First Drive Mahindra Bolero Maxitruck 2020: Inspektur Vijay Tantang Ksatria Jepang

01/01/2021

Mobil baru

5 menit

RMA Indonesia selaku agen pemegang merek MAHINDRA di Indonesia memasukkan Mahindra Bolero Maxitruck 2020 yang didaulat jadi lawan tangguh Traga dan Elsapek

Gambar Isuzu Traga

Isuzu Traga memimpin penjualan dan kualitas di kelas ini

Pertarungan di kelas mobil niaga menengah memang cukup sengit. Sebelumnya Mitsubishi L300 tampil dominan tanpa pesaing, lawan-lawannya seperti KIA Big UP, Hyundai H-100 bahkan Isuzu Bison seolah tak berdaya melawan sang jagoan berlogo tiga berlian tersebut. Baru tahun 2017 Isuzu Traga mengambil takhta tersebut sebagai kendaraan komersial menengah terbaik di kelasnya. Kini tahun 2020 Mahindra meluncurkan jagoan terbarunya yakni Mahindra Bolero Maxitruck 2020.

Foto Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Sanggupkah Mahindra Bolero Maxitruck 2020 ini melawan?

RMA Indonesia selaku agen pemegang merek MAHINDRA di Tanah Air beberapa waktu lalu memasukkan Mahindra Bolero Maxitruck. Sebagai informasi, di negara asalnya yakni India Bolero adalah mobil niaga terlaris di kelasnya. Citra baik tersebut dipercaya oleh Mahindra untuk mendaulat Bolero yang akan jadi lawan tangguh Traga dan Elsapek. Lantas seperti apa impresi berkendara dari pick up racikan India ini?

>>> Inilah 5 Unique Selling Point Mahindra Bolero Maxitruck

Impresi Berkendara

Foto anak kunci Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Kuncinya sederhana dan mengingatkan kami ke mobil '90an

Anak kunci mobil Mahindra Bolero Maxitruck 2020 ini sudah di tangan, desain kuncinya sendiri mengingatkan kami ke mobil yang dijual pada era '90an. Apalagi untuk masuk ke kabin Anda perlu memasukkan anak kunci ke lubang dan memutarnya ke kiri untuk membuka kuncinya. Naik ke dalam kabin pun tak menjadi masalah berarti, berkat adanya foot step dari bahan besi dan hand grip.

Foto foot step Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Injakan kaki ini kuat dan terbuat dari besi

Saat duduk di kabin, Anda akan merasa kalau posisi duduknya tinggi namun kaku. Tak heran, karena Mahindra Bolero Maxitruck ini tidak dilengkapi pengatur ketinggian jok pengemudi, begitu pula dengan setir yang sudah fixed posisinya. Tapi Anda akan sedikit terbantu dengan sliding jok yang cukup jauh serta busa jok yang empuk membuat kursi di Bolero ini lebih nyaman diduduki dibandingkan dengan para rivalnya.

Foto rem parkir Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Posisi rem tangan Bolero terbilang unik

Putar kunci ke ON dan nyalakan mesinnya, Anda akan langsung mendengar suara mesin diesel yang kasar dan keras seperti halnya mesin tanpa busi kepunyaan truk-truk dengan ukuran yang lebih besar. Demikian juga dengan getaran mesinnya yang terasa hingga kabin. Rasanya seperti nostalgia dan kembali ke medio '90an di mana mesin diesel memang mempunyai ciri khas seperti ini.

Foto mesin MDI 3200 Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Suara mesin keras dan terdengar hingga ke kabin

Hal ini disebabkan karena mesin diesel 4-silinder berkode MDI 3200 dengan kapasitas bersih 2,523 cc ini masih mengusung teknologi konvensional. Meski sudah menganut sistem direct injection, tetapi teknologi yang diusung masih lawas. Contoh turbocharger yang disematkan di mesin ini masih harus 'dipanaskan' terlebih dahulu sebelum digunakan, dan saat hendak mematikan mesin Anda tak boleh langsung putar kunci kontak ke OFF.

Foto sistem idle up Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Mesin teknologi sederhana membuat Anda tak perlu khawatir mengisinya dengan solar 'busuk'

Sebab, ketika kunci kontak di posisi OFF tiba-tiba sesaat setelah mesin menyala membuat sistem pelumasan ke turbo bisa tiba-tiba terhenti saat turbin bergasing di putaran tinggi, hal tersebut bisa berakibat turbo cepat jebol dikarenakan suplai oli terhenti dan dalam kondisi turbo sedang panas. Sebagai informasi, putaran turbin pada turbo bisa ratusan ribu rpm berkali-kali lipat dibandingkan dengan putaran mesin.

Foto kursi Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Posisi duduk tinggi dan commanding

Oke, sabuk pengaman sudah dipasang begitu juga posisi duduk telah diatur sesuai postur tubuh tester Cintamobil.com. Injakan kopling kami rasa sedikit lebih berat dibandingkan dengan kompetitornya asal Jepang, tetapi perpindahan tuas transmisinya terasa ringan dan cukup presisi. Lepas sedikit injakan kopling, maka mobil akan langsung melaju. Torsi sebesar 195 NM yang tersedia di rentang putaran 1.400 hingga 2.200 rpm cukup membantunya melaju.

