Perbedaan Leasing Syariah dan Konvensional dengan Akad Jual Beli

18/10/2021

Jual beli

2 menit

Share this post:
Leasih syariah menggunakan sistem pembiayaan berlandaskan akad jual beli. Intip lebih lanjut mengenai perbedaan leasing syariah dan konvensional di bawah ini.

Bagi mereka yang ingin membeli mobil namun masih belum bisa membayar secara tunai, ada dua sistem pembiayaan yang bisa ditemukan di Indonesia yakni leasing dan kredit. Seperti kredit, leasing juga terbagi dua, leasing konvensional dan leasing syariah. Agar tidak terkecoh, berikut beberapa perbedaaan leasing syariah dan konvensional.

1. Sistem pembiayaan

Perbedaan antara leasing konvensional dengan leasing berbasis syariah adalah sistem pembiayaan yang digunakan. Pembiayaan konvensional dikenal juga sebagai kreditur atau pemberi kredit. Sedangkan leasing syariah menggunakan istilah penjual dan pembeli.

Untuk leasing konvensional, kreditur bertugas untuk memberikan pinjaman kepada konsumen. Sehingga nantinya konsumen akan membayar kembali uang yang berupa cicilan kepada pembiayaan leasing konvensional. Ini termasuk dengan manfaat yang diterima oleh kreditur atas pinjamannya, sehingga seringkali disebut dengan ‘riba’ pada beberapa anggapan.

pengguna yang sedang mempersiapkan kontrak leasing syariah
Beda dari leasing konvensional, pembiayaan syariah berlandaskan jual beli

Sedangkan untuk leasing syariah, sistem pembiayaannya berlandaskan transaksi jual beli antara penyedia layanan dan penjual. Leasing syariah menawarkan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang, baik berupa sewa guna tanpa hak opsi (operating lease) dan sewa guna dengan hak opsi (finance lease).

Penyedia layanan mengakuisisi terlebih dahulu barang yang ingin ditransaksikan. Mereka lalu menjual barang tersebut kepada konsumen dengan margin yang lebih besar sesuai dengan kesepakatan di awal transaksi. Sehingga pendapatan yang diterima oleh pihak penyedia layanan disebut sebagai margin dari jual beli dengan sistem angsuran atau tidak tunai.

>>> Keuntungan Kredit Mobil Pakai Leasing Syariah

2. Keterlambatan pembayaran

Perbedaan kedua leasing ini juga bisa terlihat dari dampak pada saat konsumen terlambat membayar cicilan. Konsumen tidak dapat melanjutkan pembayaran ada leasing konvensional, maka pihak leasing bisa menarik barang yang telah diberikan. Konsumen juga harus membayar bunga tambahan.

beragam mobil bekas yang berada di parkiran
Kendaraan dengan keterlambatan leasing syariah masih tetap diambil

Sedangkan pada leasing syariah, barang masih akan tetap diambil, namun konsumen tidak membayar biaya lain. Ketika ada selisih antara hasil penjualan dengan hutang konsumen, maka pihak leasing akan mengembalikan selisih tersebut kepada konsumen. Apabila kurang, maka perbedaan tersebut akan menjadi hutang yang harus dilunasi oleh konsumen.

>>> Tak Semua Bank-Leasing Bisa Kasih DP 0 Persen saat Kredit Kendaraan

3. Akad pembelian

Perbedaan leasing syariah dan konvensional paling mendasar adalah akad yang digunakan. Pada kredit syariah diberlakukan Mudharabah, yaitu menetapkan keuntungan atau margin di awal transaksi yang nantinya akan dibayarkan oleh konsumen kepada penyedia leasing. Sehingga konsumen tidak terjerat dengan perubahan bunga di kemudian hari.

kontrak yang menunjukkan perbedaan leasing syariah dan konvensional
Akad pembelian dari leasing syariah ditetapkan melalui margin jual beli

4. Ketentuan pembiayaan

Leasing syariah biasanya menggunakan struktur organisasi yang sudah mendapatkan persetujuan dan diawasi oleh lembaga Islam di Indonesia, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setiap pembiayaan juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku, seperti konsep akad wakalah dan mubarakah. Sementara leasing konvensional tidak menggunakan ketentuan ini.

 >>> Temukan pilihan mobil baru dan bekas lainnya hanya di sini

Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.

Pertemuannya dengan Cintamobil terjadi pada Oktober 2017, kala Auto Portal sedang mencari penulis-penulis baru untuk mengisi laman berita dan tips di website Cintamobil.com. Masih berkutat dengan kepenulisan, ia mencoba ranah baru; yaitu menulis di bidang otomotif dengan pengetahuan yang bisa dibilang minim.
Mempelajari dunia otomotif memang bukan hal mudah. Tapi sedikit demi menggali informasi dan mulai mengenal penggiat dan media otomotif yang selalu memberi masukan, hingga akhirnya ia mengarungi lebih dalam dunia ‘petrolhead’ ini. Dan bulan demi bulan berlalu. Dari feelance, Padli akhirnya resmi bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Content Writer pada bulan Desember 2018.
Berkenalan dengan nama-nama ‘gaek’ di ranah otomotif Tanah Air, ia mulai ditantang dengan lajur baru; fokus pada SEO (Search Engine Optimization) guna meningkatkan trafik dan kualitas website menjadi ‘mainan’ baru. Sampai saat ini, titelnya sebagai SEO Editor di Cintamobil.com menjadi tantangan terbaru mulai digeluti pemuda yang juga menyukai film dan buku ini.

 
back to top