Komparasi Toyota LMP1 VS Mercedes-AMG F1: Adu Canggih Mobil Balap Terkuat Musim Balap 2019

17/06/2019

Mobil baru

8 menit

Share this post:
Komparasi Toyota LMP1 VS Mercedes-AMG F1: Adu Canggih Mobil Balap Terkuat Musim Balap 2019
Ajang World Endurance Championship dan Formula 1 saat ini jadi puncak dunia balap otomotif, dengan Toyota TS050 Hybrid mewakili LMP1 dan Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ mewakili F1. Kira-kira seperti apa kehebatan kedua mobil di ajang tersebut?

Minggu (16/6) lalu menjadi momen sakral bagi penikmat motorsport, dimana ajang World Endurance Championship (WEC) untuk seri 24 Hours of Le Mans 2019 sukses bergulir yang disemarakkan oleh kemenangan kedua kali Toyota Gazoo Racing yang menggunakan mobil balap Toyota TS050 Hybrid bernomor 8 dengan pembalap Kazuki Nakajima, Sebastien Buemi, dan Fernando Alonso.

Kemenangan Toyota LMP1 vs Mercedes-AMG F1

Toyota TS050 Hybrid (kiri) VS Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ (kanan)

Bersamaan dengan prestasi positif tersebut, di ajang balap otomotif yang lebih prestisius, Formula 1, baru berjalan menuju paruh musim balap 2019 dengan klasemen sementara dipimpin oleh tim balap Mercedes-AMG Petronas Motorsport yang menggunakan mobil balap Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ nomor 44 dengan pebalap Lewis Hamilton sebagai pemimpin klasemen sementara.

Jika diperhatikan secara menarik, ada perbedaan teknis yang krusial membedakan antara mobil balap Toyota TS050 Hybrid dan Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+. Apa saja bedanya? Simak ulasan komparasi Toyota LMP1 VS Mercedes-AMG F1 berikut ini.

>>> Baca juga: Tampil Dominan, Toyota Gazoo Racing Kuasai Le Mans 24 jam 2019

1. Aerodinamika

Komparasi aerodinamika depan Toyota LMP1 vs Mercedes-AMG F1

Perbandingan aerodinamika dari sisi depan Toyota TS050 Hybrid (kiri) VS Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ (kanan)

Ada perbedaan pengaturan aerodinamika antara Toyota TS050 Hybrid dengan Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+. Dimulai dari di bagian fascia depan, mobil balap LMP1 seperti mobil Toyota TS050 Hybrid berformat close wheel, maka aliran udara dari depan mobil diarahkan oleh inlet depan agar agar mengikuti alur dari ‘wheel pod’ depan. Selain itu pada bagian depan mobil balap ini juga hanya menggunakan splitter. Sebaliknya, konsep mobil balap F1 seperti Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ menganut konsep open wheel, sehingga fokus yang dicari ialah usaha mendapatkan downforce maksimal serta membuang efek turbulensi secepat mungkin berkat area ban yang tanpa cover. 

Komparasi aerodinamika samping Toyota LMP1 vs Mercedes-AMG F1

Perbandingan aerodinamika dari sisi tengah Toyota TS050 Hybrid (kiri) VS Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ (kanan)

Selain area depan, di sisi tengah kedua mobil ini pun memiliki pendekatan desain yang tak kalah menarik. Untuk mobil balap Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ sangat memanfaatkan penggunaan bargeboard dengan desain kompleks dan panel pada sidepod untuk mengatur aliran udara dari depan untuk dialirkan ke area belakang mobil. Sedangkan untuk mobil balap Toyota TS050 Hybrid lebih ‘sederhana’ karena aliran udara dari depan hanya diarahkan ke sidepod dan mengandalkan inlet samping untuk mendistribusikan aliran udara ke belakang mobil.

Nah di bagian belakang mobil balap inilah yang sangat berperan terhadap tingkat downforce secara maksimal. Pada Toyota TS050 Hybrid pendekatan aerodinamika dilakukan oleh rear wing yang memiliki desain pipih dengan posisi low drag, serta menggunakan konsep double diffuser dimana hal ini sempat dilakukan di ajang balap F1 musim 2009.

