Ferrari Hybrid Termurah Beratap Terbuka Akan Segera Diluncurkan

05/08/2021

Mobil baru

3 menit

Diluncurkan 2 bulan lalu, Ferrari hybrid 296 GTB akan dibekali dengan opsi atap terbuka. Hal ini tercium saat Ferrari mengetes mobil tersebut di jalan.

Entah mengapa Ferrari masih malu-malu saat mengetes 296 versi atap terbuka di jalan sekitar pabrik mereka di Maranello, Italia. Karena selain atapnya yang kini bisa terbuka, tidak ada perubahan signifikan lain dibanding Ferrari 296 GTB.

Seperti para pendahulunya, dua kemungkinan nama yang akan dipilih oleh Ferrari adalah 296 GTS atau 296 Spider. Mobil ini akan jadi anggota terakhir dari jajaran produk beratap terbuka generasi terkini dari sang kuda jingkrak.

Memprediksi Tampilannya

Secara desain, Ferrari 296 GTB sangat terinspirasi dari halo hypercar mereka, SF90 Stradale. Dari situ, kami berkeyakinan bahwa versi atap terbuka 296 juga akan meminjam pengaturan pembukaan atap yang serupa dengan SF90 Spider.

Gambar Ferrari 296 GTS Spyshot

Versi atap terbuka 296 GTB tertangkap kamera mata-mata saat sedang dites

>>> Jangan Sombong Kalau Punya Ferrari, Beli Nih Mobil Terbang!

Atapnya sendiri kemungkinan terbuat dari aluminium untuk menghemat bobot dan ruang serta dapat dibuka kembali dalam 14 detik. Seperti SF90 Spider, 296 GTS (atau Spider) diharapkan memiliki kaca belakang kecil yang dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai permintaan.

Kaca belakang yang dapat diturunkan tersebut berfungsi untuk memberikan sensasi dan pengalaman dari mengemudikan mobil convertible tanpa membuka atapnya. Anggap saja ketika kondisi hujan atau matahari sedang terik-teriknya, Anda hanya perlu membuka kaca tersebut untuk mendengar simfoni dari suara mesin dan knalpot di belakang.

Ada Perubahan di Bagian Mesin?

Nampaknya secara teknis maupun mekanis mobil ini akan serupa dengan versi coupe, masih menggunakan mesin 3,0 liter V6 twin-turbocharged serta motor listrik yang terhubung dengan transmisi otomatis 8-percepatan.

Gambar mesin 296 GTB

Tidak ada perubahan di sektor dapur pacu

>>> Jurus Berkendara Menyenangkan ala Bentley Continental GT Speed Convertible

Secara keseluruhan, sistem tersebut akan menghasilkan tenaga 819 HP. Dalam sejarahnya, Ferrari versi coupe dan convertible selalu serupa dalam hal performa. Sehingga 296 GTS harusnya dapat berakselerasi dari 0 - 100 km/jam dalam 3 detik dengan kecepatan tertinggi 330 km/jam.

Belum ada informasi resmi mengenai peluncuran mobil ini, namun pabrikan asal Italia ini biasanya memberi jarak 6 bulan antara peluncuran versi coupe dan convertible. Soal harga, Ferrari juga biasanya memberi perbedaan Rp 500 juta lebih mahal untuk versi convertible dari mobil-mobil mereka.

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top