Bukan Cuma Tenaga Dan Torsi, Power to Weight Ratio Juga Punya Peran Dalam Performa

31/08/2018

Jual beli
Share this post:
Bukan Cuma Tenaga Dan Torsi, Power to Weight Ratio Juga Punya Peran Dalam Performa
Dalam hal performa mesin, tidak hanya tenaga dan torsi yang menjadi kunci. Power to weight ratio (PWR) juga punya peran dalam melihat performa mobil tersebut. Agar lebih mengenal Power to Weight Ratio (PWR) berikut penjelasannya.

Berbicara tentang mobil, tidak hanya desain eksterior, inteiror dan kenyamanan. Setiap mobil yang Anda beli tentu mempunyai spesifikasi resmi yang dihadirkan oleh pabrikan. Terlebih saat Anda ingin melihat performa mobil incaran, maka spesifikasi menjadi hal wajib yang dibaca. Mulai dari kapasitas mesin, teknologi mesin yang dipakai, tenaga maksimum yang dikeluarkan, torsi maksimum, dan konsumsi bahan bakarnya.

Tampak belakang Toyota Fortuner terbaru

Bobot Toyota Fortuner lebih berat dibandingkan Toyota Kijang Innova dengan platform sama

Tidak salah bila Anda melihat performa mobil pada tenaga maksimum dan torsi maksimum. Tapi ada faktor lain yang juga punya pengaruh pada performa mobil, yakni power to weight ratio (PWR). Mungkin terdengar asing bagi Anda, karena memang tidak semua pabrikan menyertakan PWR dalam tabel spsesifikasi. Adapun PWR ini merupakan pengukutan kinerja mesin dengan membagi tenaga maksimum dengan berat kendaraan (Ps/Kg). Secara sederhana PWR adalah menghitung rasio berat mobil terhadap tenaga yang dikeluarkannya.

>>> Mungkin Anda tertarik: Berkembang Sesuai Teknologi Terkini, Ini Evolusi Panel Instrumen Mobil

Saat ini performa mobil saat berakselerasi tidak sepenuhnya begantung pada mesin. Bobot mobil turut berpengaruh. Seperti halnya sebuah supercar yang menggendong mesin berkapasitas besar dan sangat berat bobot mesinnya, maka bodi mobil terbuat dari material ringan seperti serat karbon. Pun bila ada dua mobil dengan tenaga yang sama, maka mobil denga bobot lebih ringan umumnya mempunyai akselerasi lebih cepat.

Tampak belakang Toyota Kijang Innova

Dengan bobot lebih ringan, daya laju Toyota Kijang Innova lebih cepat diatas kertas

Salah satu contoh dua mobil yang mempunyai mesin sama adalah Toyota Kijang Innova dan Fortunr pada tipe diesel. Kedua mobil tersebut sama-sama menggunakan mesin berkapasitas 2.400 cc dan meghasilkan tenaga yang juga sama yakni 149 dk. Tetapi bobot Toyota Kijang Innova lebih ringan yakni 1.800 Kg, sedangkan Fortuner mencapai 2.000 Kg. Diatas kertas, seharusnya Toyota Kijang Innova mempunyai potensi akselerasi elbih cepat.

Secara hitung-hitungan, PWR dari Toyota Kijang Innova ialah 37,5 Ps/Kg, sedangkan Fortuner hanya 33,7 Ps/Kg. Dalam perhitungan tersebut, semakin tinggi angkanya maka semakin baik performanya. Namun untuk contoh kasus ini hal yang wajar mengingat Fortuner adalah sebuah SUV yang mempunyai bodi lebih besar sehingga mempunyai bobot lebih berat.

>>> Berbagai tips dan trik otomotif lainnya bisa Anda dapatkan di Cintamobil.com

Share this post: