Inikah Sebab Peluncuran Daihatsu Rocky 1.200 3-Silinder Tertunda?

17/05/2021

Mobil baru

5 menit

Daihatsu Rocky memang punya varian mesin non turbo yang belum dilaunching, lantas apakah benar launching Daihatsu Rocky 1.200 cc 3-Silinder tertunda akibat oli?

Selain varian bermesin turbo, Daihatsu Rocky juga mempunyai varian mesin non turbo yang belum dilaunching, Rocky yang mesinnya tak menggunakan sistem induksi udara paksa ini diprediksi akan dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan versi turbo. Bahkan, beberapa media di Indonesia memperkirakan harga jual Rocky bermesin naturally aspirated ini di bawah Rp 180 juta. Tapi, kenapa PT Astra Daihatsu Motor tak segera merlis Daihatsu Rocky 1.200 cc ini ke pasar?

Launching Daihatsu Rocky 1.200 cc Tertunda Akibat Oli?

Informasi yang tim Cintamobil.com dapat adalah launching Daihatsu Rocky 1.200 cc tertunda akibat oli rekomendasi Daihatsu yang belum siap di pasaran. Sekadar informasi, oli yang direkomendasikan pabrikan untuk mesin berkode WA-VE adalah dengan spesifikasi kekentalan 0W-16. Yang artinya, lebih encer dibandingkan dengan oli 0W-20 yang direkomendasi untuk mesin turbo Daihatsu Rocky. Dan di pasaran oli dengan tingkat kekentalan 0W-16 masih terbatas.

Gambar oli Daihatsu

Berbeda dengan Rocky bermesin turbo yang masih bisa pakai oli Sigra

Untuk oli mesin Daihatsu Rocky pabrikan memberikan rekomendasi yang berbeda, "Mesin 1KR-VET : 0W-20 (Rekomendasi Daihatsu)/5W-30, dengan API Service minimal SL, sedangkan mesin WA-VE : 0W-16 (Rekomendasi Daihatsu)/0W-20, 5W-30, API Service min. SL," ujar salah seorang Kepala Bengkel Astra Daihatsu kepada tim kami. Sekadar informasi, untuk visikotas 0W-20 ini sama dengan yang digunakan pada mesin Daihatsu Sigra atau Ayla 1.200 cc.

>>> Mesin Turbo Daihatsu Rocky Tak Perlu Pasang Turbo Timer

Mesin Daihatsu Rocky 1.200 cc Baru Total

Mesin Daihatsu Rocky naturally aspirated menggunakan mesin yang total baru yakni berkode WA-VE. Mesin berkubikasi bersih 1,198 cc ini punya 3-silinder yang masing-masing berdiameter piston (bore) 73,5 mm dan memiliki langkah (stroke) 94,1 mm. Kalau lihat brosur, mesin ini mampu menghasilkan tenaga 88 PS pada putaran mesin 6.000 rpm dan torsi 11,5 Kgm (112,8 Nm) di putaran mesin 4.500 rpm.

Gambar mesin WA-VE Daihatsu

Mesin Daihatsu Rocky 1.200 cc baru total

Rasio kompresi (statis) mesin ini juga tak kalah tinggi, yakni 12,8 : 1. Artinya mesin ini membutuhkan BBM (Bahan Bakar Minyak) minimal oktan 92. Penggunaan kompresi tinggi juga bukan tanpa alasan, sebab dengan angka kompresi yang dipatok tinggi, maka efisiensi pembakaran bisa lebih baik dibandingkan kompresi rendah. Dengan kapasitas mesin yang sama namun mesin berkompresi tinggi, bisa dapet power lebih besar (dengan bahan bakar yang sesuai).

Mesin Daihatsu Rocky 1.200 cc disematkan Teknologi Dual VVT-i

Mesin WA-VE ini mengadopsi katup variabel Dual VVT-i. Teknologi Dual VVT-i ini dapat mengoreksi valve timing atau waktu buka katup jalur masuk bahan bakar dan udara, serta katup untuk melepaskan gas buang kendaraan. Koreksi ini disesuaikan dengan beberapa parameter di mobil misalnya injakan pedal gas dan beban pada mobil sehingga menghasilkan kurva torsi optimal di setiap level putaran mesin.

