Harga Sama, Beli Mobil Bekas Atau Mobil Baru?

31/01/2019

Jual beli

6 menit

Harga Sama, Beli Mobil Bekas Atau Mobil Baru?
Membeli mobil baru maupun bekas memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Bila mempunyai harga yang sama, mana yang lebih menguntungkan, beli mobil bekas atau mobil baru?

Hadirnya sederet mobil murah di Indonesia membuat daya Tarik tersendiri bagi calon konsumen. Sebut saja Toyota Calya dan Daihatsu Sigra yang terlahir sebagai LCGC 7 penumpang yang memiliki daya tarik besar bagi siapa pun. Semua itu tidak terlepas dari kapasitas penumpang dan harga bersahabat yang di berikan. Bayangkan, hanya Rp 150 juta sudah bisa memiliki mobil baru yang bisa memenuhi kebutuhan.

>>> Baca juga: Mau Aman Membeli Mobil Bekas Secara Online, Perhatikan 4 Tips Berikut!

Tentunya dengan harga Rp 150 juta, Anda juga punya pilihan untuk beli mobil bekas yang memiliki kasta lebih tinggi dari Calya dan Sigra. Sebagai contoh,  di listing Cintamobil.com, tersedia Toyota Avanza lansiran tahun 2016 yang punya harga pasar berkisar Rp 150 jutaan. Keduanya memang memiliki kelebihan dan kekurangan yang jelas. Dengan membeli mobil baru murah, Anda akan mendapatkan sebuah unit dengan kondisi prima dan terlindungi oleh garansi.

Tim Cintamobil.com juga telah menyediakan video Toyota Kijang Innova G 2016 yang menyuguhkan perbandingan dengan Mitsubishi Xpander Ultimate terbaru. Simak informasi selengkapnya dan dukung kami dalam memberikan konten-konten video spesial lainnya.

Namun, soal gengsi, Calya dan Sigra tidak sebesar Avanza untuk perbandingan beli mobil bekas atau mobil baru. Jika dibandingkan dengan memiliki Avanza dalam kondisi seken yang telah berumur 2 tahun terhitung hingga saat ini, masih terlindungi garansi juga. Tapi konsumen akan dibebani dengan pengeluaran tambahan untuk beberapa komponen fast moving yang harus diganti. Lalu bangaimana kelebihan dan kekurangan jika konsumen melakukan pembelian dengan sistem kredit? Ini lah yang menarik untuk pilihan beli mobil bekas atau mobil baru. Terlepas dari kondisi kedua mobil tersebut, masih ada lagi kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.

Beragam pilihan mobil bekas dengan harga sama dengan mobil baru

Dengan harga sama, ada banyak pilihan mobil bekas dengan kualitas masih baik

>>> Harga Murah Yang Menggoda, Berikut Tips Beli Mobil Bekas Perusahaan

Kami pun membuat simulasi kredit dengan tenor 3 tahun dan menggunakan asuransi komprehensif untuk perbandingan beli mobil bekas atau mobil baru. Sebagai contoh kami menggunakan Toyota Calya G AT (2019) dan Toyota Avanza (2016) yang memiliki harga serupa yaitu Rp 150 jutaan. Manakah yang memberikan kelebihan dan kekurangan lebih banyak? Berikut pemaparannya.

Toyota Calya jadi pilihan menarik untuk mobil baru harga terjangkau MPV 7 penumpang

Harga berkisar Rp 150 jutaan untuk tipe tertinggi, cukup terjangkau untuk pilihan mobil baru MPV 7 penumpang

Mobil Baru

Untuk mendapatkan sebuah Toyota Calya, Anda harus menyiapkan DP (down payment) 30% dari harga OTR (on the road). Berarti Anda harus mmenyiapkan dana Rp 45 juta untuk DP mobil tersebut. Sebagai contoh, bunga kredit dari lembaga pembiayaan misal sebesar 5,68% pertahun. Hal ini berarti pembayaran bunga kredit yang di bebankan kepada konsumen terhitung hingga 3 tahun sebesar Rp 17,892 juta. Karena DP yang diberikan 30%, konsumen diuntungkan dengan angsuran per bulan yang lebih ringan. Cukup membayar cicilan Rp 3,565 juta perbulan.

