Mobil listrik Honda e Sudah Terdaftar, Kapan Dijual di Indonesia?

06/09/2021

Mobil baru

3 menit

Share this post:
Siap ramaikan pasar mobil listrik di Indonesia Honda e sudah terdaftar paten desain dalam pangkalan data kekayaan intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

Para pabrikan mobil semakin gencar menawarkan kendaraan listrik di Tanah Air. Jenisnya beragam ada mobil hybrid, PHEV, hingga mobil listrik murni. Salah satunya Honda e yang dilaporkan siap masuk ke Indonesia.

Paten Desain Honda e

Hyundai sudah punya armada mobil listriknya yakni Kona dan Ioniq. Lalu Toyota juga sudah punya sederet mobil hybridnya melalui Corolla Cross Hybrid, Corolla Altis Hybrid, CH-R Hybrid dan Camry Hybrid. 

Kemudian ada juga Mitsubishi yang telah mengenalkan mobil berteknologi PHEV lewat Outlander. Lalu BMW Indonesia juga berencana membawa mobil listrik BMW iX dan MINI Cooper SE ke Indonesia tahun depan.

Gambar menunjukan Honda E

Paten mobil listrik Honda terbaru di Indonesia 

>>> Buka Pemesanan, Mobil Listrik Honda Ini Dipesan 20.000 Konsumen di Eropa

Honda tak ingin ketinggalan dengan para kompetitornya tersebut. Dikabarkan bahwa mobil listrik Honda e sudah masuk dalam paten desain dalam pangkalan data kekayaan intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia. 

Mobil ini terdaftar dengan nomor perlindungan A00201901438 uang didaftarkan atas nama pemegang Honda Motor Co, Ltd. Tercatat juga pendesainnya atas nama Ken Sahara yang diketahui juga sebagai Senior Interior Designer dari Honda e.

>>> Tersedia Hanya 30 Unit di Jepang, Ini Spesifikasi Honda NSX Type S

Mobil Listrik Honda e

Honda e merupakan kendaraan listrik generasi baru buatan Honda yang dirancang dengan desain simpel, namun fokus pada kemudahan penggunaan bagi pengendaranya. Sesuai dengan perkembangan trend saat ini, model anyar ini juga mengusung gaya khas masyarakat perkotaan modern, didukung teknologi konektivitas serta performa berkendara yang dinamis.

Bagian kabin dashboard mobil listrik ini dibekali dengan dua layar sentuh besar yang saling terhubung, untuk menampilkan berbagai aplikasi dan layanan hiburan dalam suasana seperti lounge.

Melalui layar tersebut, pengemudi dan penumpang dapat menikmati berbagai aplikasi dan konektivitas dengan kenyamanan yang sama pada saat mengemudi, maupun saat sedang berhenti atau saat pengisian daya.

Gambar menunjukan Honda e

Desain luar yang membawa tampilan retro namun futuristik

Untuk menghasilkan kemasan produk yang ringkas, baterai diletakkan di bawah lantai. Rancangan ini sekaligus menghasilkan pusat gravitasi rendah serta pijakan yang kokoh, berkontribusi pada keseimbangan optimal antara stabilitas dan handling.

Selain itu mobil listrik milik Honda ini juga dapat melakukan pengisian daya cepat yang mampu mengisi daya sampai 80 persen dalam waktu 30 menit saja. Sedangkan untuk dapur pacunya Honda e telah dibekali dengan baterai lithium-ion berkapasitas 35,5 kWh yang mampu berjalan sejauh 220 kilometer.

>>> Dapatkan harga mobil baru Honda dan promo menarik hanya di sini

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top