Komparasi aerodinamika belakang Toyota LMP1 vs Mercedes-AMG F1

Perbandingan aerodinamika dari sisi belakang Toyota TS050 Hybrid (kiri) VS Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ (kanan)

Bedanya adalah untuk mobil balap F1 saat ini, khususnya Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ menggunakan panel diffuser dengan bilah kisi-kisi untuk udara yang banyak dan berukuran masif, serta untuk rear wing memiliki mekanisme DRS (Drag Reduction System) yang memungkinkan terbuka area rear wing untuk menambah kecepatan mobil berkat aliran udara yang semakin lancar saat panel rear wing terbuka oleh DRS.

Untuk itulah terasa dimensi berbeda antara LMP1 dan dan mobil balap F1, dimana dimensi mobil LMP1 memiliki postur 4650 mm x 1900 mm x 1050 mm(p x l x t) dan mobil F1 lebih ramping dan panjang dengan postur dimensi panjang di atas 5000mm x lebar 2000mm, dan tinggi hanya 900 mm. Bobot juga dibatasi untuk mobil balap F1 di 743 kg, dan mobil balap LMP1 di 888 kg. 

>>> DragonSpeed gunakan livery throwback Gulf Racing, seperti apa tampilannya?

2. Mesin

Mesin pada mobil F1 memang cukup ketat secara regulasi yang sama antara semua tim balap yang berlaga, Agak berbeda dengan mobil balap LMP1 yang lebih dibatasi pada aspek onboard fuel dengan Fuel Flow Meters, yang memungkinkan tenaga bisa dibatasi per lap dengan konfigurasi mesin apapun baik itu naturally aspirated maupun hybrid (Energy Recovery System).

Komparasi mesin Toyota LMP1 vs Mercedes-AMG F1

Perbandingan mesin Toyota TS050 Hybrid (kanan) VS Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ (kiri)

Secara sederhana, mesin pada mobil balap Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ memiliki spesifikasi 1.6 liter single turbo 90° V6 dengan rpm dibatasi 15.000 rpm, dan dipadukan dengan semi-automatic seamless shift sequential gearbox dengan 8 percepatan and 1 gigi mundur. Sedangkan mesin mobil balap Toyota TS050 Hybrid jauh lebih besar secara kapasitas karena menggunakan 2.4 liter twin-turbo 90° V6 dengan transmisi Transversal sequential 7 percepatan.  

Yang membedakan lagi antara kedua mesin ini adalah dalam hal bahan bakar. Untuk regulasi balap F1 musim 2019, setiap mobil balap diwajibkan membawa 110 kg bahan bakar tanpa ada kegiatan refuel selama satu kali balapan. Sedangkan regulasi balap World Endurance Championship untuk kelas LMP1 mewajibkan kapasitas bahan bakar di mobil sebesar 62.5 liter, dimana setiap kali balapan endurance memungkinkan adanya refuel saat pit stop. 

>>> Klik di sini untuk melihat daftar mobil Mercedes-Benz dijual tahun 2019 di pasar Indonesia

3. Teknologi Hybrid (ERS)

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kedua mobil balap yang dikomparasi kali ini sama-sama menggunakan mesin hybrid, atau bahasa lebih teknis disebut Energy Recovery System (ERS).

cara kerja mesin hybrid Toyota LMP1

Cara kerja mesin Toyota TS050 Hybrid menyalurkan tenaga dari baterai ke motor elektrik di roda depan dan belakang

Menariknya adalah ERS yang digunakan mobil balap LMP1 jauh lebih powerful, bahkan setara dengan performa mesin utama. Sebab sistem ERS pada Toyota TS050 Hybrid menggunakan baterai high-performance Li-Ion yang dapat menyimpan tenaga listrik sebesar 8 megajoule/lap hasil dari penyerapan daya energi yang terbuang. Dari daya tersebut kemudian menghasilkan tenaga 368 kW yang disalurkan pada motor elektrik di roda depan dan belakang, sehingga memungkinkan mobil balap ini bergerak secara all-wheel drive.

