Intip 6 Perbedaan Mobil Jepang dan Mobil Eropa

16/03/2020

Jual beli

4 menit

Share this post:
Intip 6 Perbedaan Mobil Jepang dan Mobil Eropa
Mobil merek Jepang cukup mendominasi di pasar otomotif Tanah Air. Tapi tak hanya mobil Jepang, ada juga mobil Eropa yang tak kalah populer. Simak 6 perbedaan antara mobil Jepang dan mobil Eropa berikut.

Mobil merek Jepang mendominasi penjualan di pasar otomotif Indonesia. Dari 32 merek yang terdaftar di asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) per Januari 2020, 14 diantaranya adalah merek Jepang, yaitu Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, Mitsubishi Motors, Mitsubishi Fuso, Isuzu, Hino, Nissan, Mazda, Datsun, UD Truck, Lexus, dan Infiniti.

Selain merek Jepang, mobil merek Eropa juga cukup populer di Tanah Air dibandingkan merek lain dari India, Korea Selatan hingga China. GAIKINDO mencatat beberapa merek Eropa yang memasarkan mobil di Indonesia yaitu BMW, Mercedes-Benz, Volkswagen (VW), Peugeot, Renault, Scania, dan Audi.

Foto menunjukkan Mercedes-Benz GLE vs Mazda CX-9

Merek Jepang dan Eropa menyasar segmen yang berbeda

Semua merek di atas saling berlomba menghadirkan produk terbaik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bahkan terkadang Anda dibuat bingung mau pilih yang mana sebab masing-masing merek mengklaim produknya lah yang terbaik dan layak dibeli.

So, sebelum Anda memutuskan membeli lebih baik ketahui dulu 6 perbedaan mobil Jepang dan mobil Eropa berikut!

1. Kelas

Perbedaan mobil Jepang dan mobil Eropa yang pertama terletak pada segmentasi konsumen. Mobil Jepang menyasar konsumen dari kelas paling bawah hingga kelas premium. Di kelas bawah ada mobil-mobil low cost green car (LCGC). Di atasnya ada hatchback, low MPV, medium MPV, low SUV, medium SUV hingga sedan level entry. Lalu di atasnya lagi ada model yang menyasar konsumen premium. Hanya saja jumlahnya tidak terlalu banyak, hanya beberapa model saja.

Sementara, mobil Eropa mayoritas tidak menyasar konsumen kelas bawah. Hampir semua modelnya yang berjumlah puluhan ditujukan untuk konsumen kelas menengah ke atas. Dengan alasan ini wajar bila mobil Eropa jarang terlihat di keluarga menengah ke bawah.

Foto menunjukkan BMW X7 tampak dari samping depan

Mobil Eropa lebih berkelas

By the way, sekarang satu merek Eropa sedang mencoba menyasar segmen kelas menengah ke bawah yaitu Renault dengan model terbarunya, Triber. Mobil ini baru diluncurkan di Indonesia tahun 2019 dan dikirim ke konsumen mulai pada 2020.

>>> Review BMW X7 xDrive40i Pure Excellence 2019, Spesifikasi dan Harganya

2. Harga

Dengan sasaran kelas yang berbeda, harga mobil Jepang dan mobil Eropa juga berbeda. Di segmen kelas bawah mobil LCGC asal Jepang dijual dengan harga antara Rp100 jutaan hingga Rp150 jutaan. Di kelas menengah dijual dengan harga mulai Rp200 jutaan hingga di bawah Rp 800 juta. Sedang di kelas premium mobil dijual dengan harga mulai Rp800 juta hingga di atas Rp1 miliar.

Untuk mobil Eropa rata-rata dijual mulai Rp500 jutaan hingga miliaran rupiah. Terkecuali beberapa model yang dijual dengan harga di bawah Rp500 jutaan seperti Renault Triber dan VW Polo.

>>> 8 SUV dan MPV Bekas Terbaik Seharga Rp250 Juta hingga Rp300 juta

Foto Toyota Fortuner tampak dari samping belakang

Mobil Jepang, harga lebih terjangkau

3. Mesin

Berbeda pabrikan sudah pasti berbeda juga mesin dan teknologinya. Mobil Jepang menyediakan mesin mulai 1.000 cc, sedangkan mobil Eropa rata-rata berkapasitas lebih tinggi. Bagi konsumen, tersedianya mobil dengan kapasitas mesin kecil punya nilai plus karena konsumsi BBM lebih irit dan tentu lebih hemat biaya operasional.

Untuk mobil Eropa, soal penghematan BBM bukan prioritas. Mobil Eropa lebih mengedepankan kecanggihan teknologi untuk mendongkrak tenaga mesin. Misalnya mesin BMW TwinPower Turbo dengan teknologi twin-scroll turbocharger, High Precision Injection direct petrol injection, VALVETRONIC fully variable valve timing dan Double-VANOS variable camshaft timing.

>>> Ini Dia Pilihan Hatchback Jepang Dengan Pengalaman Balap 

4. Fitur

Berbanding lurus dengan harga dan teknologi mesin, fitur mobil Jepang dan mobil Eropa juga banyak berbeda. Mobil Jepang selain dibekali fitur keamanan standar juga mengedepankan fitur yang cukup untuk kebutuhan harian baik untuk keselamatan maupun kenyamanan.

