Harga Beda Tipis, Pilih Nissan Leaf atau Hyundai Ioniq Electric?

18/08/2021

Mobil baru

5 menit

Share this post:
Harga Nissan Leaf dan Hyundai Ioniq Electric tak terpaut jauh. Leaf dijual mulai Rp 649 juta sedangkan Ioniq Electric termurah dibanderol Rp 637 juta.

Hyundai tak lagi sendirian menjajakan mobil penumpang bertenaga listriknya di Indonesia. Setelah meluncurkan Ioniq dan Kona Electric pada tahun 2020, kini Nissan mulai mengikuti jejak pabrikan asal Negeri Ginseng itu dengan mengenalkan mobil listrik Leaf. 

Sebelum melakukan peluncuran pada hari ini, 18 Agustus 2021, Nissan diketahui telah membuka pemesanan sejak 2-17 Agustus. Kehadiran Nissan Leaf tentunya memberikan pilihan baru bagi Anda yang tengah mengincar mobil listrik. Tapi kalau bicara harga rasanya masih jauh dari harapan sebagian besar masyarakat Indonesia. 

>>> Ridwan Kamil Jajal Mobil Listrik Hyundai Ioniq Bandung-Garut

Harga Nissan Leaf Beda Tipis dengan Hyundai Ioniq Electric

Pasalnya Nissan Leaf tak jauh berbeda dari Hyundai Ioniq yakni dibanderol mulai Rp 649 juta dan varian two tone seharga Rp 651 juta. Harga Nissan Leaf justru lebih mahal dari Hyundai Ioniq Electric yang ditawarkan mulai Rp 637 juta dan versi Signature dibanderol Rp 677 juta.

mobil listrik Hyundai

Hyundai Ioniq Electric dan Kona Electric mengaspal lebih dulu

Memiliki banderol lebih mahal, Nissan Leaf mengusung baterai lithium-ion 40 kWh yang diperkirakan dapat menempuh jarak sejauh 311 km dalam sekali pengisian daya (charging) berdasarkan hasil test New European Driving Cycle (NEDC). All-electric powertrain yang diusung oleh Nissan Leaf menyuguhkan tenaga maksimum hingga 110 kW atau setara dengan 150 PS dan torsi maksimum 320 Nm. 

Teknologi terdepan dari Nissan Intelligent Driving pada Leaf adalah penggunaan e-Pedal, yang memungkinkan pengemudi memulai berkendara, akselerasi, deselerasi, dan berhenti menggunakan hanya satu pedal dengan menambah atau mengurangi tekanan pada pedal gas. 

Gambar menunjukan Charger Nissan Leaf

Setelah cukup lama dinanti akhirnya Leaf mengaspal juga di Indonesia

Ketika akselerator dilepaskan sepenuhnya, rem regeneratif dan friksi akan bekerja secara otomatis, membuat mobil berhenti total. Teknologi lain yang ada pada Nissan Leaf adalah Nissan Safety Shield, yang terdiri dari serangkaian teknologi keselamatan canggih termasuk Forward Collision Warning, Forward Emergency Braking, Intelligent Around View Monitor dengan Moving Object Detection, dan Driver Alert Assist.

Hyundai Ioniq Electric pun tak kalah. Soal jarak tempuh, Hyundai Ioniq Electric justru lebih unggul. Berdasarkan pengetesan NEDC, Ioniq Electric mampu menempuh jarak hingga 373 km dalam satu kali pengisian daya baterai. Baterai Ioniq ini juga bisa diisi ulang di rumah dari titik nol hingga 100 persen memakan waktu 17 jam 30 menit, AC Charging 6 jam 5 menit. 

>>> Harga Nissan Leaf di Negara Ini Setara Kijang Innova

Menanti Harga Mobil Listrik Bisa Rp 300 Jutaan

Fiturnya pun cukup mumpuni yakni tujuh airbag, parking distance warning (PDW), tire pressure monitoring system dan electric parking brake dengan autohold. Kemudian Hyundai juga menawarkan tiga pilihan mode berkendara yakni eco, sport, normal dan transmisi single speed reduction gear. Mengusung motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM), Ioniq Electric mampu menghasilkan daya setara 136 PS dan torsi 295 Nm. 

Tampilan Nissan Leaf

Leaf ditawarkan mulai Rp 649 juta

Dengan sejumlah kelebihan yang dimiliki, sayangnya harga mobil listrik di Indonesia memang masih menjadi pekerjaan rumah untuk segera dibenahi guna meningkatkan populasinya. Dibandingkan dengan mobil bermesin konvensional, harga mobil bertenaga listrik bisa dua hingga tiga kali lipat lebih mahal. 

Padahal kalau melihat pasar roda empat, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor  Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto menyebut harga mobil di kisaran Rp 250-300 jutaan lah yang paling banyak diminati.

Secara tersirat berarti bila mau mobil cepat laris maka produsen setidaknya bisa menawarkan kendaraan bertenaga listriknya di kisaran harga Rp 300 jutaan. Untuk mobil penumpang bertenaga listrik, saat ini Hyundai Ioniq Electric lah yang termurah. Namun bila bicara keseluruhan segmen terdapat DFSK Gelora Mini Bus Electric yang dibuka mulai harga Rp 480 juta.

Namun demikian tak lantas membuat mobil listrik di Indonesia sepi peminat. Nyatanya sejumlah pejabat di beberapa Kementerian dan Lembaga sudah menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinasnya. Langkah ini diambil guna memberikan contoh kepada masyarakat Indonesia agar segera beralih ke mobil tanpa asap itu. 

DFSK Gelora E

DFSK Gelora E jadi mobil listrik termurah saat ini

>>> Sudah Bisa Dipesan! Segini Cicilan Nissan Leaf Terbaru

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top