Bocoran Terbaru Menjelaskan Produksi Model Y dan Jumlah Baris Kursi

08/12/2018

Mobil baru
Share this post:
Bocoran Terbaru Menjelaskan Produksi Model Y dan Jumlah Baris Kursi
Baru mengutarakan rencana agresifnya untuk meningkatkan produksi Model Y, crossover barunya, Business Insider melaporkan adanya dokumen internal Tesla yang bocor.

Tesla seharusnya membawa Model Y, SUV listrik kecilnya yang akan datang untuk produksi cepat, namun belum memiliki pabrik yang ditugaskan untuk memproduksinya. Dokumen yang bocor mengungkapkan lebih banyak tentang kursi baris ketiga pada kendaraan tersebut hingga rencana Tesla membangun produksi Model Y di pabrik Gigafactory 1.

Gambar Tesla Model Y berwarna putih

Bocoran dokumen jelaskan produksi Tesla Model Y

Dokumen tersebut menjelaskan bahwa perusahaan milik Elon Musk akan membangun 7.000 Model Y per minggu pada Gigafactory 1, di Nevada pada 20 desember 2020. Pernyataan yang dikeluarkan beberapa minggu sebelum laporan pendapatan kuartal terbaru pada Oktober menjelaskan tambahan 5.000 SUV per minggu pada Februari 2021 di pabrik Tesla di Cina.

>>> Mengintip Potensi All New Honda Brio Di Balap Nasional 2019

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Tesla berencana untuk membangun Model Y pada platform Model 3. Bocoran tersebut menunjukan bahwa Tesla berencana untuk membatasi jumlah perubahan untuk menyederhanakan produksi. Model Y diharapkan akan diresmikan pada Maret 2019, dan Tesla harus merilis rencana produksinya pada waktu yang sama.

Tesla yang berbasis di Palo Alto mengatakan kepada Business Insider bahwa rencana mereka telah diubah. "Jadwal dan informasi yang dibagikan di sini sudah usang. Ketika kami memiliki rincian untuk diumumkan, kami pasti akan membaginya. Sementara itu, kami tetap fokus pada Model 3, yang dengan senang hati kami bawa ke Eropa dan China awal tahun depan," juru bicara perusahaan menjelaskan.

>>> Tertarik membeli mobil baru? Dapatkan informasi lebih lanjut di sini

Gambar Tesla Model 3

Tesla Model Y akan mengambil basis Model 3

Namun keputusan Tesla untuk meningkatkan produksi Model 3 sedan dengan cepat mendorong perusahaan ke jurang kegagalan, sebagaimana diakui Musk dalam wawancaranya bersama Axios bulan lalu. “Dan jika kita tidak menyelesaikan masalah ini dalam waktu yang sangat singkat, kita akan mati. Dan itu sangat sulit untuk menyelesaikannya. ”

Saham Tesla melonjak hampir 2.3 persen pada pembukaan Selasa lalu, sebagian karena berita minggu lalu bahwa Presiden Trump telah mencapai gencatan senjata perang dagang dengan Presiden Cina, Xi Jinping. Cina setuju untuk mengurangi tarif 40% pada impor kendaraan.

>>> Temukan informasi mobil menarik lainnya hanya di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top