3 Masalah yang Harus Diperhatikan ketika Membeli Ban Bekas

22/05/2018

Jual beli
Share this post:
3 Masalah yang Harus Diperhatikan ketika Membeli Ban Bekas
Biaya memiliki mobil tentu saja bertambah seiring waktu. Mulai dari mengganti baterai, suspensi yang mulai berkarat, oli yang selalu harus diganti, hingga mengganti ban. Sampai akhirnya Anda tergoda untuk membeli ban bekas.

Memperlakukan mobil dengan baik dan mendapatkan perawatan yang disarankan tepat waktu merupakan cara terbaik untuk melindungi mobil. Tapi, Anda mungkin tergoda untuk menghemat pengeluaran yang sudah melonjak dengan membeli ban bekas. Berikut beberapa alasan yang harus Anda pertimbangkan ketika membeli ban yang sudah usang.

1. Ban tua lebih mungkin untuk slip

Saat Anda membeli ban bekas, Anda tidak tahu bentuk dalam dari produk tersebut. Apakah ban tersebut dipakai hanya sekali sebulan atau sudah mengalami perjalanan menempuh gunung dan perbukitan dengan mengangkat beban berat. Alih-alih membeli ban yang lebuh murah, Anda bisa mendapatkan ban yang mengalami kerusakan parah.

Bahkan ban yang dirawat dengan baik akan rusak seiiring waktu. Karet akan mulai teroksidasi dan terdegradasi. Anda bisa mengemudi di jalan dan ban bisa saja meledak. Anda juga tidak bisa selalu mempercayai penjual ban bekas. Bisa saja ban yang dijual memiliki tahun penggunaan yang lama.

Gambar yang menunjukan tanggal pembuatan ban pada bagian dinding ban

Perhatikan kapan ban diproduksi ketika membeli ban bekas

Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti adalah dengan memeriksa tanggal tersebut sendiri. Angka dan huruf pada bagian samping ban akan memperlihatkan kapan ban tersebut dibuat. Mungkin bukan hanya untuk ban bekas, tapi juga ban baru. Karena bisa saja ban sudah terlalu lama mengendap di toko, jadi pastikan kapan ban tersebut dibuat.

>>> Baca juga Memilih ban berdasarkan tipe mobil

2. Anda tidak akan diberitahu tentang recall

Meskipun pengujian keamanan ekstensif yang dilakukan produsen pada produk mereka, beberapa masalah bisa saja ditemukan setelah produk tersebut dilepaskan di pasaran. Jika Anda membeli ban bekas, Anda mungkin tidak mengetahui masalah yang terjadi pada ban tersebut. Seandainya Anda membeli ban baru, Anda kemungkinan diberitahu oleh penjual tentang recall atau masalah pada ban.

Gambar yang menunjukan puluhan ban bekas yang ditumpuk di satu tempat

Ada masalah tersebunyi yang bisa ditemukan pada ban bekas

Kadang-kadang, jika suatu produk harus diperbaiki atau ditarik kembali, pabrikan akan membayar biaya perbaikan atau penggantian. Jika Anda membeli ban yang sudah digunakan, Anda mungkin tidak akan mendapatkan keuntungan ini. Lebih parah, Anda akan menghabiskan banyak uang untuk memperbaiki atau mengganti ban dengan yang lain.

>>> Tips jual beli otomotif lainnya dapatkan disini

3. Penjual bisa saja memalsukan kualitas

Tidak semua ban yang sudah tipis atau memiliki tusukan paku harus dibuang. Banyak produk tersedia untuk menyediakan perbaikan cepat untuk ban, membuatnya bisa dikendarai untuk waktu yang singkat. Namun produk-produk ini tidak mengembalikan integritas dan keamanan ban.

Gamar yang menunjukan ban yang sedang dipakai pada mobil melaju di jalanan

Pemalsuan kualitas ini bisa saja baru diketahui berminggu-minggu kemudian

Anda bisa memeriksa ban bekas untuk mencari tanda-tanda masalah pada ban. Tapi, seseorang yang sudah berpengalaman bisa terlalu cerdik untuk dideteksi. Ketika Anda tidak menemukan masalah pada pemeriksaan pertama, Anda bisa saja menemukan masalah beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian ketika ban bocor atau tiba-tiba meledak ketika mengemudi.

Menghemat beberapa ratus ribu untuk membeli ban yang sudah usang mungkin saja tidak sepadan dengan masalah yang mungkin Anda alami. Anda bisa saja membayar lebih banyak untuk mengganti kerusakan atau potensi kerusakan yang terjadi pada ban bekas yang Anda beli. Membeli ban bekas mungkin bisa dilakukan, tapi tidak kami rekomendasikan.

>>> Baca juga tips dan trik lainnya disini

Share this post:
 
back to top