sebagai produk utamanya di sini.

 

Perkembangan Terakhir Mengenai Suzuki S-Presso

Saat ini nama S-Presso sudah didaftarkan sebagai paten pada situs Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Fakta tersebut semakin menunjukkan gelagat PT SIS yang hendak mempergunakan mobil ini sebagai 'senjata' berikutnya di tahun ini setelah facelift Suzuki Carry awal tahun ini.

Gambar mesin Suzuki S-Presso

S-Presso menggendong mesin yang sama dengan Wagon R

Info terakhir yang kami dapat seputar S-Presso adalah ia sedang dites jalan di tempat rahasia. Tak ingin bola liar bergulir begitu saja, kami pun langsung konfirmasi, "Haha, Aku belom bisa kasi informasinya," tutup Yulius Purwanto, selaku Head of 4W Product Development PT SIS saat tim Cintamobil.com tanya mengenai progress mobil ini.

>>> Tahun 2021, Suzuki Fokus Penyegaran Produk di Indonesia

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com

About Arfian

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebenarnya salah jurusan saat kuliah. Karena ia mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi mengikuti kemauan ayahnya dibanding mengambil kuliah teknik maupun komunikasi yang menjadi minatnya. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif.

Gayung pun bersambut, pada tahun 2014 di mana sebelum Arfian wisuda, ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly. Motorplus Weekly adalah sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Lho kok sepeda motor? Yes, karena saat Arfian melamar pekerjaan di anak grup Kompas Gramedia tersebut, hanya posisi itu yang tersedia.

Setelah lulus kuliah Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter. Bekerja menjadi jurnalis khusus sepeda motor Arfian jalani dengan semangat dan senang hati. Tak terhitung berapa kali ia menemui narasumber, berkunjung ke bengkel maupun sekadar mencoba sepeda motor baru dari jenis scooter hingga motor besar.

Di tengah perjalanan karirnya, Motorplus Weekly memiliki satu anak usaha lagi yakni Otoplus weekly yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Melihat potensi dan passion yang dimiliki Arfian, Editor in Chief Motorplus saat itu, Alm Achmad ‘Feol’ Riswan menugaskan secara khusus Arfian untuk mengisi kolom otomotif roda empat.

Arfian ditugaskan untuk test drive mobil di tabloid Otoplus tersebut mulai tahun 2016. Sampai saat ini sudah ratusan kendaraan baik berjenis truk, bus, hingga mobil sport yang Arfian coba. Kegemarannya menulis dengan detail, terstruktur dan teknis membuat ia memiliki pembaca setia dan dipercaya untuk menjadi test driver di tabloid tersebut. 

Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini.

Roles

Managing Editor, Cintamobil.com

Workplace

Jakarta, Indonesia

Education

2009 - 2014 Trisakti University, Bachelor Degree, Accounting

2006 - 2009 54 Senior High School

2003 - 2006 109 Junior High School

Experience

2014 - 2016 Motorplus & Otoplus, Kompas Gramedia

2018 Content Writer Cintamobil.com

2019 Senior Content Writer Cintamobil.com

2021 Managing Editor Cintamobil.com

Awards

2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana

2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik

2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top