>>> Ingin Membeli Mobil, Pahami Dulu Perbedaan DP dan TDP

Sedangkan untuk biaya asuransi komperhensif, harus menyiapkan dana Rp 9,270 juta dan dibayar berbarengan down payment. Harga tersebut terhitung 6,18% dari harga OTR Toyota Calya. Pada akhirnya uang yang Anda keluarkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan melakukan kredit mobil bekas, hingga berujung pada total keseluruhan pengeluaran yang ditanggung konsumen juga lebih murah.

Toyota Avanza berusia muda menjadi pilihan menarik dengan harga serupa

Harga yang mirip dengan Toyota Calya menjadikan Toyota Avanza 2016 jadi opsi menarik

Mobil Bekas

Berbeda dengan perhitungan kredit jika anda menggunkan lembaga pembiayaan mobil bekas. DP yang diberikan memang lebih rendah, yaitu sebesar 25%. Jika dihitung secara nominal Anda harus membayar Rp 37,5 juta. Sayangnya, dengan DP yang lebih rendah anda memiliki hutang pokok yang lebih besar. padahal lembaga pembiyaan tersebut memiliki suku bunga kredit mobil bekas hanya 10% pertahun yang berarti selisih sekitar 4% pertahun dari pembelian mobil baru. Jelas saja bunga mobil bekas lebih tinggi, karena lembaga pembiayaan harus menanggung resiko yang besar dalam memberikan pembiayaan untuk mobil bekas.

>>> Tips dan trik untuk jual beli mobil anda bisa dilihat disini

Hingga pada akhirnya semua itu berpengaruh pada biaya yang harus dikeluarkan konsumen setiap bulannya. Terbukti konsumen memiliki angsuran perbulan sebesar Rp 4,605 juta. Lalu bagaimana asuransi yang harus dikenakan kepada konsumen? Ternyata asuransi juga terghitung lebih mahal, karena konsumen harus membayar 6,98% dari harga OTR. Namun semua kembali kepada Anda, apakah lebih mengutamakan DP rendah atau cicilan rendah. Anda juga harus jeli untuk mencari lembaga pembiayaan yang menguntungkan saat memilih beli mobil bekas atau mobil baru.

Hitung secara rinci saat memilih beli mobil bekas atau baru

Hitung secara rinci biaya kredit untuk pilihan mobil bekas atau mobil baru

Simulasi Kredit

Toyota Calya (Mobil Baru)

Toyota Avanza 2016 (Mobil Bekas)

Harga Rp 150 juta

Harga Rp 150 juta

Tenor 3 tahun

Tenor 3 tahun

DP 30% - Rp 45.000.000

DP 25% = Rp 37.500.000

Hutang Pokok= Rp 105.000.000

Hutang Pokok = Rp 112.500.000

Asuransi 6,18%= Rp 9.270.000.000

Asuransi 6,98% = Rp 11.865.750

Total DP = DP 30% = Asuransi 6,18 =Rp 54.270.000

Total DP = DP 25% = Asuransi 6,98 =Rp 49.365.750

Bunga kredit per tahun 5,68%= 5.964.000

Bunga kredit per tahun 10% = Rp 11.250.000

Bunga kredit per 3 tahun = Rp 17.982.000

Bunga kredit per 3 tahun = Rp 33.750.000

Angsuran per bulan= Rp 3.565.613

Angsuran per bulan = Rp 4.605.000

Total Hutang Pokok=Hutang Pokok+Bunga kredit=Rp 122.982.000

Total Hutang Pokok=Hutang Pokok+Bunga kredit= Rp 146.250.000

 
back to top