Mau Beli Mobil Bekas usai PSSB Berakhir? Hindari yang Bekas Banjir

03/06/2020

Jual beli

3 menit

Share this post:
Mau Beli Mobil Bekas usai PSSB Berakhir? Hindari yang Bekas Banjir
Jika saat ini Anda berencana beli mobil bekas setelah PSBB berakhir? Jangan sampai salah pilih mobil, hindari membeli mobil bekas banjir. Apa saja tandanya?

Pandemi Corona atau Covid-19 yang masih melanda di Indonesia membuat kebutuhan memiliki mobil menjadi hal yang krusial. Terlebih aturan Pembatasan sosial berskala Besar di beberapa daerah akan segera ditiadakan.

Jika saat ini Anda sedang mencari mobil bekas untuk kebutuhan aktivitas sehari-hari guna meminimalisir terinfeksi dari Covid-19 sebaiknya jangan sampai Anda salah pilih. Mobil bekas banjir nilai jualnya bisa berkurang lebih dari 50 persen.

Membeli mobil bekas khususnya terhindar dari riwayat bekas terendam banjir memang sulit terdeteksi dari pandangan mata. Namun jika Anda jeli Anda bisa terhindar membeli mobil bekas banjir. Berikut di bawah ini cara mendeteksi mobil bekas banjir, agar Anda tak tertipu saat akan membelinya. 

>>> Tak Punya Model Baru, Harga Honda Freed Bekas Masih di Atas Rp 100 Juta

Gambar menunjukan mobil terendam bajir

Ketahui apakah bagian interior tercium aroma tak sedap seperti lembab atau tidak

1. Cium Aroma Mobil

Cara ini adalah cara paling sederhana dan cepat untuk mengetahui mobil yang akan Anda beli bekas banjir atau tidak. Anda bisa mencium aroma di bagian interior mobil.

Sebaiknya Anda masuk ke dalam mobil dan tutup semua pintu dan jendela. Duduklah di dalam hingga waktu yang cukup lama. Apa bila tercium aroma tak sedap seperti lembab, mobil yang Anda akan beli bisa terindikasikan pernah terendam oleh banjir. Bau tak sedap ini dapat membantu Anda mengidentifikasi mobil bekas terendam banjir. 

2. Cek Bagian Interior

Untuk bagian interior selain mencium aromanya, Anda bisa melihat kondisi bagian karpet  mobil dan bagian bawah mobil untuk mengetahui tingkat kelembapannya. Cek warnanya dan bandingkan dengan yang ada di atap mobil. Cek juga kemungkinan adanya karat di beberapa bagian. Mobil yang terendam air banjir bisa membuat hadirnya karat dan jamur.

>>> Tips Singkat Memeriksa Mobil Menuju Era New Normal

3. Cek Bagian Eksterior

Setelah interior Anda bisa juga melakukan pengecekan pada bagian eksterior mobil. Biasanya, mobil bekas banjir bagian lampu-lampunya kerap terlihat bekas uap air yang menjadi seperti embun dan menempel pada kaca dalam rumah lampu. Selain itu cek juga kondisi cat mobil, biasanya mobil yang terindikasi bekas banjir warnanya akan kontras berbeda atau belang.

Gambar menunjukan STNK Mobil

Deteksi lokasi alamat dari mana mobil yang akan Anda beli berasal

4. Cek Asal Muasal Mobil

Tips selanjutnya perhatian periksa alamat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pada mobil yang akan Anda beli. Jika alamat mobil tersebut berada di kawasan rawan banjir, ada kemungkinan mobil tersebut pernah terendam banjir

5. Periksa Elektrikal Mobil

Selanjutnya periksa elektrikal mobil, untuk mobil generasi baru sudah menggunakan sistem elektrik yang kompleks. Anda dapat melakukan pengetesan pada perangkat elektronik di dalam mobil seperti klakson, audio, wiper, lampu kabin, lampu eksterior, dan power window. Pastikan tidak ada perangkat yang mengalami gangguan, seperti mati sebelah atau audio bersuara sember. 

6. Curigai Jika Harga Cukup Murah

Jika Mobil yang akan Anda beli berada jauh dari harga pasaran sebaiknya waspada. Salah satu alasan masyarakat memilih mobil bekas adalah karena harganya lebih murah daripada beli baru. Namun jangan terkecoh dengan harga yang terlampau murah sebelum melakukan langkah-langkah pemeriksaan seperti di atas, karena berisiko mendapatkan unit dengan kondisi bekas terendam banjir.

>>> Berita terbaru seputar otomotif dari dalam dan luar negeri bisa Anda simak di sini

Share this post:
Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top