Mobil Eropa fitur yang tersemat lebih lengkap lagi, bahkan jauh lebih canggih disesuaikan dengan harga dan kelas mobil itu sendiri. Misalnya BMW Seri 3 dan BMW X7 memiliki fitur Park Assist dengan Reversing Assistant. Fitur ini berguna saat terjebak di gang sempit dan perlu mundur karena tak ada tempat untuk putar balik. Mobil ini bisa mundur sendiri secara otomatis hingga 50 meter mengikuti jejaknya saat masuk.

Kelengkapan dan kecanggihan fitur mobil Eropa juga dibuktikan dengan raihan peringkat tinggi di setiap uji keselamatan. Misalnya New Peugeot 3008 GT Line meraih bintang 5 di Euro NCAP.

Foto menunjukkan Bentley Continental Interior

Mobil Eropa fitur canggih dan lengkap

>>> Cintamobil TV: Fitur Canggih 3D View Camera & Reversing Assistant BMW X7, Bikin Mundur Lebih Mudah

5. Suku cadang

Banyaknya populasi mobil Jepang di Indonesia berimbas pada banyaknya suku cadang yang beredar di pasaran dengan harga bervariasi dan terjangkau. Ada yang original, tapi tak sedikit pula yang KW dan semua memiliki konsumen sendiri-sendiri.

Sedangkan untuk mobil Eropa tidak mudah mendapatkan suku cadang KW di pasaran. Suku cadang hanya bisa didapat di bengkel resmi dengan harga cukup mahal. Dari sisi ketersediaan beberapa bahkan harus didatangkan dari negara aslinya sebab tak ada di Indonesia.

>>> Virus Corona Meluas di Eropa, VW Tutup Pabriknya

6. Resale value

Foto menunjukkan sederet Mobil Eropa bekas

Depresiasi mobil Eropa lebih besar dibanding mobi Jepang

>>> Kenali Juga 5 Perbedaan Mobil Jepang dan Korea

Banyaknya populasi mobil Jepang juga berpengaruh pada depresiasi. Dijual dalam kondisi bekas, mobil Jepang lebih menguntungkan karena depresiasi harganya jauh lebih kecil ketimbang mobil Eropa. Namun dengan harga bekas mobil Eropa lebih rendah ada yang diuntungkan dari sisi resale value ini, yaitu konsumen. Mereka bisa mendapatkan mobil Eropa bekas dengan harga jauh lebih murah dari harga barunya.

Itu tadi 6 perbedaan mobil Jepang dan mobil Eropa. Tinggal Anda memutuskan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi.

>>> Berita otomotif menarik lainnya seputar perkembangan virus corona ada disini

Share this post:
Fatchur Sag
Penulis
Fatchur Sag
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Inilah Empat Hal Yang Bikin Mobil Eropa Dijual Sangat Mahal

05/06/2018

Pasar mobil

Dimanapun mobil Eropa dijual, harganya hampir bisa dipastikan lebih mahal dibanding mobil dari benua lain, sekalipun itu Amerika. Apalagi jika dibanding dengan mobil buatan Asia dan China, mobil Eropa makin terasa sangat mahal. Bukan tanpa alasan logis mengapa mobil Eropa dijual sangat mahal. Bahkan tidak hanya harganya saja, biaya perawatan dan suku cadangnya pun sangat mahal dibanding perawatan dan suku cadang mobil-mobil negara lain.

Lihat juga

Modifikasi Mercedes-Benz 450 SLC, Semangat JDM di Mobil Eropa

31/01/2020

Mobil baru

5 menit

Modifikasi Mercedes-Benz 450 SLC yang satu ini cukup unik. Pada bagian eksterior dan interiornya pakai AMG, namun mesinnya malah menggunakan mesin dari Toyota.

Lihat juga

Sebelum Membeli, Kenali 5 Perbedaan Mobil Jepang dan Korea

18/07/2019

Jual beli

2 menit

Meski mobil di Indonesia masih didominasi oleh merek Jepang, masih ada beberapa konsumen yang penasaran dengan produk Korea. Harga yang lebih terjangkau dengan kualitas yang sama membuat beberapa konsumen tertarik untuk membeli mobil Korea. Lantas apa saja perbedaan mobil Jepang dan Korea?

Lihat juga

Pilih Mobil 'Made in China’ Atau Mobil Jepang?

18/11/2018

Pasar mobil

Pabrikan otomotif asal negeri China nampaknya semakin serius untuk berdagang di Indonesia. Jika sebelumnya merek otomotif asal Jepang banyak mendominasi, kini mulai tergerus satu per satu oleh merek China. Apakah hal ini membuktikan bahwa mobil China lebih baik dari mobil Jepang? Lantas lebih baik pilih mobil China atau mobil Jepang?

Lihat juga

Menikmati Keindahan Mobil Jepang di Pameran Mobil Museum Petersen, Los Angeles

30/05/2018

Pasar mobil

Tak hanya mobil Eropa yang terkenal dengan keindahan desainnya. Pabrikan Jepang pun tak mau kalah. Tak percayalah? Cobalah kunjungi Museum Petersen di Los Angeles yang saat ini membuka pameran mobil Jepang kuno dengan deain cantik dan menarik.

Lihat juga