Foto suspensi belakang Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Per daun seakan menjamin durabilitasnya

Saat melaju di area pergudangan milik Mahindra di bilangan Cibinong, Jawa Barat yang jadi area test mobil ini, kami merasa jika bantingan suspensi mobil ini agak kaku. Tentu tidak heran, mengingat kenyamanan bantingan suspensi sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan di kelas ini. Apalagi suspensi di keempat roda masih mengusung per daun yang seakan menjamin kekuatannya saat dimuati beban berat.

Foto test drive Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Pengendalian mobil ini cukup baik

Pengendaliannya sendiri juga cukup baik, teknologi power steering membuat kami dengan mudah memutar setir tanpa harus berkeringat. Apalagi power steering yang diusung masih model hidrolik yang dijamin lebih kuat bila dibandingkan power steering model elektrik. Sayangnya, radius putar mobil ini yang 5,5 meter masih lebih besar dan merepotkan untuk putar balik bila dibandingkan rival sekelasnya yang ada di angka 4,5 hingga 4,7 meter.

Lihat juga >>> Test Drive Mahindra Scorpio Pikup 2019: Menari Di Alam Terbuka Bak Pemain Film India

Fitur Cukup Untuk Mobil Niaga

Foto head unit Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Sudah tersedia head unit yang mampu menangkap sinyal radio

Yang menyenangkan adalah berkat penempatan mesin di depan kabin, maka saat mengemudikan Mahindra Bolero Maxitruck 2020 ini Anda tak merasa kepanasan, lebih aman karena adanya crumple zone tambahan dan tentunya lebih enjoy. Apalagi di mobil tes kami kali ini sudah dilengkapi dengan AC dan radio tape yang mampu menangkap sinyal radio dan mereproduksi suara dari sepasang speakernya. 

Daya Angkut

Foto tampak samping Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Wheelbase 3.150 mm berdampak positif ke daya angkutnya

Dimensi wheelbase lebih dari 3 meter membuat penampang mobil ini terlihat demikian panjang. Hal tersebut tentunya berdampak positif ke kapasitas angkutnya. Tercatat dimensi bak belakang mobil ini adalah panjangnya 2.600 mm, lebar 1.695 mm, dan tinggi 400 mm. Meski total terdapat 11 hook point (cantolan) dengan rincian masing-masing 4 cantolan di kanan-kiri serta 3 buah di belakang, tapi bak mobil ini belum bisa dibuka secara 3-way. 

Foto bak angkut Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Dimensi bak (PxLxT) 2.600 mm X 1.695 mm X 400 mm

Demi durabilitas mumpuni saat membawa barang bawaan, kaki-kaki depan maupun belakang mengandalkan per jenis daun yang punya cita rasa bantingan keras tetapi punya kekuatan luar biasa. Memang, bila dibandingkan dengan rival-rivalnya seperti Isuzu Traga dan Mitsubishi L300, Bolero ini masih terasa kuno, tetapi ketangguhan per daun tidak perlu diragukan lagi.

Sanggup Lawan Traga Dan L300?

Foto tampak belakang Mahindra Bolero Maxitruck 2020

Mahindra dengan gagah berani 'lawan' Ksatria Jepang

Inspektur Vijay resmi menantang Ksatria Jepang. Karena jika melihat spesifikasi yang ada serta dari hasil first drive kami terhadap Mahindra Bolero Maxitruck 2020 ini, seharusnya ia sanggup melawan rival-rival di kelasnya seperti KIA Big Up, Hyundai H-100, TATA Super ACE hingga Isuzu Traga. PR (Pekerjaan Rumah) paling besar RMA Indonesia terhadap merek MAHINDRA ini ada pada jaringan dealer 3S (Sales, Service, dan Spare Part) yang belum tersebar merata di Indonesia. Tetapi secara produk ia mampu bersaing dan punya value for money yang baik dari rival sekelasnya.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com

Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 dari jurusan Ekonomi Akuntansi. Namun, passion menulis dan ketertarikannya akan mobil membawanya melamar menjadi jurnalis otomotif.

Pada tahun 2014 ia sudah diterima bekerja di Motorplus Weekly - sebuah tabloid dwi mingguan yang mengulas tentang sepeda motor. Arfian bekerja di sana selama tiga tahun sebagai reporter.

Sejak tahun 2018 Arfian bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer dan menjadi Senior Content Writer setahun kemudian. Di tahun 2021 ia dipromosikan menjadi Editor, dan dengan kinerja yang baik di tahun 2021 ini pula ia dipromosikan kembali menjadi Managing Editor untuk website ini.

Awards

2020 - 3rd Winner, Best Online Write Up Activity & Industry News, Warta Citra Adiwahana

2020 - 2nd Winner, Mitsubishi Journalist Writing Competition - Artikel Online Terbaik

2021 - 1st Winner, Best Online Product Review, Warta Citra Adiwahana

 
back to top