2 Mobil dalam 1 Konsep Bernama Audi Skysphere

12/08/2021

Mobil baru

3 menit

Audi Skysphere merupakan sebuah konsep mobil yang dirancang dengan tujuan yang jelas untuk menawarkan penumpangnya pengalaman kelas dunia yang menawan.

Produsen mobil mewah asal Jerman, Audi baru saja memperkenalkan konsep Skysphere. Adalah sebuah mobil yang memadukan teknologi mirip Batmobile dan karakteristik desain agresif dengan fasilitas mewah.

>>> New Audi A5 Sportback Meluncur, Sports Car untuk Anak Muda Perkotaan

Gambar menunjukan interior Audi

Tampilan interior konsep Skysphere

Bisa Ganti Mode Sport dan Grand Touring 

Konsep Audi Skysphere menunjukkan bagaimana merek ini mendefinisikan ulang kemewahan di masa depan  tidak lagi hanya tentang mengemudi. Mobil konsep ini dirancang dengan tujuan yang jelas untuk menawarkan penumpangnya pengalaman kelas dunia yang menawan.

Untuk memberikan kebebasan maksimal kepada penumpang, konsep skysphere Audi dirancang untuk dua pengalaman berkendara yang berbeda: pengalaman Grand Touring yang megah dan pengalaman Sport. Ini memanfaatkan detail teknis yang spektakuler seperti jarak sumbu roda variabel. Motor listrik dan mekanisme canggih dengan komponen bodi dan rangka yang saling bergesekan memungkinkan untuk memvariasikan jarak sumbu roda dan panjang eksterior mobil.

Dengan sentuhan tombol, pengemudi dapat memanfaatkan kebebasan mereka dan memilih pengalaman berkendara mereka sendiri baik mereka mengemudikan sendiri e-roadster sepanjang 4,94 meter dalam mode Sports. Kemudian jika bosan pengemudi  dapat memilih berkendara dengan mode Grand Touring dengan dimensi panjang 5,19 meter. Menariknya lagi dalam mode tersebut sekaligus bisa memanfaatkan teknologi otonom sambil menikmati langit dan pemandangan, ruang kaki maksimum, dan layanan yang ditawarkan oleh ekosistem digital yang terintegrasi dengan mulus.

>>> Kelebihan dan Kekurangan Membeli Mobil Secara Cash atau Kredit

Gambar menunjukan Mobil

Desainnya yang agresif sekilias mirip Batmobile 

Berdaya 623 Tenaga Kuda

Motor listrik yang diposisikan pada gandar belakang bertenaga bertanggung jawab untuk mengirimkan daya ke roda Audi skysphere. Tenaga sebesar 465 kilowatt dan torsi 750 Newton meter terasa ringan dengan roadster yang hanya berbobot sekitar 1.800 kilogram. Distribusi bobot sekitar 60 persen pada poros belakang bertenaga menghasilkan traksi dan akselerasi yang cukup dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam empat detik,

“Teknologi baru seperti elektrifikasi, digitalisasi, dan pengemudian otonom memberi kami kesempatan untuk menciptakan pengalaman yang jauh melampaui apa yang ditawarkan oleh roadster saat ini,” kata manajer proyek desain Gael Buzyn.

Konsep Audi Skysphere ini akan memulai debut publiknya besok pada 13 Agustus 2021, sebagai bagian dari Monterey Car Week  di fairways legendaris dari lapangan golf Pebble Beach di Monterey County, California. 

>>> Mobil Listrik E-Legend EL1, Terinspirasi Audi Legendaris Dunia Reli

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini. 

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top