Apakah Selera Orang Indonesia soal Mobil Baru Berubah karena Corona?

14/05/2020

Mobil baru

3 menit

Share this post:
Apakah Selera Orang Indonesia soal Mobil Baru Berubah karena Corona?
Di pasar mobil bekas, sudah mulai terlihat adanya pergeseran akan selera mobil. Namun bagaimana dengan mobil baru? Benarkah ada pergeseran selera imbas corona?

Ada tren baru yang terjadi di pasar mobil bekas. Seperti sempat diberitakan Cintamobil sebelumnya bahwa orang menengah ke atas memanfaatkan pandemi corona untuk berburu mobil bekas. Ini terjadi lantaran harga mobil bekas yang mengalami penurunan. 

Beda halnya dengan kalangan menengah ke bawah yang justru menukar mobilnya dengan tipe lebih rendah seperti LCGC. Mereka memilih jalan tersebut agar bisa mendapat uang lebih tapi di satu sisi masih memiliki mobil dengan fungsi yang sama. 

Pasar mobil bekas

Ada tren pergeseran di pasar mobil bekas

>>> Orang Berduit Manfaatkan Momen Pandemi Corona untuk Beli Mobil Bekas

Belum Ada Pergeseran Tren

Tapi rupanya tren tersebut belum terjadi di pasar mobil baru. Sebagai penguasa pasar otomotif di Indonesia, PT Toyota Astra Motor menyebut belum ada pergeseran terhadap selera mobil baru baik di kelas menengah atas maupun bawah. 

"Sementara ini hasil survei yang kita lakukan kalau kita bandingkan kan kita kategorikan ada 3 macam pembeli, ada pembeli mobil pertama, pembeli mobil tambahan atau additional, kemudian mengganti, kalau kita lihat yang menurun itu kategori additional," beber Direktur Marketing PT TAM Anton Jimmi Suwandy dalam wawancara virtual dengan awak media. 

>>> Virus Corona Bikin Mobil Bekas Sepi Peminat

Menurut Anton, meski penjualan mobil baru cenderung menurun namun kendaraan roda empat masih dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Mobil digunakan untuk berpergian ke supermarket atau memenuhi kebutuhan lain yang darurat. 

Mobil LCGC

LCGC Toyota Agya

Kondisi menurunnya penjualan akibat corona pada penjualan mobil baru ini menurut Anton belum separah dengan krisis ekonomi global pada tahun 2008.

Penjualan Mobil Secara Cash Meningkat

Pada saat itu terang Anton, masyarakat menengah ke atas pun mulai beralih untuk menggunakan mobil dengan harga lebih terjangkau.

>>> Jangan lewatkan kabar paling update seputar mobil baru di sini

"Mungkin-mungkin saja karena itu pernah terjadi pada krisis 2008-2009, ada beberapa segmen yang melakukan perubahan. dari kelas medium ke low, tapi saat ini kita belum lihat terjadinya perubahan itu," sebutnya. 

Meski terbilang krisis, pembelian mobil secara tunai justru meningkat. Hal ini disebabkan lembaga pembiayaan yang makin ketat dalam menseleksi konsumennya.

"Bukan hanya masalah Covid ya, tapi masalahnya pembatasan di dunia leasing. Banyak leasing yang sekarang naikan DP atau memperketat seleksi, atau melihat kalau konsumen bekerja sebagai pilot misalnya atau di pariwisata itu akan dicek lebih dalam pembayarannya gimana," pungkas Anton. 

>>> Dapatkan berbagai berita mobil terlengkap ada di Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020

Berita lain

Virus Corona Bikin Orang Lebih Hati-hati saat Membeli Mobil Baru

14/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Virus corona tak hanya memberikan dampak langsung pada penjualan mobil. Bagi konsumen, membeli mobil baru di masa sekarang justru harus lebih hati-hati.

Lihat juga

Intip Bocoran Mobil Baru Toyota yang Akan Meluncur di Indonesia

13/05/2020

Mobil baru

4 menit

PT Toyota Astra Motor tengah menyiapkan mobil baru yang akan diluncurkan di Indonesia. Pihak TAM pun memberikan sedikit bocoran soal mobil barunya itu.

Lihat juga

Deretan Mobil Baru yang Mejeng Bulan April

05/05/2020

Mobil baru

4 menit

Meski di tengah pandemi, pabrikan masih aktif melaunching line-up terbarunya. Tak terkecuali bulan April ini, di mana ada lima mobil yang hadir di dalam ataupun luar negeri.

Lihat juga
 
back to top