Risiko Besar, Leasing Belum Tentu Tawarkan DP 0%

21/01/2019

Jual beli
Risiko Besar, Leasing Belum Tentu Tawarkan DP 0%
Aturan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kewenangan kepada perusahaan pembiayaan atau leasing memberikan kredit tanpa uang muka alias DP 0%. Meski demikian dipastikan aturan ini belum tentu diaplikasikan mempertimbangkan risiko yang cukup besar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memberikan kewenangan kepada perusahaan pembiayaan untuk memberikan kredit kendaraan bermotor dengan down payment atau DP 0%. Kebijakan itu dituangkan dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 mengenai Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Pada Pasal 20 ayat 1 disebutkan Perusahaan Pembiayaan yang memiliki Tingkat Kesehatan Keuangan dengan kondisi minimum sehat dan mempunyai nilai Rasio NPF Neto untuk pembiayaan kendaraan bermotor lebih rendah atau sama dengan 1% (satu persen) dapat menerapkan besaran uang muka 0% kepada pemohon kredit kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, roda empat atau lebih.

Gambar ilustrasi memilih mobil baru

Pembelian kendaraan bermotor secara kredit mendominasi hingga 80%

Meski diterbitkan dengan tujuan positif untuk mendongkrak pembelian kendaraan bermotor melalui skema kredit, kebijakan ini menuai berbagai tanggapan. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menuturkan kebijakan DP 0% tak akan banyak memberikan dampak besar sebab skema kredit 0% sebenarnya sudah diterapkan pada beberapa leasing. Namun kebijakan ini tetap dianggap penting demi memberi payung hukum serta memberi keleluasaan perusahaan untuk mengatur program penjualan kredit.

"Ada juga dampaknya, tapi ya tidak besar-besar amat juga. Karena selama ini kredit pakai lembaga finance company itu juga sudah banyak yang tidak pakai DP. Dari dulu sudah lama. Ada lah dampaknya tidak banyak," tutur Menko Darmin seperti dikutip dari Liputan6.com, (14/1/2019).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memilih tidak setuju, DP 0% sangat berpotensi memicu kredit macet. Apalagi ada alasan lain yang saat ini sedang digencarkan Kementerian Perhubungan, yaitu mengajak pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum. "Saya termasuk yang tidak setuju," kata Menhub Budi di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (14/1/2019).

>>> Bakal Ada Syarat Baru Kredit Mobil Harus Bebas Denda Tilang

Pendapat tidak setuju juga disampaikan Wapres JK dengan alasan sama, berisiko besar. "Ada aturan Bank Indonesia untuk mengatur tentang DP itu. Karena kalau DP nol itu kredit macetnya bisa banyak, high risk," kata Wapres JK seperti dikutip dari Liputan6, (14/1/2019). "Kalau terjadi high risk itu nanti yang bekerja nanti debt collector," lanjutnya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terang-terangan menentang kebijakan DP 0% ini. YLKI bahkan memaksa OJK mencabut dan membatalkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 karena dianggap lebih banyak dampak buruknya dari pada sisi positifnya. Pertama bakal meningkatkan polusi udara menjadi lebih masif, dampak dari makin banyaknya kendaraan yang melintas di jalanan yang saat ini masih menggunakan bahan bakar fosil. Kedua bisa memicu kemiskinan baru dikarenakan banyak keluarga yang tergoda iming-iming kredit kendaraan bermotor. Mereka tidak sadar kalau dengan DP 0% cicilan bakal lebih mahal dan tentunya lebih banyak pendapatan yang harus dialokasikan untuk membayar.

>>> Mungkin Anda tertarik: Review Toyota Avanza 2019 : Demi Eksistensi Di Tengah Kompetisi

Foto kantor Otoritas Jasa Keuangan

OJK izinkan perusahaan pembiayaan tawarkan kredit dengan DP 0%

Bagaimana dengan perusahaan pembiayaan atau leasing?

Meski sudah resmi ada payung hukumnya, DP 0% belum tentu diterapkan oleh perusahaan pembiayaan atau leasing. Contoh FIFGroup, leasing yang mendukung penuh pembiayaan sepeda motor PT Astra Honda Motor di Indonesia ini tidak yakin belum berfikir menawarkan kredit tanpa uang muka. Jangankan dengan DP 0%, bahkan kredit dengan uang muka yang saat ini diterapkan pun FIFGroup sangat selektif memberikan persetujuan serta benar-benar menghitung risiko yang mungkin timbul.

"Saat memberikan pembiayaan, kita menghitung risiko yang paling terprediksi. Pembiayaan dengan nol persen jarang kami lakukan, karena regulasinya juga tidak ada," tutur Sutjahja Nugroho, Direktur Human Capital, General Service, and Corporate Communication FIFGroup, sebagaimana seperti dikutip dari Liputan6, (14/1/2019).

>>> Tips jual beli mobil paling lengkap bisa Anda dapatkan di sini

"Ketika memutuskan membantu pembiayaan, kami menghitung orang itu mampu dalam mengembalikan pinjaman. Dengan DP kecil sekali atau bahkan nol persen, berarti angsuran per bulannya akan tinggi sekali, memungkinkan tidak?" lanjut Nunu, sapaan akrab Sutjahja Nugroho.

Sementara itu leasing lain yaitu PT Toyota Astra Finance (TAF) menanggapi dengan realistis yang intinya kredit kendaraan bermotor dengan DP 0% mungkin diterapkan mungkin juga tidak. "Kalau customernya bagus ya kenapa tidak? DP itu kan hanya sebagai jaring pengaman, kalau customernya kita kenal, karakternya bagus, kita tahu dia mampu, ya kenapa harus takut?" tutur Presiden Direktur Toyota Astra Finance, Agus Prayitno sebagaimana dikutip dari Gridoto, (1/12/2018).

"Gak bisa semua customer kita kasih. DP itu kan untuk me-manage risiko, kalau customernya kita anggap oke, ya boleh aja kita kasih, karena kan kalau kreditnya lebih besar, keuntungannya juga lebih besar," lanjutnya.

>>> Mau beli mobil bekas Toyota, klik di sini !

Foto deretan mobil di acara TAF Fun Fest

Approval kredit 0% tergantung situasi dan kondisi

Bisa disimpulkan dengan mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul, leasing belum tentu menawarkan DP 0% untuk setiap pembelian kendaraan bermotor secara kredit. Bagaimana pendapat Anda?

>>> Tips terlengkap seputar mobil bisa ditemukan di Cintamobil

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top