Gambar cara kerja Dual VVT-i

Mekanisme Dual VVT-i membuat gerakan katup kian presisi

Dual VVT-i sendiri adalah singkatan dari Dual Variable Valve Timing with intelligence. Teknologi ini merupakan generasi penerus dari teknologi Variable Valve Timing with intelligence (VVT-i) yang sebelumnya sudah ada di mobil-mobil modern Toyota semisal Toyota Vios dengan mesin berkode 1NZ-FE yang jadi pionir mesin VVT-i di Tanah Air sejak tahun 2003. Jika pada VVT-i hanya waktu (timing) buka katup masuk yang diatur, sekarang mekanisme serupa diterapkan pada katup buang.

Foto Daihatsu Rocky 1.0 R ADS CVT 2021

Rocky bermesin turbo hanya pakai mekanisme single VVT-i

Dengan mengatur waktu overlapping di katup buang, diharapkan tingkat kevakuman ruang bakar bertambah. Mekanisme ini mengakibatkan terjadinya peningkatan kecepatan alir dan kepadatan campuran udara-bahan bakar. Hasilnya adalah ruang bakar lebih bersih dari gas sisa pembakaran dan ledakan tenaga yang terjadi lebih besar dan sempurna. Pada akhirnya, torsi meningkat drastis dan bisa didapatkan pada putaran mesin lebih rendah.

Gambar Toyota Camry 3.5 Q AT 2006

Katup variabel Dual VVT-i pertama kali digunakan pada Toyota Camry 3.5 Q

Disamping meningkatkan performa, mekanisme Dual VVT-i dipakai untuk mengurangi emisi gas buang saat mesin baru dinyalakan. Ini karena saat itu catalytic converter belum bekerja akibat suhu kerjanya berada pada 400º C. Dengan memperbanyak sisa pembakaran, maka catalytic dapat segera beraksi. Dengan begitu, ketika mesin mencapai tenaga optimal, bahan bakar lebih hemat serta ramah lingkungan tanpa perlu mengorbankan performa.

>>> Mesin 1KR-VET Daihatsu Rocky Dan Toyota Raize Dijamin Minim Getaran, Ini Rahasianya

Penulis
Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebenarnya salah jurusan saat kuliah. Karena ia mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi mengikuti kemauan ayahnya dibanding mengambil kuliah teknik maupun komunikasi yang menjadi minatnya. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif. Gayung pun bersambut, pada tahun 2014 di mana sebelum Arfian wisuda, ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly. Motorplus Weekly adalah sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Lho kok sepeda motor? Yes, karena saat Arfian melamar pekerjaan di anak grup Kompas Gramedia tersebut, hanya posisi itu yang tersedia. Setelah lulus kuliah Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter. Bekerja menjadi jurnalis khusus sepeda motor Arfian jalani dengan semangat dan senang hati. Tak terhitung berapa kali ia menemui narasumber, berkunjung ke bengkel maupun sekadar mencoba sepeda motor baru dari jenis scooter hingga motor besar. Di tengah perjalanan karirnya, Motorplus Weekly memiliki satu anak usaha lagi yakni Otoplus weekly yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Melihat potensi dan passion yang dimiliki Arfian, Editor in Chief Motorplus saat itu, Alm Achmad ‘Feol’ Riswan menugaskan secara khusus Arfian untuk mengisi kolom otomotif roda empat. Arfian ditugaskan untuk test drive mobil di tabloid Otoplus tersebut mulai tahun 2016. Sampai saat ini sudah ratusan kendaraan baik berjenis truk, bus, hingga mobil sport yang Arfian coba. Kegemarannya menulis dengan detail, terstruktur dan teknis membuat ia memiliki pembaca setia dan dipercaya untuk menjadi test driver di tabloid tersebut. Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini. Education 2009 - 2014 Trisakti University, Bachelor Degree, Accounting 2006 - 2009 54 Senior High School 2003 - 2006 109 Junior High School Experience 2014 - 2016 Motorplus & Otoplus, Kompas Gramedia 2018 Content Writer Cintamobil.com 2019 Senior Content Writer Cintamobil.com 2021 Managing Editor Cintamobil.com Awards 2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana 2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik 2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana
 
back to top