First Drive Nissan Magnite Premium CVT 2020: Sensasi Mesin 1.000 cc Turbo

21/01/2021

Mobil baru

5 menit

Akhirnya tester Cintamobil.com lompat ke kursi pengemudi untuk merasakan sensasi nyetir Nissan Magnite tipe Premium bertransmisi CVT ini, seperti apa rasanya?

Nissan Magnite Premium CVT 2020, well inilah salah satu mobil yang Anda tunggu-tunggu ulasannya guna melegakan dahaga akan penasaran Anda. Maklum saja, tahun 2021 ini di kelas yang kami sebut sebagai SUV murah ini akan segera ramai pemainnya. Mulai dari KIA yang 'menerjunkan' Sonet, disusul Nissan Magnite yang mengaspal akhir tahun lalu, hingga Honda yang sudah menyatakan minatnya untuk serius bermain di kelas ini.

Foto Nissan Magnite Premium CVT 2020

Seperti apa sensasi mesin turbo di Magnite?

Nissan Magnite bisa dibilang sebagai kuda hitam di kelasnya. Ia hadir menantang rival-rivalnya berbekal mesin 3-silinder turbocharger yang jadi pertama di kelasnya. Disamping itu ia hadir dengan pendekatan harga yang menarik, untuk tipe termurah Nissan Magnite dibanderol Rp 208,8 juta, sedangkan buat tipe tertinggi seperti yang kami tes jalan kali ini adalah Magnite tipe Premium yang dihargai Rp lebih mahal. Seperti apa sensasi SUV kompak ini? Ikuti ulasan kami hingga tuntas.

(Hampir) Tidak Terasa Seperti Mesin 3-Silinder

Foto mesin HRA0 Nissan

Meski jumlah silindernya hanya tiga tapi vibrasinya minim

Saat pertama kali menyalakan mesin berkode HRA0 ini, kami merasa terkesima. Sebab, segala presepsi kami terhadap mesin 3-silinder hilang seketika. Mesin berjumlah silinder ganjil ini menderu halus, tidak terasa bergetar seperti ciri khas alami mesin 3-silinder. Hal ini disebabkan lantaran mesin ini telah menggunakan teknologi engine mounting terbaru yang lebih menyerap getaran, serta teknologi mirror bore cylinder coating seperti di Nissan GT-R untuk meredam resistensi mesin.

Foto tuas transmisi XTRONIC CVT Nissan Magnite

Getaran mesin baru terasa di kabin saat transmisi di posisi D sembari injak rem

Disamping itu, mesin ini juga telah mengadopsi engine balancer baru yang bikin getaran mesin tereduksi di saat idle. Vibrasi yang terasa minim sekali ini membuat kami berani menyandingkan dengan mesin trio silinder Eropa seperti di BMW seri 2 Active Tourer dan MINI Cooper. Getaran mesin mulai agak terasa ketika transmisi dipindah ke D (Drive) sembari pedal rem diinjak, tapi hal tersebut terasa wajar karena piringan cakram di depan dan teromol di buritan menahan gerak mobil ke depan.

Akselerasi Positif Dan Nissan Magnite Mampu Bergerak Lincah

Foto turbocharger Nissan Magnite

Turbo mulai spooling di 2.200 rpm

Seperti yang kami duga, mesin 3-silinder ini membuat akselerasi mobil terasa positif. Dari putaran rendah hingga menengah tenaga terasa padat dan memudahkan aksi overtaking di dalam kota. Injak pedal gas sedikit saja mobil langsung melaju. Meski besaran torsi mobil ini hanya 160 NM, namun sebaran torsi yang sudah mulai terasa sejak putaran mesin 2.200 hingga 4.400 rpm sangat membantu mobil mengimbangi arus lalu lintas.

Foto kamera parkir Nissan Magnite Premium CVT 2020

Kamera parkir 'Bird View' cukup membantu ketika parkir

Memang, kami belum sempat mengukur secara proper dengan alat ukur akselerasi andalan kami yakni Racelogic Performance Box yang aseli Buckingham, Inggris itu. Hal itu disebabkan oleh keterbatasan waktu yang diberikan oleh PT Nissan Motor Distribusi Indonesia dan juga event orgenizer yang saat itu bertugas. Tapi kami prediksi ia mampu menuntaskan sprint dari diam ke 100 km/jam di sekitar 11 detik, O ya kekedapan kabin mobil ini juga cukup baik.

Foto panel instrumen Nissan Magnite Premium CVT 2020

Panel instrumen pakai LCD high resolution yang menarik dilihat

Konsumsi BBM nya juga cukup bisa dibanggakan, meski lagi-lagi kami belum bisa mengetes secara proper sesuai standar pengetesan kami di Cintamobil.com. Tetapi saat melaju di kepadatan lalu lintas dalam kota pas jam pulang kantor, MID (Multi Information Display) menunjukkan 14,2 kilometer untuk setiap liter BBM-nya. Tentunya angka tersebut termasuk baik mengingat tenaganya yang cukup besar yakni 100 PS atau sekitar 98,5 HP di 5.000 rpm.

>>> Mau beli mobil Nissan bekas? Model ini yang paling kami rekomendasikan

Penumpang Belakang Bisa Duduk Dengan Nyaman

Foto tester tim Cintamobil.com sedang duduk di kursi belakang Nissan Magnite

Kami bisa duduk dengan nyaman di kabin Magnite

Tester Cintamobil.com yang punya postur berat badan sekitar 100 kilogram dan tinggi sekitar 172 cm tak merasa kesempitan saat harus duduk di belakang. Legroom serta headroom dari mobil ini cukup baik dan setara dengan rivalnya yakni KIA Sonet. Sayangnya, seatbelt dan headrest yang proper hanya tersedia untuk dua dari tiga penumpang di belakang. Beruntung sudah tersedia armrest jika penumpang yang duduk di tengah tidak ada dan tentunya kisi AC belakang.

