Ada Toyota GR Supra Pakai Mesin V10 Formula 1, Begini Jadinya

08/11/2021

Jual beli

4 menit

Share this post:
Sejak diluncurkan pada 2019, Toyota GR Supra merupakan salah satu mobil yang paling banyak dimodifikasi. Supra ini jadi salah satu contoh yang paling ekstrem.

Apakah Anda pernah mendengar nama Ryan Tuerck? Tuerck merupakan salah satu drifter di ajang Formula Drift yang saat ini mengendarai Toyota Corolla Hatchback racikan Papadakis Racing.

Tak hanya sebagai drifter, nama Tuerck juga cukup dikenal sebagai modifikator mobil. Salah satu proyek ambisiusnya adalah Toyota 86 yang menggunakan mesin V8 milik Ferrari 458 pada SEMA Show tahun 2016.

Gambar Toyota 4586

Toyota 86 bermesin V8 Ferrari milik Ryan Tuerck

Kali ini, ia kembali ke SEMA Show dengan membawa proyek modifikasi yang tak kalah ekstrem dan menarik, yaitu sebuah Toyota GR Supra dengan mesin V10.

>>> Review Toyota Supra 2019: Legenda Toyota Tiba ke Indonesia

Formula Supra

Ryan Tuerck menyebut mobil tersebut sebagai Formula Supra. Kenapa? Tak lain dan tak bukan karena GR Supra yang satu ini menggendong mesin yang pernah dipakai di ajang Formula 1.

Mesin yang dimaksud adalah Judd GV4 4.0-liter V10. Mesin garapan John Judd cukup dikenal di dunia motorsport, terutama di era 1990-an. Mesin berkode GV itu sempat digunakan oleh tim BMS Scuderia Italia. Prestasi tertingginya adalah podium di San Marino Grand Prix pada tahun 1991.

Gambar Judd F1

Mesin F1 Judd GV sempat mencicipi podium berkat finis ketiga di GP San Marino 1991

Tak hanya di ajang F1, mesin ini juga sempat digunakan pada 24 Hours of Le Mans dan Rolex 24 at Daytona. Di ajang Rolex 24, mesin GV bahkan mengantar Doran Lista sebagai pemenang.

>>> Toyota GR Supra Kreasi Safari, Terinspirasi Mobil Paul Walker

Dibangun Selama Satu Setengah Tahun

Memasukkan mesin F1 tersebut ke dalam sebuah Toyota GR Supra bukanlah pekerjaan yang mudah. Ryan Tuerck dan tim mekaniknya membutuhkan waktu satu setengah tahun untuk merampungkan proyek ekstrem ini.

Dengan bantuan Dominic Biro dari bengkel Racing Service di Los Angeles, mobil ini mengalami banyak ubahan di sektor bodi untuk mengakomodasi dapur pacu yang membengkak.

Gambar Mesin V10 Judd

Butuh waktu satu setengah tahun untuk memasukkan mesin ini ke dalam sebuah Supra

Mesin Judd V10 pada GR Supra ini mampu menghasilkan tenaga 750 HP yang disalurkan ke roda belakang melalui transmisi sekuensial 6-percepatan lansiran Holinger. Mobil ini menggunakan gardan khusus dan differensial belakang yang diambil dari Ford Explorer.

Hasilnya? Anda mendapatkan sebuah Supra yang bisa 'bernyanyi' hingga putaran mesin tinggi khas mobil-mobil Formula 1 di era 1990-an.

>>> Intip Pilihan Mobil Bekas dengan Harga yang Menarik di Sini

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif di tahun 2017, Taufan mengisi berbagai posisi mulai dari reporter, test driver, dan host untuk salah satu portal berita otomotif nasional. Kini, Ia bergabung sebagai content writer di Cintamobil.com.

Taufan merupakan lulusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Lulus di tahun 2017, ia langsung mengejar passion dan ketertarikannya sebagai seorang jurnalis otomotif.

Tak butuh waktu lama, Taufan diterima bekerja di GridOto.com. GridOto.com merupakan kanal berita yang mengulas berbagai hal yang berkaitan dengan otomotif, dari mulai review dan test, berita dalam dan luar negeri, serta tips & trick sebagai panduan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Selama dua tahun bekerja di GridOto.com, Taufan diplot untuk menjadi jurnalis yang serba bisa. Dari mulai mengisi artikel news, tips & trick, test drive & review, menjadi host untuk kanal YouTube GridOto.com, hingga menjadi editor pengganti.

Mengunjungi berbagai pameran otomotif nasional dan internasional, menemui narasumber ATPM, dealer mobil bekas, hingga ke bengkel-bengkel spesialis sudah pernah ia jabani. Taufan pun kerap dipercaya menghadiri ajang media test drive untuk mencoba mobil-mobil baru. Dari LCGC seperti Datsun Go, hingga ke Supercar seperti McLaren 720S.

Di sela-sela pekerjaannya, Taufan adalah petrolhead tulen yang gemar mengoleksi mobil (baik dalam bentuk die cast atau mobil asli) dan mengikuti dunia motorsport roda empat. Hobi membacanya juga membuat Taufan memiliki pengetahuan yang cukup dalam terhadap sejarah dan perkembangan mobil di dunia.

Setelah dua tahun berkarya di GridOto.com, Taufan pun memutuskan untuk rehat di tahun 2019. Selama vakum menjadi jurnalis, ia sempat membuka bisnis detailing dan cuci mobil bersama dengan sahabatnya. Selama berbisnis, ia pun memperdalam pengetahuannya terhadap perawatan mobil.

Di tahun 2021, ia memutuskan untuk kembali ke industri yang ia cintai dengan bergabung di Cintamobil.com sebagai Content Writer. Anda akan banyak menemukan tulisan Taufan mengenai berita otomotif dalam dan luar negeri, tips & trick, ulasan teknis mengenai mobil, serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia motorsport di website ini.

 
back to top