Mengenal Teknologi E-Pedal Nissan, Praktis Untuk Berkendara Di Perkotaan

11/09/2019
Untuk menambah kepraktisan dan kenyamanan saat berkendara di lalu lintas perkotaan yang padat, Nissan memperkenalkan teknologi e-Pedal yang dapat membantu mengurangi kecepatan mobil. Sehingga Anda tak perlu lagi terlalu sering menginjak pedal rem.

Saat test drive Nissan LEAF dan Note e-Power lalu, kami tak hanya merasakan performa dan efisiensi dari sebuah mobil listrik dan hybrid terkini dari Nissan, namun juga berkesempatan untuk mencoba fitur terbaru yang bernama e-Pedal. Teknologi canggih dari Nissan ini dinilai mampu menjadi solusi praktis ketika berkendara di perkotaan yang padat dan kerap melakukan gaya berkendara stop & go. 

>>> Dukung Program Pemerintah, Nissan Ramaikan Parade Kendaraan Listrik

Foto teknologi e-Pedal pada Nissan LEAF

Teknologi e-Pedal pada Nissan bekerja dengan menggunakan sebuah regenerative motor

Konsep dasar dari teknologi e-Pedal yang ditawarkan Nissan ini adalah dengan menggabungkan kemampuan akselerasi dan deselerasi satu dalam satu pedal. Ketika Anda menginjak pedal gas, maka mobil pun otomatis akan berakselerasi dan mengembangkan kecepatan layaknya kendaraaan pada umumnya. Namun ketika Anda melepas atau mengangkat pedal gas, maka mobil akan otomatis melakukan deselerasi atau mengurangi kecepatan hingga berhenti secara total. “Saat mengangkat pedal gas, gaya deselerasi atau pengurangan kecepatan yang hadir pada teknologi e-Pedal terasa layaknya kita sedang melakukan pengereman,” ujar Jauhari Adzannis, selaku Senior Manager R&D PT Nissan Motor Indonesia (PT NMI).

>>> Review Nissan Leaf Autech 2019: Tampil Berkelas Dengan Kosmetik Baru

Foto ilustrasi kerja e-Pedal di jalanan menanjak dan menurun

Teknologi e-Pedal juga bekerja layaknya engine brake di jalanan menurun atau menahan mobil saat berakselerasi di jalanan menanjak layaknya fitur hill hold

Deselerasi yang terjadi saat pedal gas diangkat ini melibatkan sebuah regenerative motor yang bekerja untuk mengurangi kecepatan mobil, tanpa harus menginjak pedal rem. Selain itu, ketika e-Pedal aktif, lampu rem juga akan menyala ketika kita melepas pedal gas, sehingga mobil di belakang akan terinformasi dengan baik ketika sedang melakukan deselerasi. Teknologi e-Pedal ini sangat ampuh ketika berkendara di padatnya lalu lintas perkotaan yang identik dengan gaya mengemudi stop & go, sehingga kita tak perlu terlalu sering menginjak pedal rem.
Teknologi e-Pedal ini juga mampu membantu mengurangi laju saat berkendara di permukaan jalan yang menurun. Ketika Anda melepas pedal gas, kerja regenerative motor pada e-Pedal akan terasa seperti engine brake pada mobil konvensional. Tak hanya itu, saat berkendara di permukaan jalan yang menanjak, teknologi e-Pedal juga akan bekerja layaknya fitur hill hold yang menahan mobil agar tidak meluncur ke arah belakang saat ingin melakukan akselerasi dari keadaan berhenti.

>>> Review Nissan Juke 2019: Kembalinya Sang Raja

Foto tombol e-Pedal pada konsol tengah

Untuk mengaktifkannya, cukup dengan menekan tombol e-Pedal pada konsol tengah

Namun harap diingat, kehadiran teknologi e-Pedal bukanlah pengganti pengereman. Pengemudi tetap perlu melakukan pengereman dengan menekan pedal rem ketika ingin mengurangi kecepatan secara signifikan atau saat keadaan darurat yang mengharuskan Anda melakukan pengereman mendadak atau hard braking. 

>>> Simak artikel Teknopedia lainnya di sini

Foto teknologi e-Pedal pada Nissan LEAF dan Note e-Power

Teknologi e-Pedal tersedia di Nissan LEAF dan Note e-Power

Untuk mengaktifkannya, Anda hanya perlu menekan tombol e-Pedal pada konsol tengah. Tak hanya mengurangi kecepatan, saat e-Pedal bekerja, regenerative motor juga akan menyalurkan energi regenerative ke baterai sebagai energi tambahan yang dapat digunakan untuk menggerakkan motor listrik. Teknologi e-Pedal ini baru tersedia pada Nissan LEAF dan Note e-Power

>>> Berita otomotif terkini di Cintamobil.com

Pratomo FJ

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain