Tidak Hanya Kendaraan Ditarik, Ini Risiko Lebih Besar Kredit Macet

11/02/2019

Jual beli
Share this post:
Tidak Hanya Kendaraan Ditarik, Ini Risiko Lebih Besar Kredit Macet
Membeli kendaraan secara kredit, pembeli sebaiknya selalu memenuhi kewajiban membayar angsuran tiap bulan. Jangan sampai kredit macet sebab tak hanya kendaraan yang bakal ditarik, ada risiko lebih besar lain yang bakal ditanggung.

Foto mobil Proton di dealer

Lebih banyak orang membeli mobil secara kredit dibanding tunai

Bukan rahasia jika kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia didominasi pembelian dengan cara kredit, baik sepeda motor maupun mobil. Para dealer atau leasing juga memberikan kelonggaran atas dua cara tersebut sebagai upaya mendongkrak penjualan. Dari sisi konsumen, membeli kendaraan dengan cara kredit dianggap menguntungkan. Konsumen bisa dengan segera menerima kendaraan yang dibutuhkan untuk menunjang aktifitas sehari-hari meski dari sisi yang lain pembeli juga merasakan satu kekhawatiran perjalanan angsurannya tidak berjalan lancar alias kredit macet.

By the way, apapun alasannya sebaiknya pembeli mengupayakan agar kewajibannya membayar angsuran bulanan selalu terpenuhi tanpa terlambat. Hal ini karena di sisi dealer atau leasing cenderung tidak mau tahu alasan mengapa pembeli tidak bisa memenuhi kewajiban. Mereka hanya berpatokan pada perjanjian kredit yang telah ditandatangani sebelumnya oleh pembeli, termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan kredit macet.

>>> Tak Punya Dana Cash? Beli Mobil dengan Memilih Kredit Mobil Terbaik

Biasanya, leasing akan memberi peringatan awal saat sudah lewat tanggal dan pembeli belum membayar angsuran. Risiko pertama saat pembeli terlambat membayar angsuran pembeli dikenakan denda keterlambatan. Bila sudah beberapa kali peringatan tidak diindahkan, kendaraan bermotor yang dibeli bakal ditarik kembali oleh leasing. Terkadang penarikan ini juga dilakukan secara 'paksa'. Menyakitkan dan kadang juga memalukan.

Gambar ilustrasi kredit mobil

Saat kredit mobil disetujui, pembeli harus memenuhi kewajiban membayar angsuran tiap bulan

Tidak hanya itu, kredit macet tidak hanya bisa membuat pembeli kehilangan kendaraan tapi juga bakal kesulitan mengajukan kredit pada waktu-waktu berikutnya di leasing atau bank manapun. Adanya sistem BI Checking membuat bank-bank dan perusahaan leasing mudah memeriksa riwayat customer. Kredit macet yang dialami sebelumnya membuat pembeli memiliki rapor merah dan itu cukup jadi alasan leasing dan bank menolak permohonan kredit yang diajukan.

>>> Ingin membeli mobil BARU atau BEKAS? Ketik di sini untuk informasi lebih lanjut

"Sekarang ini sudah maju, apabila memang mengalami kasus kredit macet, ke depannya tentu akan sulit dipercaya kembali untuk melakukan pembelian dengan sistem kredit. Pembelian apapun, kendaraan, rumah, elektronik pasti akan sulit," tutur Direktur Penjualan, Servis dan Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan sebagaimana dikutip dari Liputan6, (8/2/2019). "Jadi sekarang kita udah semakin maju, sudah pake E-KTP, semua single ID. Kalau sekarang kita posisinya kredit macet otomatis terekam di sistem BI checking dan Kopindo," lanjutnya.

Jadi, sebaiknya pertimbangkan dengan seksama sebelum memutuskan kredit kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor. Apakah finansial yang dimiliki cukup untuk membayar angsuran bulanan tanpa harus mengalahkan kewajiban yang lebih penting. Apa ada cadangan jika yang dana buat angsuran tidak nutup, dan sebagainya.

>>> Beli Mobil Pilih DP Rendah atau Cicilan Murah

Ilustrasi permohonan kredit ditolak

Gagal bayar angsuran membuat kredit berikutnya lebih sulit

>>> Tips terlengkap seputar mobil bisa ditemukan di Cintamobil

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Bakal Ada Syarat Baru Kredit Mobil Harus Bebas Denda Tilang

15/01/2019

Jual beli

Surat atau denda tilang yang tak diurus tak hanya bakal berbuah pemblokiran dokumen kendaraan, tapi bakal menimbulkan kesulitan lain. Si pelanggar bakal kesulitan saat mengajukan kredit mobil di perbankan dan dealer.

Lihat juga

Kredit Kendaraan Bermotor DP 0% Resmi Diperbolehkan

14/01/2019

Jual beli

Lama menjadi pembicaraan di banyak kalangan, wacana kredit pembelian kendaraan bermotor tanpa uang muka akhirnya terjawab. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperbolehkan perusahaan pembiayaan atau leasing menerapkan pembiayaan kendaraan bermotor dengan DP 0%.

Lihat juga

Punya Duit Banyak, Para Miliarder Lebih Suka Beli Mobil Mewah Kredit

21/08/2018

Mobil baru

Budaya kredit ternyata tak hanya dilakukan oleh kalangan menengah ke bawah, para miliarder pembeli mobil mewah pun banyak yang memilih kredit ketimbang tunai. Persentasenya bahkan lebih banyak.

Lihat juga

Dirilis, Inilah 20 Mobil Paling Laris di Dunia

05/02/2019

Pasar mobil

Jika di Indonesia ada Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander merajai penjualan mobil tahun 2018, dua nama beken ini ternyata tidak masuk dalam daftar 20 mobil paling laris di dunia. By the way justru kompetitor Avanza dan Xpander mengejutkan sebab masuk dalam daftar bergengsi ini.

Lihat juga

Perbedaan VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, I-DSI dan EFI

04/02/2019

Perawatan dan service

2 menit

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa teknologi selalu berjalan maju seiring berjalannya waktu. Hal serupa juga terjadi pada komponen mesin mobil yang kian berkembang. Seperti halnya komponen tingkat keiritan bahan bakar hingga proses pembakaran supaya lebih sempurna. Hal-hal inilah yang menjadi latar belakang perubahan teknologi dalam mesin mobil. Merespon hal tersebut, berikut perbedaan VTEC, VVT-I, DOHC, SOHC, I-DSI dan EFI.

Lihat juga