Dacia Spring Jadi EV Paling Murah di Eropa, Mirip Renault Kwid

18/10/2020

Mobil baru

4 menit

Dacia Spring Jadi EV Paling Murah di Eropa, Mirip Renault Kwid
Dacia memperkenalkan Spring EV, yang diklaim sebagai mobil listrik paling murah di Eropa. Tapi kok, secara tampang SUV mungil ini mirip Renault Kwid ya?

Ini adalah Dacia Spring EV, mobil yang akan dijual mulai Maret tahun depan itu diklaim sebagai mobil elektrik EV paling murah di Eropa. Harganya akan lebih murah dibandingkan Seat Mii Electric, yang dibanderol £19.800 (Rp 377 juta).

>>> Renault Kwid Climber 2020 siap bersolek pekan ini

Mirip Renault Kwid

Diperkenalkan untuk pertama kali sebagai konsep Maret lalu, model siap produksi Dacia Spring EV terlihat identik dengan konsepnya. Dan kita juga bisa langsung menyimpulkan bahwa mobil ini mirip Renault Kwid, yang dijual di Indonesia.

Hal ini terlihat dari styling ala SUV dari Spring EV seperti fender yang gemuk, roof rail, dan ground clearence yang di atas rata-rata. Port chargingnya ada di bagian gril depan, yang diapit lampu depan dengan pattern LED sebaris.

Tampilan depan Dacia Spring EV

Tampilan belakang Dacia Spring EV

Gimana, mirip kan sama Renault Kwid?

Velg yang dipakai menyerupai model baja, walaupun sebenarnya model besi dengan penutup. Agar terlihat lebih atraktif, Spring EV mendapatkan aksen oranye di beberapa bagian eksterior, seperti kaca spion, roof bar, side skirt, sampai gril.

Dacia Spring EV punya dimensi yang sangat kompak untuk ukuran mobil Eropa, panjang 3.734 mm, dan lebar 1.622 mm. Sedikit lebih panjang dan lebar dari Volkswagen Up, dan jauh lebih kompak dari Supermini seperti Ford Fiesta atau Hyunda i20, atau Polo. Hasilnya adalah kemudahan berkendara dalam kota, apalagi di jalanan sempit dan berliku.

Dacia Spring EV memiliki radius putar 4,8 meter, hanya lebih besar 20 cm dari Honda E. Meski punya dimensi sangat kompak, Dacia mengklaim Spring EV punya akomodasi yang sangat baik. Mulai dari glovebox, door pockets, dan storage tengah yang dapat memuat sampai 23,1 liter. Bagasinya juga cukup besar, sekitar 300 liter.

Desain dasbor Dacia Spring EV

Kursi belakang Dacia Spring EV

Bagasi Dacia Spring EV

Ga cuma eksterior, interiornya juga sama persis seperti Renault Kwid

Jika melihat layout dasbornya, kita akan sulit menemukan perbedaan antara Spring EV dan Renault Kwid, paling hanya aksen biru khas mobil EV di door trim dan kisi-kisi AC, selebihnya sangat mirip. Dimensi head unit yang dipakai juga sama, yakni tujuh inci dengan sistem MediaNav yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. 

>>> Review Renault Kwid Climber 2020: Hatchback Bergaya SUV nan Atraktif

Pakai motor listrik 45 HP, jarak tempuh sampai 300 km

Di balik kap mesin Spring EV menggunakan motor listrik bertenaga 45 HP dengan torsi 125 Nm dipadukan baterai berkapasitas 26,8 kWh. Kombinasi ini menghasilkan jarak tempuh 225 km dalam sekali pengisian, meski dapat meningkat sampai 300 km dengan teknik eco-driving.

Soal performa, Dacia mengklaim mobil ini dapat digeber sampai 125 km/jam saja. Dacia mendukung beberapa spesifikasi charging, DC 30kW yang dapat mengisi dari 0-80% dalam waktu satu jam, dan charger 7,4 kW yang bisa mengisi penuh dalam waktu 5 jam.

Dacia Spring EV sedang mengisi baterai

Spring EV dapat menembus jarak sampai 300 km dalam satu kali pengisian

Dengan hadirnya Dacia Spring EV, tentu rumor kehadiran Kwid EV tinggal menunggu waktu, dan kemungkinan dengan spesifikasi yang tidak jauh berbeda dari kembarannya di Eropa. Dengan harga kurang dari Rp 377 juta, worthed ga?

>>> Berita mobil baru, event, promosi, informasi pasar mobil baru 2020

Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top