SCG 007 LMP1: Hasrat Dan Mimpi Menaklukkan Le Mans 24 Jam

27/07/2018

Mobil baru
Share this post:
SCG 007 LMP1: Hasrat Dan Mimpi Menaklukkan Le Mans 24 Jam
Mendahului pabrikan besar, konstruktor rumahan Scuderia Cameron Glickenhaus menampilkan sosok SCG 007 LMP1 dengan ambisi menjadi merek pertama sejak Ford yang menaklukkan balap Le Mans 24 Jam.

P4/5 versi balap versus versi kalanan

Awal "kegilaan" Scuderia Cameron Glickenhaus: Ferrari P4/5 berbasis Enzo (belakang) dan versi balap P4/5 Competizione berbasis Ferrari F430 (depan)

Jika ada penghargaan untuk produsen memiliki hasrat dan gairah di dunia otomotif paling tinggi, mungkin akan diberikan pada Scuderia Cameron Glickhenaus (SCG) asal Amerika Serikat. Secara produk, mereka memang tidak sepopuler nama-nama lebih mapan, namun rekam jejak SCG patut diapresiasi setinggi mungkin. Dimana, gebrakan terkini mereka adalah mengumumkan niatan tampil di balap ketahanan terakbar Le Mans 24 Jam dengan mobil SCG 007 LMP1.

gambar menunjukan render SCG 007 LMP1

Tampak depan SCG 007 LMP1

Semakin patut diapresiasi karena SCG 007 LMP1 merupakan mobil pertama diumumkan menjadi peserta regulasi baru kategori puncak Le Mans 24 Jam yang baru akan diberlakukan tahun 2020. Menggantikan kelas LMP1. Pada regulasi baru ini, mobil akan memiliki penampilan mirip hypercar jalan raya, tidak seperti LMP1 yang tidak memiliki relevansi desain sama sekali.

gambar menunjukan render tampak belakang SCG 007 LMP1

Tampak samping SCG 007 LMP1

Gilanya, SCG dengan pede mengumumkan niatnya menjadi merek Amerika pertama memenangkan Le Mans setelah terakhir kali Ford pada 1969. Meski lebih mirip sebagai mimpi siang bolong, namun hasrat ini pantas kita berikan apresiasi setinggi-tingginya.

Spesifikasi SCG 007 LMP1 belum diumumkan. Hanya menyebut proses pendanaan akan didapat dari penjualan 25 unit versi jalan raya dan 1 model balap. Adalah ambisi James Glickhenaus, pendiri SCG untuk membawa sendiri mobil ke Le Mans, ikut balap di sana dan kemudian kembali mengemudi pulang.

>>> Simak juga beragam ulasan menarik dari banyak produk lainnya

gambar menunjukan render tampak belakang SCG 007 LMP1

Tampak belakang SCG 007 LMP1

Siapa itu SCG?

Nama Glickenhaus mendadak populer pada 2006 ketika produsen film asal AS dan kolektor mobil langka kelas kakap ini menjadi salah satu pelanggan pertama proyek one-off Ferrari dengan memesan satu model custom dinamai P4/5 berbasis Enzo Ferrari.

Foto James Glickhenaus bersama Ferrari P4/5

James Glickhenaus bersama Ferrari P4/5 by Pininfarina (2006)

Tidak berhenti di situ, Glickenhaus kemudikan membuat satu unit P4/5 baru untuk keperluan balap dengan menggunakan sasis Ferrari F430 standar dan mesin F430 GT2. Dinamai Scuderia Cameron Glickenhaus P4/5 Competizione, mobil ini menjadi pelanggan tetap kejuaraan Nurburgring 24 Jam diselenggarakan VLN, Jerman. Tahun 2012, P4/5 mendapatkan tambahan KERS dan meraih FIA Alternate Energy Cup di balap Nurburgring 24 Hours.

>>> Tertarik membeli mobil terbaru? Klik disini untuk informasi selanjutnya

gambar menunjukan P4/5 Competizione di Nurburgring sedang berkendara di jalan

SCG P4/5 Competizione berbasis Ferrari F430

Berbeda dengan P4/5 jalan raya, kali ini Ferrari tidak memberikan restu. Bahkan emblem Kuda Jingkrak pun tidak diizinkan, sehingga mobil hadir dengan nama Scuderia Glickenhaus.

Dari sini, muncul ide luar biasa. Mengapa tidak membuat perusahaan supercar sendiri? Sebuah hasrat dan obsesi yang terwujud pada 2015 dengan peluncuran SGC 003 di Geneva Motor Show yang hadir dalam dua versi Stradale dan Competizione.  Diikuti perkenalan SGC 004 (juga memiliki versi balapnya) pada 2017 dan mobil bergaya retro SGC 006.

>>> Dapatkan berita informatif tentang mobil baru hanya di sini

Foto render SCG 003S

SCG 003 Stradale (2015)

foto render SCG 004

SCG 004 tahun 2017

Foto render supercar retro SCG 006

SCG 006 bergaya retro (2018)

>>> Berita terbaru dari dunia otomotif hanya di Cintamobil.com

Share this post:
 
back to top