Ini Skala Prioritas Perbaikan Pada Mobil Bekas, Mana Yang Harus Didahulukan?

26/03/2019

Jual beli
Share this post:
Ini Skala Prioritas Perbaikan Pada Mobil Bekas, Mana Yang Harus Didahulukan?
Mobil bekas idaman sudah ditangan, tentunya hati ini merasa senang bukan kepalang setelah meminang sang idaman. Namun, yang namanya mobil bekas, bukan berarti enggak ada PR (Pekerjaan Rumah). So, berikut Tim Cintamobil.com paparkan skala prioritas perbaikan pada mobil bekas, mana yang harus didahulukan?

Hati tentu senang bukan kepalang, setelah sekian lama mencari dan berikhtiar, akhirnya menemukan juga sang pujaan hati. Eits, kita bukan sedang bicara tentang jodoh ya, tapi tentang mobil bekas. Mobil bekas idaman yang sudah ditangan, tentu membuat hati kita merasa senang dan bahagia. Apalagi, jika dalam proses mendapatkan mobil bekas idaman tersebut memerlukan perjuangan yang tidak ringan, entah harus sekian lama menabung, atau bahkan unit yang diincar sukar ditemukan dalam kondisi apik. Nah, setelah mobil bekas ditangan, ini skala prioritas perbaikan pada mobil bekas, mana saja yang harus didahulukan?

>>> Inilah 3 jenis perbaikan dengan biaya terbesar pada mobil bekas, Anda harus tahu hal ini

1. Mesin

Mesin sebuah Toyota Camry Hybrid

Karena biayanya terjangkau dan terukur, maka perbaikan mesin masuk dalam prioritas utama

Bukan asal kami menulis tips, kami dari Cintamobil.com selalu mempertimbangkan secara matang. Dan kami memilih mesin sebagai prioritas nomor satu pada perbaikan mobil bekas tentu ada alasannya. Meskipun Anda sudah melakukan pemeriksaan kondisi mesin mobil bekas sebelum meminang mobil bekas incaran, namun bukan berarti hal itu lantas membuat kondisi mesin mobil Anda aman dari gangguan. Karena jika mesin mobil sudah sehat, meskipun bodi mobil banyak baret atau kaki-kaki berbunyi sekalipun, mobil masih mampu berjalan. Untuk itu, perbaikan mesin adalah prioritas pertama dalam perbaikan atau rekondisi mobil bekas.

>>> Ini pendapat kami mengenai hatchback paling laris di Indonesia yang dijual oleh Honda Indonesia sejak tahun 2004, ia layak dipertimbangkan

2. Kaki-Kaki

Prioritas perbaikan kaki-kaki

Setelah mesin direkondisi, giliran kaki-kaki yang masuk dalam prioritas kedua perbaikan mobil bekas

Hal kedua yang masuk dalam prioritas perbaikan mobil bekas adalah kaki-kaki. Karena kaki-kaki mobil ini masuk kedalam variabel kenyamanan dan keamanan berkendara. Anda tentu bisa membayangkan, walau mesin sudah sehat wal afiat namun jikalau kaki-kaki dari mobil bekas yang Anda gunakan tidak sehat, tentu akan membahayakan keselamatan Anda bahkan keluarga Anda. Tentu, Anda enggak ingin kan, kaki-kaki mobil Anda rontok ditengah jalan ataupun ketika sedang asyik berkendara tiba-tiba setir tidak dapat dibelokkan atau malah ban mobil copot tanpa sengaja? Maka lakukan perbaikan kaki-kaki setelah reparasi mesin ya.

>>> Temukan banyak pilihan mobil bekas dari berbagai merek, tipe dan tahun hanya disini

3. Bodi

Tampak mekanik sedang merekondisi bodi mobil Mitsubishi

Perbaikan bodi membutuhkan waktu lebih lama dalam reparasinya, maka tak heran perbaikan bodi masuk ke prioritas paling akhir

Prioritas terakhir dalam perbaikan mobil bekas adalah rekondisi bodi. Dibandingkan dengan perbaikan mesin dan kaki-kaki, kami lebih menyarankan bodi masuk dalam daftar paling akhir dalam prioritas perbaikan mobil bekas. Hal itu disebabkan, perbaikan bodi itu tidak murah, Anda bisa bayangkan untuk mengecat satu panel  bodi saja dikenakan biaya sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu tergantung dari seberapa besar panel, dan tingkat kesulitan pengerjaan. Ditambah lagi, perbaikan bodi itu memakan waktu yang tidak sebentar, ada beberapa step yang harus dilakukan agar hasilnya sempurna. Itulah mengapa bodi kami masukkan prioritas akhir.

>>> Temukan tips lainnya seputar teknis kendaraan hanya di sini

Share this post:
Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top