Keunggulan Transmisi CVT yang Disebut Bakal Dipakai Toyota Avanza 2022

08/10/2021

Mobil baru

3 menit

Share this post:
Toyota Avanza 2022 dikabarkan akan mengusung transmisi CVT. Transmisi CVT sendiri memiliki sejumlah keunggulan jika dibandingkan transmisi otomatis biasa.

Banyak ubahan yang sepertinya akan dibawa pada Toyota Avanza 2022. Selain desain dan sistem penggerak, transmisi pun sepertinya ikut berubah. Terkuak dalam lampiran Permendagri No.40 tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2021 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor tahun 2021 mobil yang diduga Toyota Avanza 2022 dengan kode W101RE bakal menggunakan transmisi CVT (Continously Variable Transmission). 

>>> Test Drive Daihatsu Rocky 1.0 R ADS A.S.A CVT 2021: Layak Diperhitungkan!

Toyota Avanza 2022 Pakai CVT?

Perlu diketahui, saat ini Toyota Avanza varian matic menggunakan transmisi otomatis konvensional atau biasa dikenal dengan AT. Tentunya kalau kabar tersebut benar, Toyota punya alasan tersendiri di balik penggunaan transmisi CVT pada Avanza terbaru. Keduanya memang sama-sama otomatis dan disematkan pada mobil matic, namun tetap ada perbedaan mendasarnya. 

Jika pada transmisi otomatis AT sistem perpindahan gigi menggunakan planetary gear set, maka transmisi otomatis jenis CVT menggunakan puli atau driven pulley dan sabuk baja sebagai komponen utama penggerak transmisi.

Gambar cara kerja transmisi CVT

Gambaran cara kerja transmisi CVT

Transmisi CVT bekerja dengan mekanisme transfer daya atau perubahan gigi rasio yang menyesuaikan dengan putaran mesin secara otomatis. Kerja transmisi ini juga mengandalkan gaya sentrifugal.

Berkat penggunaan teknologi CVT, perpindahan gigi pada mobil akan sangat halus atau bahkan sama sekali tak terasa. Selain itu, ada juga sejumlah keuntungan transmisi CVT lainnya seperti dikutip dari berbagai sumber. 

>>> Ini Sebabnya Toyota Avanza Belasan Tahun Setia Pakai RWD

1. Perpindahan Halus

Seperti sudah disebutkan di atas bahwa transmisi CVT memungkinkan perpindahan gigi bisa tak terasa sama sekali. Hal tersebut bisa terjadi berkat penggunaan sabuk karet alias belt CVT yang mampu mengurangi getaran dan gesekan. 

Komponen lainnya seperti puli primer, puli sekunder, dan sabuk baja dalam rangkaian planetary gear set bekerja dengan baik untuk menghasilkan perpindahan rasio gigi dengan halus dan senyap.

Gambar tuas transmis Nissan Grand Livina facelift

Perpindahan gigi akan terasa lebih halus

2. RPM Rendah

Penggunaan transmisi CVT memungkinkan mobil bergerak dengan posisi RPM rendah. Ini lantaran tenaga dari mesin disalurkan dengan baik ke roda belakang dengan menyesuakan perubahan kecepatan dan torsi kendaraan dengan rasio presisi. Dengan begitu putaran mesin pun cenderung bisa lebih rendah dan efisien.

3. Lebih Irit BBM

Toyota Avanza

Avanza dikenal irit BBM, akankah dengan transmisi CVT penggunaan BBM jadi lebih hemat?

Dalam sistem kerja transmisi CVT, bahan bakar yang digunakan bisa lebih irit. Transmisi ini tidak membuang tenaga dan bahan bakar secara berlebih karena rpm lebih stabil. 

Bila benar, bisa saja Avanza model terbaru mengusung transmisi DCVT (Dual Mode CVT) yang merupakan pengembangan transmisi CVT dari Daihatsu. Transmisi DCVT ini sebelumnya sudah digunakan pada Daihatsu Rocky maupun Toyota Raize di Indonesia. Sistem DCVT bekerja dengan mekanisme split gear dengan 1 set planetary gear. Sehingga penyaluran tenaga dari mesin mengkombinasikan antara belt dengan planetary gear yang menyebabkan pada saat kecepatan rendah terasa lebih halus dan bertenaga, sementara pada saat kecepatan tinggi bisa lebih irit.

>>> Toyota Avanza 2022 Ramai Disebut Pakai FWD, Apa Kelebihannya?

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top