Harga Mobil Baru Naik, Pasar Mobil Bekas Diuntungkan

07/10/2019
Kenaikan harga mobil baru seringkali tak terelakkan, namun hal tersebut justru membuat pedagang mobil bekas senang. Tiap ada kenaikan harga mobil baru, pasar mobil bekas cenderung mengalami peningkatan.

Harga mobil baru terkadang tidak bertahan lama. Karena beberapa alasan produsen harus menaikkan harga meski hal itu sebenarnya juga tak diharapkan. Selain alasan berubahnya nilai tukar mata uang Rupiah, salah satu yang mempengaruhi yaitu kenaikan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB). Seperti DKI misalnya, baru-baru ini pemerintah daerah menaikkan tarif BBN-KB dari sebelumnya hanya 10% naik menjadi 12,5%. Mau tidak mau produsen harus melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga jual kendaraan agar bisnis tetap berjalan menguntungkan.

Gambar menunjukkan tampilan tarif pada STNK Samsat Jakarta

Tarif BBN-KB mempengaruhi harga jual kendaraan

Sebenarnya bisa saja produsen menahan harga dengan konsekuensi keuntungan lebih kecil, namun itu bukan keputusan terbaik. Di masa mendatang jika ada kenaikan tarif BBN-KB lagi atau nilai tukar rupiah tidak bersahabat, lompatan kenaikan harga mobil baru bisa jadi malah terlalu tinggi dan makin memberatkan.

Nah, jika ada yang tersenyum atas kenaikan harga mobil baru, salah satunya adalah pasar mobil bekas. Menurut Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, pasar mobil bekas cenderung mengalami peningkatan permintaan saat harga mobil baru naik makin mahal. Selain tidak ingin memberatkan diri, konsumen sekarang juga realistis. Kalau dana tidak terlalu mencukupi untuk membeli mobil baru sekarang banyak pilihan mobil berkas berkualitas yang dijual dengan harga lebih terjangkau dan mereka bisa memilih yang sesuai kebutuhan.

"Terutama dengan menggunakan minat konsumen pada unit kendaraan LCGC maupun mobil kecil kisaran Rp 100 jutaan," tutur Herjanto seperti dikutip dari Okezone, (4/10/2019).

>>> Tertarik membeli mobil bekas dengan harga Rp 100 jutaan, Cek di sini!

Foto menunjukkan kemeriahan di pameran GIIAS 2019

Kenaikan harga jual kendaraan, konsumen yang harus menanggung

Hal lain yang dirasa cukup menguntungkan pasar mobil bekas yaitu kebijakan ganjil genap. Meski sudah disediakan sarana transportasi umum yang bebas ganjil genap, mereka lebih memilih naik mobil sendiri karena merasa lebih nyaman. Mereka pun menyiasatinya dengan membeli mobil bekas dengan nopol berbeda dari yang sudah dimiliki.

"Sekali lagi mobil dengan kapasitas mesin kecil menjadi pilihan masyarakat. Sudah punya pelat nomor ganjil kemudian cari yang genap, begitu sebaliknya," kata Herjanto.

Sedikit kesimpulan, meski di awal ada yang merasa 'sakit' dengan adanya regulasi-regulasi baru, tapi tak sedikit yang merasa diuntungkan.

>>> Bekas Rasa Baru, Ini Dia 3 Mobil Bekas Terpopuler Tahun 2018 di Cintamobil.com

Foto sejumlah mobil bekas yang dijual di sebuah diler mobil bekas

Pasar mobil bekas sering diuntungkan oleh keadaan

>>> Temukan berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya di sini

Fatchur Sag

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain