Tips Beli Mobil Eropa Bekas A La Cintamobil.com

21/08/2021

Jual beli

2 menit

Share this post:
Tips Beli Mobil Eropa Bekas A La Cintamobil.com
Beli mobil bekas tentunya tidak seperti membeli mobil anyar yang hampir minim kendala, berikut ini adalah tips beli mobil Eropa bekas ala tim Cintamobil.com

Beli mobil bekas tentunya tidak seperti membeli mobil anyar yang hampir minim kendala, berikut ini adalah tips beli mobil Eropa bekas ala tim Cintamobil.com. Tapi perlu diingat, artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dari anggota tim redaksi Cintamobil.com yang sempat 'memelihara' dan jual beli mobil Eropa.

Spesifik Ke Elektronik

"Secara umum beli mobil bekas mau Eropa maupun Jepang itu sama caranya, apalagi yang cenderung tua. Tapi kalo mobil bekas asal Eropa dicek lebih spesifik ke bagian elektrikalnya. Karena mobil eropa di tahun yang sama dengan mobil jepang, cenderung punya elektrikal lebih banyak," papar Purwananda 'Nanda' Budyandaka, selaku Host di channel YouTube CintamobilTV.

Mesin M40 BMW E36

Tak hanya mesin, elektrikal juga wajib diperhatikan

Hal ini tentu ada benarnya, menurut tim Cintamobil yang mesti diperhatikan saat membeli mobil bekas asal Eropa adalah aki. Kalau di mobil Jepang, aki tak akan menimbulkan masalah kecuali saat soak, di mobil Eropa ceritanya bisa berbeda. Kondisi dari battery alias aki mesti prima, terutama arus dan voltase­nya. Arus tidak stabil bisa merusak komputer mobil.

BMW E36 318i

Pastikan kondisi aki selalu prima, bisa dicek dengan menyalakan lampu-lampu

Kendati aki masih bisa untuk menyalakan mesin, aki yang sudah melemah menyebabkan ECU mengalami gangguan. Pada mobil lansiran Eropa tetap ada dua jenis aki yang disarankan. Tapi yang paling kami rekomendasikan adalah aki kering alias free maintenance. Boleh-boleh saja memakai aki basah, tapi Anda mesti sering mengecek level air di dalam aki. Karena, jika sel aki yang seharusnya terendam ternyata kering malah bisa merusak sel sehingga tak bisa digunakan lagi.

>>> Kenali 4 Tanda Umum Aki Mobil Soak

Interior Tak Kalah Penting

"Beli mobil bekas Eropa harus jauh lebih teliti. Tidak hanya electrical yang sering bermasalah, tapi juga kondisi interior. Mobil asal Eropa atau secara umum mobil CBU biasanya itu enggak tahan lama material-material pada interiornya," tambah Michael 'Mike' Boerma, yang juga jadi host di channel YouTube CintamobilTV. Menurutnya bahan-bahan yang tadi ia sebutkan tidak cocok dengan iklim di Indonesia.

Interior BMW E36 318I

Pastikan kondisi interior terawat dan tidak cacat

Mike yang punya lisensi Pilot ini juga menambahkan, "Karet-karet eksterior yang digunakan enggak cocok sama iklim disini. Mobil Eropa sering ada 'sticky panels', headliner turun, karet-karet kaca yang retak gitu," jelasnya. Pria ramah berperawakan bongsor ini juga mengingatkan agar Anda 'memahami' terlebih dahulu mobil bekas yang diincar, agar saat hendak melakukan perbaikan biaya yang akan dikeluarkan dapat ditaksir dan tidak overbudget.

>>> Inilah Mobil Eropa Paling Bandel, Rekomendasi Redaksi Cintamobil.com

Konsultasikan Ke Ahli

Sebenarnya rata­-rata kerusakan mobil lansiran Eropa itu bisa ditangani dengan mudah bila segera dikonsultasikan ke bengkel resmi atau spesialis. Namun di samping masalah­-masalah itu, ada yang sedikit melegakan bagi pemilik mobil Eropa.

Mercedes-Benz E230 W124

Suku cadang mobil besutan Eropa juga tersebar di pasaran

Sebab rata­-rata pabrikan Eropa menyediakan suku cadang lengkap walaupun mobilnya berusia 20 tahun lebih. Terpenting adalah tahu nomor sasisnya, maka nomor suku cadang dengan mudah didapat dan bisa langsung dilakukan pemesanan. So, bagaimana? Anda tak takut lagi kan membeli mobil bekas keluaran Eropa?

>>> Cari tips dan trik a la cintamobil lainnya seputar mobil bekas? Lihat ulasan kami lainnya di sini

Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, kini ia menjadi Head of Content di Cintamobil.com   About Arfian Lulusan kampus Trisakti angkatan 2009 ini sebe
 
back to top