Incar Pabrikan Baru, Domenicali Siap Benahi Formula 1

01/02/2021

Mobil baru

4 menit

Popularitas Formula 1 di mata pabrikan sedang turun, apalagi setelah keluarnya Honda usai musim 2021. Hal ini menjadi perhatian bos baru F1, Stefano Domenicali.

Formula 1 memiliki empat pabrikan di grid yakni Mercedes, Ferrari, dan Renault bertindak sebagai tim dan pemasok Power Unit (PU), dan Honda yang memasok PU untuk Red Bull Racing dan Scuderia AlphaTauri.

Red Bull Racing Honda

Honda akan meninggalkan F1 setelah 2021

Namun, Honda sudah dipastikan mundur dari F1 setelah 2021, sehingga tahun 2022 F1 cuma menyisakan tiga brand saja. Hal ini merupakan indikator bahwa popularitas balap mobil paling bergengsi ini sedang turun di mata pabrikan.

>>> Musim Kedua Dokumenter Drive to Survive Tayang di Netflix 28 Februari

Komitmen dengan teknologi hybrid, mesin baru lebih sederhana

Masalah ini jelas ada kaitannya dengan penggunaan PU V6 Hybrid yang dipakai saat ini, karena sejak debut mesin ini tahun 2014 lalu, F1 hanya bisa menjaring Honda, itupun akan meninggalkan kejuaraan pada  akhir musim 2021.

Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah CEO baru Formula 1, Stefano Domenicali. Mereka pun tengah menyusun strategi untuk mendongkrak popularitas F1 di mata pabrikan dan fans.

Mesin turbo hybrid yang dipakai F1 saat ini

Mesin turbo hybrid saat ini masih akan tetap dipakai sampai 2024

Memang, teknologi hybrid masih akan menjadi arah utama. Tapi demi menjaring lebih banyak lagi pabrikan, F1 akan menggodok regulasi powertrain baru yang lebih sederhana, dan akan diperkenalkan tahun 2026, atau mungkin 2025.

Saat ini, Domenicalli tengah berbincang dengan pabrikan lain di luar Formula 1. Meski enggan berbicara detail, mantan Team Principal Ferrari itu mengatakan bahwa beberapa brand tertarik untuk turun di Formula 1.

“Kabar baiknya adalah ada beberapa orang dan perusahaan, perusahaan yang sangat penting, sangat berminat untuk memahami apa nilai yang bisa mereka dapatkan melalui platform Formula 1. Tidak cuma dari sisi teknologi, melainkan juga dari nilai yang bisa diberikan Formula 1 terhadap pabrikan otomotif,” ujar Domenicali ketika diwarancarai Sky Sports F1.

“Saya rasa salah satu tantangan terbesar di industri otomotif saat ini adalah untuk merasa lebih muda. Ada pertarungan antara pabrikan yang sudah mapan dengan pabrikan baru di sisi mobilitas.

“Kami jelas bukan bagian dari sisi mobilitas, yang mau kami capai adalah segi olahraga. Namun, saya merasa OEM bisa memakai platform F1 sebagai platform baru yang segar, dan dibutuhkan untuk masa depan para pabrikan.”

>>> Gokil, Miniatur Mobil F1 ini Lebih Mahal dari Honda Brio RS Baru!

Mulai rambah media mainstream

Selain menaikan popularitas Formula 1 di mata pabrikan, Domenicali juga akan terus berkolaborasi dengan bentuk media dan platform baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya khalayak muda.

Dokumenter Netflix F1 Drive to Survive

Serial Netflix Drive to Survive berhasil mengangkat popularitas F1 

Sejauh ini, Liberty Media berhasil mengubah image F1 yang terkenal kaku ketika era Bernie Ecclestone menjadi lebih ramah dengan penonton. Salah satunya dengan membuat Series Drive to Survive di Netflix, yang sedang menantikan season ke-3.

“Mungkin pada awalnya, media yang menampilkan F1 di TV sedikit enggan dengan platform seperti Netflix seperti yang kita lakukan beberapa tahun belakangan,” lanjut Domenicalli

“Namun pada akhirnya, ini menguntungkan untuk kedua pihak, karena salah satu memberi dampak baik ke sisi lainnya. Jadi, saya rasa kami membutuhkan pendekatan seperti ini untuk memastikan kami tidak kehilangan kesempatan.

“Generasi muda terkoneksi dengan banyak hal, kami harus menawarkan banyak program untuk mengimbangi dari sisi intensitas. Jika kami menawarkan hal yang membosankan, maka orang-orang akan beralih.”

Kira-kira, apa lagi yang harus dilakukan Formula 1 untuk mendongkrak popularitas di mata pabrikan dan para penonton ya?

>>> Berita terbaru dan terlengkap seputar otomotif bisa Anda temukan di sini

Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.

 
back to top