cara kerja hybrid Mercedes-AMG F1

Cara kerja komponen MGU-K pada ERS Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ dalam menyalurkan tenaga tambahan

Teknologi lebih kompleks justru didapat pada mobil balap F1, seperti Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ yang menggunakan dua pendekatan ERS, yakni Motor Generator Unit - Kinetic (MGU-K) dan Motor Generator Unit - Heat (MGU-H), serta sistem Energy Store (ES) yang menjadi 'baterai' pendukung MGU-H dan MGU-K. Secara total energi yang bisa tersimpan pada baterai elektrik adalah 4 megajoule/lap didapat dari energi kinetik pada pengereman dan panas dari sistem exhaust, dan tenaga yang dihasilkan secara total ialah 120 kW yang disalurkan ke timing gear pada area crankshaft.

>>> Daftar lengkap mobil baru dan bekas untuk Anda hanya di sini

4. Tenaga

Oke dengan dukungan mesin dan teknologi hybrid yang digunakan mesin balap F1, khususnya Mercedes-AMG F1 W10 EQ Power+ secara total berdasarkan klaim bisa menghasilkan tenaga maksimal 750 kW (1019 hp), sudah termasuk tenaga tambahan 120 kW yang didapat oleh sistem ERS. Sedangkan untuk mobil balap LMP1, khususnya Toyota TS050 Hybrid, bisa menghasilkan total 736 kw (1000 hp) dengan pembagian tenaga setara antara mesin (368 kW)  dan sistem ERS (368 kW). Sayangnya tidak ada komparasi laptime yang bisa menjadi landasan mana mobil balap tercepat, mengingat kedua mobil ini belum pernah berlaga di trek yang sama musim balap tahun ini. 

Lalu, manakah mobil balap paling canggih menurut Anda saat ini? Ada baiknya Anda simak video penjelasan di bawah ini

>>> Simak berita otomotif lainnya di sini

Share this post:

Berita lain

Tampil Dominan, Toyota Gazoo Racing Kuasai Le Mans 24 jam 2019

17/06/2019

Pasar mobil

10 menit

Toyota Gazoo Racing mengamankan kemenangan Le Mans 24 jam 2019 dengan keunggulan telak atas rival terdekat, namun masalah yang dialami #7 memberikan kemenangan pada mobil #8.

Lihat juga

Preview Le Mans 24 Jam 2019: GTE Pro

14/06/2019

Pasar mobil

10 menit

Meski secara realistis sulit bertarung untuk kemenangan overall, persaingan GTE Pro justru lebih menarik untuk disimak pada gelaran Le Mans 24 jam 2019 ini. Lalu, bagaimana peta persaingan di kelas tertinggi GT akhir pekan ini?

Lihat juga

[INFOGRAFIK] 5 Mobil Le Mans 24 Jam Tercepat untuk Kecepatan Rata-Rata

11/04/2019

Pasar mobil

Le Mans 24 Jam memang salah satu balapan paling terkenal dalam sejarah otomotif. Sejak pertama kali balapan pada tahun 1923, berikut mobil Le Mans 24 Jam tercepat yang bertahan hingga saat ini.

Lihat juga

Game F1 2019 dengan Tampilan Baru akan Diluncurkan Beberapa Bulan Lagi

30/03/2019

Pasar mobil

Codemaster telah mengumumkan bahwa mereka akan merilis game F1 2019 pada 28 Juni, bertepatan pada Grand Prix Austria. Jadwal yang dipercepat, mengingat game terbaru bisa dinikmati tiga grand prix lebih awal dibandingkan biasanya.

Lihat juga

Tips Eco Driving Dari Seorang Pembalap F1

30/03/2019

Pengemudian

Balapan identik dengan kecepatan, yang biasanya berbanding terbalik dengan efisiensi. Namun, siapa sangka salah satu teknik mengemudi Eco Driving bersumber dari sana, yakni Lift And Coast, bagaimana penerapannya?

Lihat juga
 
back to top