Hal-Hal Di Nissan Magnite yang Harus Diperbaiki

Foto kursi belakang Nissan Magnite Premium CVT 2020

Kabin belakang agak sempit dan seharusnya bisa lebih luas lagi

Pengendaliannya memang terasa lincah di dalam kota meski handlingnya kami rasa bisa lebih baik lagi. Anda tak akan merasa kesulitan saat hendak bermanuver di kepadatan dalam kota atau hendak parkir. Putaran setirnya juga ringan berkat penerapan Electronic Power Steering dengan radius putar yang hanya 5 meter saja. Sayangnya bantingan suspensi mobil ini tak sesuai ekspektasi kami, terasa kaku dan kurang mencerminkan cita rasa khas Nissan yang nyaman.

Foto layout dashboard Nissan Magnite Premium CVT 2020

Visibilitas dari dalam cukup baik sayang terganggu penampang spion luar yang kecil

Belum lagi spion luar mobil yang terasa terlalu kecil. Padahal Nissan Magnite ini diklaim memiliki sudut penglihatan depan hingga mencapai 36,1 derajat yang membuat visibilitasnya diklaim menjadi salah satu yang terbaik di antara para rivalnya. Posisi duduk yang tinggi juga seolah tak terlalu membantu, apalagi setirnya hanya bisa diatur tilt saja tanpa adanya pengatur jangkauan atau telescopic.

Kesimpulan

Foto emboss MAGNITE di Nissan Magnite Premium CVT 2020

Tergoda untuk memilikinya?

Nissan Magnite mampu menjadi trendsetter di kelasnya dengan mengusung mesin turbo. Performa mesinnya juga baik yang membuat mobil ini nikmat untuk dikendarai. Memang ada beberapa hal pada Nissan Magnite yang harus diperbaiki, namun itu tidak terlalu menjadi masalah. Apalagi harganya sangat menggoda, untuk trim Premium yang jadi tipe tertinggi seperti mobil tes kami kali ini hanya dibanderol Rp 238,8 juta saja. Jelas ia menggoda untuk dimiliki. Tapi, saran kami sebelum Anda meminang mobil ini, baiknya tunggu kehadiran rival-rival lainnya seperti Daihatsu Rocky, Hyundai Creta, Toyota Raize, bahkan Honda ZR-V.

>>> Apakah Nissan Magnite mampu jadi yang terbaik jika dikomparasi dengan para kompetitornya?

Pertanyaan Sering Diajukan

Berapa konsumsi BBM Nissan Magnite?
Untuk di dalam kota ia mampu mencatat angka sekitar 14 kilometer untuk setiap liternya, untuk di tol bisa sekitar 20 kilometer per liter
Berapa harga termurah untuk Nissan Magnite?
All-new Nissan Magnite tipe Upper bertransmisi manual dibanderol dengan harga Rp 208.800.000,-
Siapa rival-rival Nissan Magnite?
Rival Nissan Magnite adalah KIA Sonet, Daihatsu Rocky, Honda ZR-V, Toyota Raize, dan Hyundai Creta

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com

About Arfian

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebenarnya salah jurusan saat kuliah. Karena ia mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi mengikuti kemauan ayahnya dibanding mengambil kuliah teknik maupun komunikasi yang menjadi minatnya. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif.

Gayung pun bersambut, pada tahun 2014 di mana sebelum Arfian wisuda, ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly. Motorplus Weekly adalah sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Lho kok sepeda motor? Yes, karena saat Arfian melamar pekerjaan di anak grup Kompas Gramedia tersebut, hanya posisi itu yang tersedia.

Setelah lulus kuliah Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter. Bekerja menjadi jurnalis khusus sepeda motor Arfian jalani dengan semangat dan senang hati. Tak terhitung berapa kali ia menemui narasumber, berkunjung ke bengkel maupun sekadar mencoba sepeda motor baru dari jenis scooter hingga motor besar.

Di tengah perjalanan karirnya, Motorplus Weekly memiliki satu anak usaha lagi yakni Otoplus weekly yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Melihat potensi dan passion yang dimiliki Arfian, Editor in Chief Motorplus saat itu, Alm Achmad ‘Feol’ Riswan menugaskan secara khusus Arfian untuk mengisi kolom otomotif roda empat.

Arfian ditugaskan untuk test drive mobil di tabloid Otoplus tersebut mulai tahun 2016. Sampai saat ini sudah ratusan kendaraan baik berjenis truk, bus, hingga mobil sport yang Arfian coba. Kegemarannya menulis dengan detail, terstruktur dan teknis membuat ia memiliki pembaca setia dan dipercaya untuk menjadi test driver di tabloid tersebut. 

Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini.

Roles

Managing Editor, Cintamobil.com

Workplace

Jakarta, Indonesia

Education

2009 - 2014 Trisakti University, Bachelor Degree, Accounting

2006 - 2009 54 Senior High School

2003 - 2006 109 Junior High School

Experience

2014 - 2016 Motorplus & Otoplus, Kompas Gramedia

2018 Content Writer Cintamobil.com

2019 Senior Content Writer Cintamobil.com

2021 Managing Editor Cintamobil.com

Awards

2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana

2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik

2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top